"Gue gak segan-segan buat habisin lo kalau lo berani ganggu apa yang jadi milik gue," bisik Anya tajam sambil mendorong Valeri hingga tubuhnya terhempas ke atas sofa. "Keluar!" teriak Anya murka. Valeri berdiri sambil memegangi kepalanya, matanya sudah memerah karena menahan kedut sakit di kepalanya. Anya perempuan bar-bar paling gila yang Valeri temui. Valeri bersumpah akan membalasnya. "Lo itu perebut milik orang lain. Jadi, jangan terlalu bangga sama apa yang lo punya sekarang. Kalau aja lo gak masuk, mungkin gue dan tunangan lo itu udah saling memuaskan," Valeri menatap sinis pada Anya sambil berbisik sangat pelan sehingga hanya Anya yang mendengarnya. Anya kesal luar biasa. Kembali didorongnya Valeri lalu didudukinya perut perempuan gila itu. Tangannya menjambak kasar rambut panja

