"Ambilin kemeja baru di lemari itu," pinta Edward pada Anya sambil menunjuk lemari di belakang kursi kebesarannya. Pria itu mendudukkan diri di samping Anya dan membiarkan tunangannya beranjak untuk mengambilkan kemeja baru. "Kamu gak masuk kelas?" tanya Edward saat Anya kembali duduk di sampingnya. "Dosennya gak masuk," jawab Anya. Anya menatap Edward yang kini tengah memakai kemeja yang ia ambilkan tadi. Perempuan itu menyipit menatap perut kotak-kotak tunangannya. Baru kali ini Anya melihatnya dengan jelas karena sebelumnya hanya bisa meraba-raba saja. "Iler kamu netes," ejek Edward karena sadar kalau perempuan di sampingnya ini sejak tadi melihat ke arah perutnya. Anya spontan meraba sudut bibirnya membuat Edward menoleh dan terbahak. Anya kadang polos dan bodoh secara bersamaan.

