bc

FLOWER GIRL

book_age18+
33
FOLLOW
1K
READ
revenge
contract marriage
playboy
arrogant
goodgirl
drama
city
office/work place
gorgeous
selfish
like
intro-logo
Blurb

Armela adalah seorang gadis miskin yang cerdas namun karena keterbatasan biaya dia harus putus kuliah dan bekerja sebagai seorang cleaning servis di sebuah apartemen mewah, tapi sayang baru beberapa bulan bekerja Armela diperkosa secara brutal oleh Alan Jackson yang merupakan seorang pria kaya raya dan playboy penghuni apartemen tersebut.

Karena hal itu Armela harus dirawat selama 3 hari dirumah sakit, bukannya bertanggung jawab Alan Jackson malah membayar manajer selaku pengelola apartemen untuk tutup mulut sementara ibu Alan Jackson yang bernama nyonya Wijaya malah membenci dan juga menghina Armela sehingga membuat gadis cantik bernasib malang itu makin sakit hati.

Mendapat perlakuan tidak adil membuat trauma fisik dan mental yang di derita Armela membuatnya ingin membalas dendam kepada alan, Armela berniat untuk membalas dendam kepada Alan dengan menjadi istrinya dan bisa berfoya foya dengan uang Alan secara bebas, terlebih saat Armela harus menerima penghinaan dari ibu Alan nyonya Wijaya yang menuduhnya sebagai wanita penipu yang sengaja menjatuhkan dirinya sendiri di hadapan Alan.

Armela juga membalas dendam kepada pihak manajemen apartemen yang menutupi kasusnya dengan membuat cerita palsu sehingga mereka harus memberikan sejumlah uang kompensasi yang besar serta memberinya gaji 3 kali lipat setiap bulannya meski yang sebenarnya Armela tidak bekerja sebagai cleaning servis lagi di tempat itu

Untuk menutupi skandal ini keluar yang bisa menghancurkan reputasi keluarga mereka akhirnya sebuah pernikahan terpaksa berlangsung, namun dengan sebuah kontrak yang Alan buat untuk Armela begitu juga sebaliknya,

Meski tidak setuju nyonya Wijaya tidak bisa berbuat apa-apa untuk menghentikan pernikahan itu, meski sudah menikah Alan Jackson tidak juga berubah masih suka playboy sementara Armela seperti memakan buah simalakama dia terjebak dalam kesengsaraan karena menjadi istri Alan Jackson.

Meski demikian Armela tidak melupakan tanggungjawabnya sebagai seorang istri dia tetap melayani suami dan ibu mertuanya dengan sepenuh hati meski kadang kadang Armela harus menerima perlakuan tidak menyenangkan dari suami dan ibu mertuanya.

Selama menjadi istri Alan Armela di haruskan untuk mau melayani Alan di manapun dan kapanpun pria itu menginginkannya, Armela juga harus membantu suaminya itu dengan bekerja sebagai asisten pribadinya di kantor meski dengan identitas palsu, dan di larang untuk hamil serta mengunjungi keluarganya sendiri, Armela juga diam diam selalu mengirimkan paket makanan untuk ibu mertuanya meski selalu ditolak.

Akan tetapi semua siksaan itu tidak pernah membuat Armela sedih ataupun menderita sebab Armela juga menuntut bayaran tinggi kepada Alan dengan memintanya untuk memberikan sejumlah uang deposito serta tunjangan bulanan yang lumayan besar,

Armela juga diam diam suka membantu keluarganya sendiri dan anak anak miskin yang membutuhkan dengan memberi mereka uang dan makanan, bahkan ada seorang anak perempuan yang bernama Mita yang hampir putus sekolah Armela memberinya pekerjaan di apartemen sebagai tukang bersih-bersih freelance,

Di tengah perjalanan pernikahan paksa mereka berdua ternyata kecantikan dan kecerdasan Armela membuat salah seorang rekan bisnis Alan Jackson yang bernama tuan Denis jatuh cinta tiba tiba melamar Armela di hadapan semua orang karena Denis mengira kalau Armela bukanlah istri Alan,

Melihat istrinya sendiri di lamar oleh orang lain Alan hanya bersikap cuek dan tidak berbicara apa apa sehingga membuat Armela makin sakit hati, dan yakin kalau Alan tidak pernah mencintainya apalagi menganggap dirinya seorang istri, sehingga Armela berfikir kalau niatnya untuk balas dendam kepada Alan dengan membuat pria itu jatuh cinta dan sakit hati hanya berakhir sia sia karena ternyata dia sendiri yang makin menderita.

Konflik rumah tangga mereka makin memuncak dikala Armela melihat Alan merayu Mita anak dibawah umur yang bekerja di rumah mereka, karena Armela tidak ingin Mita menjadi korban dari kelakuan suaminya yang buruk akhirnya Armela terpaksa memecat Mita.

Pertengkaran hebat terjadi diantara mereka karena tindakan Armela tersebut,

Apakah itu artinya pernikahan mereka akan kandas ? apakah Armela menerima pinangan dari Denis ? ataukah Armela memilih untuk bertahan dengan semua sikap buruk dan kebiasaan Alan Jackson yang suka gonta-ganti pacar ?.

Apakah akan ada keajaiban cinta di antara mereka ? lalu bagaimana sikap nyonya Wijaya pada Armela apakah akan berubah ?

Dan bagaimana sikap manajemen gedung apartemen yang mengetahui kalau selama ini mereka telah di tipu oleh Armela apakah mereka akan melaporkan hal itu ke polisi ?

Dan apakah Alan akan bisa jatuh cinta pada Armela ?

chap-preview
Free preview
Kabar mengejutkan.
Awal cerita terlihat sebuah mobil memasuki halaman sebuah rumah mewah, kemudian datang seorang penjaga rumah membukakan pintu mobil tersebut lalu turunlah seorang pemuda tampan berumur 28 tahun dengan memakai pakaian jas lengkap dengan aksesorisnya berjalan masuk dengan terburu-buru menuju ke dalam rumah. Air mukanya terlihat begitu cemas dan juga tegang seperti ada sesuatu yang sangat penting yang ingin segera ia ceritakan kepada sang empunya rumah. " Ibu ! ibu ? " sapa pria tampan tersebut yang tidak lain adalah Alan pada seorang wanita yang sedang duduk di ruang tamu nyonya Wijaya ibunya sendiri. Melihat kedatangan putranya yang tiba tiba sebuah senyuman bahagia tersemat di sudut bibir wanita paruh baya itu lalu kemudian menyapanya, " Alan sayang akhirnya kamu berkunjung" sembari mencium dan memeluk putranya dengan erat-erat lalu bertanya " bagaimana keadaanmu apa pekerjaanmu baik-baik saja ? tidak biasanya kamu datang kemari tanpa memberitahuku terlebih dahulu ? " kata ibu. " Maaf aku terburu buru jadi lupa " jawab Alan singkat. " Kamu ini, andaikan aku tahu lebih awal kamu ke sini ibu bisa membuatkan sesuatu untuk kamu makan " kata sang ibu mengenai alasan kedatangan putranya yang tiba-tiba ke rumah saat malam hari. " Tidak apa-apa aku cuma kebetulan lewat dan aku ingin memberitahu ibu sesuatu " jawab Alan santai. " Apa itu ? apa ada masalah di tempat kerja mu atau kamu sedang butuh bantuan ibu ? katakan saja pasti ibu bantu sayang. '' " Terima kasih Bu tapi aku dalam keadaan baik saat ini, aku cuma ingin bilang kalau_ aku tahu ini berita yang mengejutkan " " Tapi_ aku harap ibu setuju ?" " Sebenarnya kamu ingin bicara apa ? kenapa malah membuat ibu penasaran saja ayo katakan ada apa sayang ?" tanya nyonya Wijaya pada putranya dengan tidak sabar. " Aku, ........ ( tertawa getir ) aku...... sepertinya aku akan menikah ibu " jawab Alan ragu. " Menikah ! benarkah ? "tanya nyonya Wijaya tidak percaya kalau putranya sendiri baru saja mengatakan kalau dia akan menikah. " Iya itu benar Bu " jawab Alan sekali lagi menegaskan. " Akhirnya ! bukankah itu berita bagus ? ibu senang mendengarnya. akhirnya putra ibu memiliki pacar " " Katakan pada ibu jadi gadis dari keluarga mana yang harus ibu lamar untukmu Alan dan siapa namanya apa ibu mengenal keluarganya ? tanya sang ibu ingin segera tahu akan identitas gadis yang sudah berhasil mencuri perhatian putranya itu. Wajah tua paruh baya sang ibu terlihat begitu berseri-seri Karena bahagia, terpancar sebuah senyuman menghias di sudut bibir keriput wanita itu, bagaimana tidak wanita tua itu begitu senang mendengar kalau putranya akhirnya akan menikah itu berarti kalau rumor yang selama ini beredar bahwa putranya tidak memiliki pasangan setia dan selalu bergonta ganti wanita akan segera berakhir, nyatanya secara tiba-tiba putra satu-satunya itu meminta izin padanya untuk menikah. " Alan siapa nama gadis itu ?" tanya nyonya Wijaya ingin tahu. " Namanya Armela bu, dia gadis dari keluarga biasa bukan seorang bangsawan atau anak pejabat, meski demikian dia pribadi yang baik " " Orang tuanya hanya bekerja sebagai seorang penjual sayur Bu " jawab Alan menjelaskan tentang latar belakang keluarga Armela yang sebenarnya pada sang ibunda. Semua informasi yang baru saja Alan sampaikan dia peroleh dari manajer apartemen mewah di tempatnya tinggal tentunya, Nyonya Wijaya terperanjat kaget ketika mendengar penjelasan dari putra semata wayangnya yang hanya menikahi gadis miskin putri dari seorang penjual sayur. " Apa katamu ? apa aku tidak salah dengar' putraku akan menikah dengan seorang penjual sayur ada apa denganmu Alan apa kamu sudah gila !" tanya sang ibu marah. " Dia gadis yang baik Bu ?" ' Baik saja tidak cukup Alan! bagaimana bisa seorang pemuda kelas atas seperti dirimu yang lahir dari sendok emas bisa berkenalan dengan gadis rendahan seperti itu !? " " Apa kamu tidak berfikir dampak dari perbuatan mu untuk nama baik keluarga kita ? apa kata keluarga besar kita nanti ? aduh kepala ibu jadi sakit karena berita ini, ya tuhan. '" keluh nyonya Wijaya " Ibu semua manusia itu sama lagi pula aku tidak bisa melepaskan dia pokoknya aku harus menikahinya !" kata Alan bersikeras. " Memangnya apa hebatnya wanita itu? dia hanya gadis penggoda, sampai kamu bersikeras mau menikahinya ?" cela nyonya Wijaya. " Aku_ " Alan terlihat bingung dengan alasan yang membuatnya sangat ingin menikahi Armela, apakah benar hanya karena ingin bertanggung jawab atas perbuatannya kepada gadis itu ? ataukah ada sebab lain Alan saja masih ragu. " Apakah karena gadis itu cantik ? apa karena dia masih muda? bukankah selama ini wanita-wanita yang selalu mengelilingi mu juga cantik cantik dan mereka semua dari keluarga kaya tapi kenapa kamu malah memilih gadis yang tidak jelas seperti itu ?! " tanya nyonya Wijaya sekali lagi pada putranya itu. Awalnya Alan hanya diam akan tetapi kemudian dia berkata " aku telah memperkosanya Bu !" jawabnya lirih. " Lalu kenapa memangnya ?! " sanggah nyonya Wijaya cuek bahkan terkesan biasa-biasa saja dengan pengakuan Alan. Alan hanya bisa menatap tajam ke arah ibunya dengan wajah yang terlihat bodoh, sungguh dia sama sekali tidak mengira kalau ibunya akan bersikap seperti itu, " Ibu ! .... bagaimana ibu ? ..... apakah ibu benar benar menganggap perkataan ku ini main main ? " " Aku ! putramu ?...... 3 hari yang lalu baru saja memperkosa seorang wanita ! " " Aku ..... saat itu di pesta ulang tahun Rudi tanpa sengaja aku mabuk hingga saat pulang aku tidak sadar telah menyerangnya di kamarku, Gadis itu tukang bersih-bersih di gedung apartemen tempat aku tinggal " jawab Alan tertunduk malu dan merasa bersalah di hadapan ibunya karena telah berbuat hal bodoh dan memalukan. " Oh ya Tuhan Alan ! apa kamu sedang berbohong agar ibu mau menerima dan percaya akan ceritamu ini ? ya kan ! " jawab nyonya Wijaya masih tidak percaya. " Tidak Bu, ..... aku tidak bohong memang itu kenyataan yang sebenarnya, semua jadian itu terekam kamera cctv di rumah dan karena perbuatan kasar yang aku lakukan padanya dia harus mengalami sedikit luka memar di tangan dan wajahnya, tubuhnya juga banyak bekas gigitan, saat ini dia masih di rumah sakit " perjelas Alan. " Kenapa kamu tidak berikan saja uang kompensasi padanya! kenapa harus menikahinya ?" kata nyonya Wijaya kesal akan sikap putranya itu. " Aku tidak ingin melepaskannya Bu ! " jawab Alan tegas. " Apa kamu sudah gila ! apa kamu sudah berpikir matang-matang dengan apa yang akan kamu lakukan? mungkin saja wanita itu sengaja merayu dirimu ? karena dia tahu kamu seorang yang kaya raya ?! " sanggah nyonya Wijaya. " Mungkin..... tapi aku tidak akan melepaskannya " ' Ada apa dengan dirimu Alan kenapa kamu selalu mengatakan kamu tidak akan melepaskannya ? memangnya dia kenapa? " " She was still virgin when I r**e her !, dan yang terpenting dia bisa memenuhi hasrat ku Bu ?!" jawab Alan tegas. " Oh my God apa kamu gila ?!! " bentak nyonya Wijaya marah besar . " Maybe, ..... tapi aku tidak mau melepaskannya " jawab Alan tidak perduli. " Oh.... oh .... kepala ibu sakit, ibu tidak tahu harus berbicara apa lagi padamu. kita diskusikan lagi nanti tapi sebelum itu ajak ibu menemui Gadis itu besok ibu ingin melihat wajah gadis itu seperti apa. " tutur nyonya Wijaya mencoba bersabar pada sikap putranya itu. Nyonya Wijaya hanya bisa menarik nafasnya dengan berat untuk mengontrol emosinya yang hampir meledak bila harus bersitegang dengan Alan, Wanita tua itu sangat paham akan sikap putranya yang keras kepala, dari pada harus bertengkar lebih baik dirinya menyusun rencana kepada gadis itu agar pernikahan itu tidak pernah terjadi. Melihat keadaan ibunya Alan hanya diam sembari menggigit bibirnya kecil sebelum bicara, " Oke aku harap ibu setuju " " Sebenarnya ibu kecewa padamu tapi kamu putra ibu satu-satunya mana mungkin ibu bisa marah padamu, ini demi nama baik keluarga kita ibu harap berita ini tak keluar dan untuk asal-usul gadis itu cukup kita saja yang tahu mengerti !" " Ya aku paham Bu, .... besok aku akan ke sini menjemput ibu untuk bertemu dengan Armela " " Alan ' apa kamu yakin ? " tanya wanita tua itu pada putranya sekali lagi. " Ya' menikahi Armela bukan berarti aku akan berhenti berburu mangsa ibu, aku hanya tidak mau melepaskannya, rasa tubuhnya memenuhi hasrat ku untuk sekarang " jawab Alan yang kembali ke sifatnya semula egois. " Apa kamu berniat membuat pernikahan kontrak ? " tanya sang ibu ingin tahu akan rencana putranya. " Aku tidak tahu ? itu, ....... masih aku pikirkan " jawab Alan ragu. " Sebaiknya kamu harus membuat pernikahan kontrak dengannya, meskipun ibu menemuinya besok pagi ibu tetap tidak akan menyukai ataupun menerimanya. " " Itu terserah ibu saja, ..... baiklah aku sebaiknya pergi " kata Alan pamit. " Ya, be careful honey " kata sang ibu sembari memeluk putranya sejenak. " Ok, good night mom " pamit Tuan Alan kemudian berlenggang pergi dari rumah ibunya, sementara selepas kepergian putranya nyonya Wijaya terlihat sedang menghubungi seseorang dan memintanya untuk melakukan sesuatu. " Aku ingin kamu menyelidikinya secara diam diam dan secepatnya " " Baik nyonya " ...,.................. Sementara di sepanjang perjalanan pulang menuju ke apartemen mewah miliknya Alan mulai teringat kembali tentang kejadian malam itu. flashback 3 hari yang lalu. Rumah Roni begitu rame dan meriah oleh suara musik remix dari DJ terkenal dan juga gelak tawa serta sorakan gembira para tamu undangan yang begitu heboh menikmati pesta ulang tahun Roni. Malam itu semua orang yang berada di tempat itu bersenang senang, roni adalah salah satu sahabat baik Alan, mereka sudah bersahabat sejak masih duduk di bangku sekolah menengah pertama sampai sekarang, Roni termasuk pria yang sukses sebagai tuan rumah yang baik dan termasuk anak gaul Roni memberikan liburan lengkap untuk teman-temannya di hari pesta ulang tahunnya. Bukan hanya sekedar musik yang dibawakan langsung oleh DJ terkenal tapi juga minuman keras dari berbagai merk, obat-obatan dan penari seksi serta berbagai macam makanan enak yang tersedia di atas meja, malam itu benar-benar mereka nikmati dengan suka cita, pesta itu sangat meriah karena Roni juga menyediakan pool party bermandikan busa di kolam renang membuat siapapun yang berada di tempat itu lupa diri dan lupa waktu untuk pulang. Seperti kawan-kawan Roni yang lain Alan juga ikut bersenang-senang di sana, bergelas-gelas minuman keras sudah Alan habiskan bersama sama candaan lelucon konyol dan rayuan gombal kepada gadis-gadis cantik mengisi tempat itu sampai tengah malam, akhirnya karena merasa sudah tidak kuat Alan memutuskan untuk pulang. Meskipun dalam keadaan setengah sadar Alan memberanikan diri untuk kembali ke apartemennya sendirian sebelum dia pergi dari tempat Roni dia berpamitan kepada sahabatnya itu " Roni My man, I love you " kata Alan sakau sembari memeluk tubuh Roni sejenak, " Terima kasih kawan' aku senang kamu menikmatinya " jawab Roni bahagia. " Tentu saja, ...... ya, aku bahagia kamu hebat! aku tidak menyangka kamu akan mengadakan pesta se liar ini tapi sayangnya aku harus pulang " kata Alan pamit. " Hei kenapa terburu-buru kamu bisa menginap disini, di tempatku ? " pinta Roni untuk mencegah sahabatnya itu untuk pulang lebih awal. " No'...... aku tidak bisa.... karena besok pagi aku ada meeting penting yang harus aku hadiri dan apabila aku masih di sini aku tidak yakin apakah besok aku masih bisa bangun atau tidak " goda Alan. " Oh ayolah terlambat berapa jam itu adalah hal biasa " bujuk Roni sekali lagi pada Alan. " Sorry, tidak kali ini kawan, ..... aku tidak bisa' meeting besok benar-benar sangat penting untukku " jawab Alan menjelaskan. " Apakah kamu perlu seseorang untuk mengantarkan dirimu pulang ? " tanya Roni yang sedikit cemas melihat keadaan Alan yang sudah hampir mabuk berat. " Sopir ? aku tidak membutuhkannya, kamu tidak perlu ragu sayang sahabat mu ini masih sanggup untuk membawa mobil berputar-putar keliling kota 10 kali " jawab Alan jumawa sambil tersenyum cengir. " ha-ha-ha ya aku percaya padamu tapi kamu harus hati-hati dan hubungi aku jika sudah sampai " jawab Roni menasehati. " Baiklah bye .... " jawab Alan gontai saat akan pergi dari tempat itu. " Alan apa kamu yakin bisa pulang sendiri ? kamu mabuk ? tanya Roni saat melihat gerak langkah sahabatnya itu yang sudah sangat sempoyongan. " Em'...... kamu tenang saja,...... aku tidak mabuk aku akan baik-baik saja oke " jawab Alan dengan suara yang terdengar parau dan sedikit ngelantur lalu segera pergi dari rumah Roni dengan mengendarai mobilnya sendiri menembus gelapnya malam, Di sepanjang perjalanan kepala Alan mulai terasa pusing dan tatapannya mulai kabur, pandangannya hampir tak fokus untuk melihat jalanan tapi dengan sisa kesadaran yang masih dia miliki pria itu terus berusaha melajukan mobilnya dengan cepat. Alan berusaha keras untuk menstabilkan laju kendaraannya menuju ke tempat tinggalnya meski beberapa kali oleng namun tidak ada niatan sedikitpun dari Alan untuk mengurangi kecepatan mobilnya saat membelah jalanan ibukota yang mulai sepi.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

The Golden Lycans

read
45.0K
bc

The Rejected Mate

read
1.9M
bc

Winter's Mate: Fated on Ice

read
7.8K
bc

Hate Should Be A Hockey Term

read
2.9K
bc

My Biker Stepbrother, My Ruin

read
24.2K
bc

Made To Be Broken - The Boston Hawks Hockey Series

read
178.1K
bc

Varsity Bad Boy Series

read
225.6K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook