bc

Youth

book_age16+
0
FOLLOW
1K
READ
stepfather
detective
like
intro-logo
Blurb

Banyak orang berkata masa-masa SMA adalah masa yang paling menyenangkan dimana romansa para remaja mulai bermekaran dimana-mana, mungkin akan menyenangkan ketika bertemu dengan banyak orang dan menjadi teman. Mari mulai kehidupan SMA dengan senyuman!

chap-preview
Free preview
1
Park Sunghoon Siapa yang tidak mengenali pemuda yang satu ini Tinggi? Iya. Kaya? Sangat. Tampan? Jangan diragukan. Sunghoon sudah seperti magnet yang mampu menarik setiap hati kaum hawa yang melihatnya Dia bahkan dijuluki 'ice prince' seantero sekolahnya, itu juga dikarenakan ia sudah menjadi atlet ice skating dari umur 8 tahun Namun ice prince kita satu ini juga dikenal sebagai King of Bullying Bully? Yup. Sunghoon kita yang satu ini sangat menikmati kegiatan 'Bullying' yang ia lakukan setiap hari pada beberapa siswa, hal itu sudah berlaku dari ia menginjak sekolah ini hingga sekarang kelas 12 Korbannya juga tidak muluk-muluk, mulai dari adik kelas hingga kakak kelas yang berbeda tiap harinya. Mulai dari menjahili hingga menonjok korbannya sampai babak belur bila melawan pun pernah dilakukan Sunghoon Dan korban favorit nya adalah Vivian, siswi pindahan luar negeri yang juga sekelas dengannya. Penampilan gadis ini bisa dibilang lumayan culun namun manis Dengan rambut yang selalu dikepang dua dan poni tipis di dahinya, oh ya jangan lupakan kaca mata yang entah ketebalan lensanya berapa selalu bertengger manis di wajahnya Kenapa ia termasuk favorit? Hmm hanya Sunghoon yang bisa menjelaskan, entah mungkin Sunghoon sendiri yang merasa tertantang untuk membuat Vivian murka atau memang ia hanya suka mempermainkan gadis itu Gadis ini juga memegang rekor untuk menjadi korban bully terkuat, karena diantara korban-korban lainnya hanya Vivian yang tidak terlalu merasa terintimidasi oleh Sunghoon Sebaliknya jika korban Sunghoon lainnya akan terpana akan wajahnya, Vivian justru tidak memberi respon apapun Ia hanya menganggap Sunghoon sebagai angin lalu biasa, atau malah tidak menganggap Sunghoon ada? Entahlah -•• Pagi seperti biasa di SMA Griya Permata, sekolah yang cukup elit dengan tiga gedung menjulang tinggi jangan lupa fasilitas olahraga dan lab yang bisa dibilang mewah diantara sekolah swasta lainnya "Akhirnya lo sekolah lagi bro, gimana rasanya diskors seminggu?" ujar Jay yang berada didepan kelas mereka Sunghoon yang baru datang hanya menatapnya datar "Lo disini mau nyambut gue apa godain cewek lewat?" "Dua-duanya sih" sahut Jay tertawa hingga matanya menyipit "Ampas" lalu Sunghoon memilih memasuki kelas, mengedarkan pandangannya hingga berhenti di gadis culun yang sudah duduk di bangkunya sambil membaca buku, korban favoritnya Favoritnya ya, Astaga Entah dari mana muncul ide menjahili gadis itu, Sunghoon kemudian mendekatinya "Heh culun" panggilnya "Hm" sahut Vivian singkat tak beralih dari buku yang dipegangnya "Gue disini bukan dibuku" kata Sunghoon kesal "Gue tau" Sunghoon makin kesal dibuatnya, langsung saja ia merebut paksa buku yang dipegang Vivian "Lo mau apa?" tanya Vivian dengan nada tenang nya, Sunghoon mengernyitkan dahinya heran kenapa gadis didepannya ini bisa setenang itu "Lo gak marah?" tanya Sunghoon heran "Ngga, balikin buku gue" sahut Vivian sambil meraih bukunya yang masih Sunghoon pegang "Lo harus ngambil sendiri kalau mau" ujar Sunghoon lalu pergi keluar kelas, Vivian hanya menatap datar tidak peduli Sunghoon keluar dari kelas, berniat membolos sebelum bel masuk pertama berbunyi. Baru saja ia melewati ruang BK sudah ada yang memanggilnya "Sunghoon" panggil orang itu Sunghoon berbalik dan menghela nafas kasar "Mau apa lo je?" tanyanya pada gadis kelas sebelah didepannya Jeana, gadis populer dengan paras cantik yang menjadi idaman para Adam di sekolah tersebut Sudah berkali-kali Jeana menerima permohonan untuk menjadi pacar dari fansnya, namun ia tak pernah menerima siapapun Hatinya sudah memilih Sunghoon, entah apa yang ia pikirkan sekarang mungkin sudah dibilang ia terobsesi dengan orang itu "Aku mau nyatain perasaan aku ke kamu Hoon" Sunghoon menatapnya datar "Ini udah keberapa kali sih je, gue udah bilang gue gamau jadi pacar lo" "Tapi Hoon gue kurang apa, gue cantik, pinter, bahkan banyak yang ngejar gue" jelas Jeana "Ya emang guenya aja yang gak mau sama lo" "Tapi hoon-" "Udah, gue udah muak je kemarin gue diskors lo terus-terusan muncul depan gue, gabisa apa lo berhenti" pinta Sunghoon "Tapi gue suka sama lo" "Dan gue gak suka sama lo jadi mulai sekarang pergi lo, gue udah muak!" tegas Sunghoon dengan suara yang mulai meninggi lalu pergi dari hadapannya Jeana menatap nanar kepergian Sunghoon, lalu ia tak sengaja melihat Sunghoon membawa sebuah buku tentang antariksa "Sejak kapan dia suka antariksa?" monolog Jeana •• "Dateng juga lo" sambut Jake yang sedari tadi menunggu kedatangan Sunghoon bersama Jay "Bau-bau abis marahin orang nih" kata Jay melihat wajah Sunghoon yang terlihat masam "Si Jeana lagi?" tanya Jake, Sunghoon hanya mengangguk lalu melempar buku yang ia bawa ke meja didepannya sebelum mendudukkan diri di sofa "Padahal si Jeje kan cantik ya, lo seleranya semana sih?" protes Jay, Sunghoon hanya memutar matanya malas Sementara Jake mengambil buku yang dilempar Sunghoon tadi "Widih tumben lo baca buku antariksa, sejak kapan?" tanyanya sambil membaca halaman acak buku tersebut "Bukan punya gue, yang lain mana?" ujar Sunghoon "Biasa ke kantin dulu, ngambil barang" sahut jay "Cristina Vivian, ini buku si culun itu" tanya Jake setelah melihat nama yang tertulis di halaman depan buku tersebut "Hm" "Astaga Hoon, lo kenapa segitu jahilnya sih ama cewek itu" ujar Jay, wajar saja sudah hampir tiga tahun Sunghoon masih tidak pernah bosan mengganggu Vivian "Pengen aja" jawab nya singkat "Hey epribadeh" ujar Ej dari pintu rooftop, dibelakangnya sudah ada beberapa orang yang mengekornya Orang itu adalah Dongpyo, Minhee, Nicholas, Jisung, Hueningkai dan Taehyun "Asik sabi lah kita nyebat sekarang" ujar Jake girang "Neh bagi-bagi dah tu, untung kagak ketahuan ama Pak Bram" ujar Ej seraya meletakkan bungkusan yang ia bawa ke meja "Jangan bilang-" omongan Jay terpotong oleh Nicholas "Aman, anaknya udah bucin ke gue" "Anjing lo Nic, bisa-bisanya anak kepala sekolah lo bikin bucin" seru Minhee "Ya si Ratna kan emang dari sananya suka sama gue, ya gue gak mau menyia-nyiakan kesempatan min" sahut Nicholas Yang lainnya langsung menyerbu plastik itu, saling berbagi rokok dan menyalakannya "Jadi ni rokok semua si Ratna itu yang beliin?" tanya Taehyun Nicholas mengangguk "Gue minta sekali langsung di iyain" "Hebat Lo Nic, sering-sering lah kek gini" pinta Hueningkai sambil menyalakan rokok yang sudah bertengger di mulut Nicholas "Iya, tapi gak bisa terlalu sering juga" Ej kemudian berdiri membawa segelas soda ditangannya "Oke para hadirin dan hadirot sekalian, dengan ijin Tuhan kita dipertemukan, kami sekeluarga-" "Gue bukan keluarga Lo" celetuk Taehyun "Ck, diem dulu napa" Ej menarik nafas sejenak lalu melanjutkan kata-katanya "Kami sekeluarga disini mengucapkan selamat berbuka puasa" "Ampas yang bener" protes Dongpyo melempar kulit kacang ke Ej "Bentar gue lupa" Ej memegang kepalanya sejenak "Oh ok gue inget" "Kami sekeluarga disini berkumpul dalam rangka kembalinya King of Bullying dari SMA Griya Permata, ayok clap tanganmu syegih!!" seru Ej dengan nada khasnya Semua bertepuk tangan ria menyambut kembalinya ketua mereka, Sunghoon Park Jangan lupa confetti yang ditembakkan oleh Hueningkai menjadikan suasana semakin meriah "Confetti nya masuk ke minuman njeng" protes Jake "Yailah tinggal diambil trus buang apa susahnya sih" kata Minhee "Pala gue argh ampas" kesal Jisung kepalanya terkena lemparan kulit kacang oleh Dongpyo "Sorry sung, buat meriah" "Berantakan yang ada kambing" protes Jay "Sumpah lo pada ketularan gilanya Ej" ujar Sunghoon tertawa Dongpyo memutar matanya malas "Lo kagak ada terimakasih nya apa, udah disambut juga" Sunghoon hanya menatapnya sekilas dan mengambil beberapa butir kacang yang ada "Asal lo tahu aja ya Hoon, kemaren pas lo di skors banyak banget kejadian aneh" celetuk Minhee "Maksudnya?" Minhee membenarkan posisi duduknya "Jadi dua hari yang lalu gue sama Nicholas itu ketauan ngerokok didepan sekolah dan itupun masih pelajarannya pak Bram, yaudah kita berdua kabur masuk lagi ke sekolah lewat pager belakang Trus kita berdua nyoba sembunyi di gerobaknya Mang Udin, tapi belom kita sembunyi dia udah dateng duluan, yaudah gue sama Nicholas cuma bisa pasrah Tapi pak Bram malah kaget trus diem beberapa saat, kayak ketakutan" "Maksud lo ketakutan gimana?" tanya Sunghoon "Kayak lo maling duit emak lo 50 rebu trus dia nyadar duitnya ilang, gitu feel-nya" jelas Minhee "Yang bener aja lo" ujar Sunghoon tidak percaya "Sumpah Hoon, demi motor Scoppy pink cewek gue kalo masih kagak percaya tanya Nicholas noh" tunjuk Minhee ke Nicholas "Nic?" Nicholas mengangguk pelan "Gue juga heran dia takut karena apa, soalnya pas itu cuman ada gue sama Ej doang di sana, orang yang dagang kan udah pulang semua" "Tapi setelah itu kita ketemu si culun, dia bawa beberapa buku kemungkinan dari perpus" lanjut Nicholas "Ngapa jadi si culun?" celetuk Sunghoon "Kalo diinget-inget lagi dua minggu ini pak Bram sama sekali gak ngajar kelas kita deh" ujar Jake semakin membuat semuanya penasaran "Pak Bram takut sama si Vivi gak sih?" Dongpyo menyimpulkan Jay menggeleng "Gak mungkin lah Pyo, yakali kepala sekolah takut sama murid culun, gak etis lah" Yang lain juga setuju dengan kata-kata Jay, pasti ada alasan lain "Weh buku apa nih?" seru Ej mengambil buku dari tangan Jake seenaknya "Mana-mana?" heboh Dongpyo yang memilih untuk memakan cemilannya daripada ikut merokok "Widih antariksa, siapa nih yang punya?" tanya Ej "Lu goblok apa gimana sih, disitu kan ada namanya" seru Dongpyo "Cristi-, oalah si Vivi tapi ngapa bukunya dimari, lo yang bawa ya Hoon?" tanya Dongpyo, Sunghoon mengangguk "Eh ngomongin Vivi lo jadi gak nembak dia sung?" seketika atensi mereka langsung terfokus pada Jisung Pentolan dancer terbaik disekolah hingga pernah berkompetisi diluar negeri, berencana mengajak gadis terculun disekolah nya pacaran? Ini mungkin tidak nyata, tapi bisa saja terjadi "Emm gimana ya" ujarnya bingung "Lo beneran mau nembak si culun itu" tanya Nicholas mengulang pertanyaan Dongpyo tadi Dengan tidak terduga nya Jisung mengangguk "Iya, doain keterima ya" Mendengar hal itu sontak semua langsung heboh, mulai dari Dongpyo yang masih bertanya 'Demi apa?!' hingga Hueningkai yang memasang muka kagum Sekuat itukah pelet Vivian hingga bisa membuat hati seorang Park Jisung yang terkenal dingin ini meleleh dengan mudahnya? Yah kita biarkan saja Hueningkai beradu argumen dengan otaknya Berbeda dengan yang lain, Sunghoon terlihat santai namun ada sedikit rasa tak suka dengan kata-kata Jisung tadi Seperti khawatir miliknya direbut oleh Jisung, tunggu miliknya? Vivian si gadis culun? Tidak mungkin. Pikiran Sunghoon mulai berkecamuk dengan kalimat itu lalu ia memilih untuk tidur di bangsal yang ada di rooftop •- Bel pulang sekolah berbunyi, Sunghoon yang tadi sudah kembali dari rooftop pada saat-saat jam pelajaran hari ini berakhir mulai mengambil tas nya beranjak meninggalkan kelas Mungkin keberuntungannya karena hari ini tidak ada guru yang bisa mengajar, entah alasannya apa mereka hanya memberi tugas Kalau tidak, Sunghoon mungkin sedang berada di Ruang BK sekarang Sunghoon hanya bersantai ria, ia tinggal menyontek pada Jake. Temannya yang satu itu memang tidak diragukan lagi soal kecerdasan Meskipun ia juga tukang bully seperti Sunghoon Baru saja ia sampai dikoridor, ia melihat Jisung sedang bersama Vivian. Sunghoon yang penasaran mencoba menguping pembicaraan mereka dari kelas disebelahnya yang sudah kosong "Vi ini buku lo kan?" ujar Jisung menyerahkan buku yang iya bawa "Iya, kok bisa di elo sung?" Jisung menggaruk tengkuknya "Gue nemu dirooftop tadi, Sunghoon yang bawa kesana" "Oh makasih ya" ujar Vivian sambil tersenyum "Cih, ama gue kagak aja kagak pernah senyum lo Vi " batin Sunghoon, tak lupa kedua tangannya sudah mengepal dengan giginya yang menggertak menyiratkan ia tak suka dengan pemandangan yang ada didepannya Bilang saja kau cemburu tuan Park. Jisung yang melihat Vivian tersenyum didepannya hanya bisa diam, jantungnya mulai berdetak tidak karuan "Sung?" panggil Vivian karena Jisung malah melamun dihadapannya "Em sekalian gue mau ngomong sesuatu" sahut Jisung sedikit gelagapan "Boleh, ngomong aja" "G-gue suk-" ucapan Jisung terpotong oleh dering ponsel Vivian "Sebentar ya Sung" ujar Vivian, Jisung hanya mengangguk sambil berusaha meredakan rasa gugupnya sekarang "Halo bibi" "Halo Vi, kamu cepetan ke parkirannya, tadi ada telfon dari RSJ" ujar Bibinya dari sebrang sana "Iya sebentar Vivi masih ada urusan" "Jangan lama-lama" lalu sambungan terputus "Maaf sung tadi bibi gue nelfon, jadi mau ngomong apa?" tanya Vivian Jisung menggaruk tengkuknya lagi "Emm gajadi deh keknya lo ada urusan penting, gue ngomongnya kapan-kapan aja" "Beneran?" tanya Vivian, ia tidak enak dengan Jisung karena pembicaraannya terpotong "Iya gue lupa mau ngasih tau lo apa, jadi besok-besok aja kalau udah Inget" jelas Jisung, jangan lupa wajahnya sedikit bersemu merah Entah salah tingkah atau marah, tidak kelihatan jelas "Yaudah gue duluan ya Sung, bye" pamitnya "Bye, hati-hati" "Lo juga" ujar Vivian sambil berlari menuju parkiran Jisung mengusak surai hitamnya nya kasar "Arghh kapan gue bisa nyatain kalo deket dia aja gugupnya setengah mati" gerutunya "Deketin ajalah dulu, yakali langsung jadian" monolognya lalu berjalan menuju parkiran Sementara Sunghoon yang daritadi menguping pembicaraannya mengusap dadanya lega "Untung kagak jadian mereka" monolognya Namun beberapa detik kemudian ia tersadar "Ngapain gue lega, gue kenapa sih Arghh" monolognya lagi sambil mengacak surainya kasar "Gak mungkin gue suka sama si culun"

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Tis The Season For My Revenge, Dear Ex

read
76.2K
bc

Mistletoe Miracle

read
8.7K
bc

The Bounty Hunter and His Wiccan Mate (Bounty Hunter Book 1)

read
103.0K
bc

Kaimana, Shemar & Emrys the powerful three

read
3.9K
bc

Three Alpha Bikers Wants An Open Marriage(An Erotic Paranormal Reverse Harem)

read
106.5K
bc

The abandoned wife and her secret son

read
3.3K
bc

Part of your World

read
88.7K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook