Dimas Sakit

1664 Words

Kamu terlalu mendongak ke atas, hingga lupa menunduk terlihat lebih santun Adelia, kamu lupa hidup itu saling membutuhkan satu sama lain, jika pun kamu tidak bisa menerima dengan baik sebuah kenyataan. Cukup membuat saya mengerti saja tanpa harus di lukai seperti ini. Adelia, istri saya tercinta. Saya tahu kamu terluka, marah dan mungkin membenci semua yang ada pada diri saya. Namun saya tidak akan bisa membalas dengan sikap yang sama, saya hanya mampu menyayangimu walau kamu tidak ingin saya sayangi. – Dimas Zidan. " Kusut amat itu muka, berantem lagi?" Baleria menggeserkan tempat duduknya, mendekati Adelia yang sibuk memainkan bolpoint tanpa tujuan. " Menurut kalian, kalau itu orang kampung nggak pulang ke rumah, apa mungkin mati sih?" Adelia menatap Baleria, minta pendapat. " Siapa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD