" Sudah shalat Isya, Dik?" Tanya Dimas, istrinya baru saja kembali ke rumah. Masuk kamar, sibuk bermain handphone. Adelia tengah membalas pesan dari Arden, seperti biasa jika setelah bertemu. " Belum." Jawabnya singkat, tidak peduli sosok berdiri dihadapan. " Sudah azan dari tadi, shalat sebentar baru lanjut sibuk di handphone." Perintah Dimas, meminta untuk Adelia menunaikan kewajibannya. " Ngantuk, besok kan masih bisa." " Besok sudah beda lagi, sebentar saja Adelia, tidak sampai dua puluh menit." Dimas pantang menyerah. Adelia menarik selimut, menutupi seluruh tubuhnya dan pura – pura tidak mendengar ucapan Dimas. " Shalat ya, setelahnya Mas tidak akan memerintahkan apa pun padamu. " Pinta Dimas lembut," jangan sengaja meninggalkan kewajiban. Dosa besar, Mas yang menanggungnya Ade

