Mendung

983 Words

" Umi.." Teriakan terakhir yang Adelia ingat sebelum ia berbaring di rumahsakit,entah mimpi atau tidak untuk sekarang wanita Dua anak itu masih belum mampu buka suara,isakan tangisnya semakin menjadi ketika lelaki di sebelahnya berusaha menenangkan. " Mas umi.." Lirihnya lemah sembari terisak - isak. " Iya mas tahu,tapi kamu tenang dulu ya,keadaan kamu juga lagi nggak baik." Dimas memeluk tubuh istrinya yang terbaring lemah. Adelia menggeleng," umi maafkan Liya,tolong maafkan Liya.Jangan tinggalin Liya secepat ini.Umi masih harus ada di sebelah Liya,tolong mi jangan pergi." Dimas terdiam,suara itu terdengar sangat kehilangan. Selepas salat Maghrib tadi,Dimas yang baru saja pulang dari masjid langsung menyusul istrinya di ruang makan.Mereka menanti Yasmin yang tadi juga pamit untuk me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD