Antara Tugas dan Romantisme

4993 Words
" Eh.. sayang.. bangun.. kok tidur di sofa sih, mana TV ga dimatiin lagi " Ucap Reyhan yang menemukan Istrinya tertidur pulas diatas sofa. Pagi itu Reyhan tampak segar setelah cukup beristirahat sedangkan Sarah tampak masih belum ingin membuka matanya. " Sayang... bangun dong.. ga biasanya kamu malas begini" Desak Reyhan sembari membelai rambut istrinya. " Ehmm.. ngantuk.." Ucap Sarah tanpa sedikitpun membuka matanya. Karena rasa kasihan akhirnya Reyhanpun membiarkan istrinya terlelap tidur, sedangkan Reyhan tampak mengambil handuk dan menuju kamar mandi untuk mandi dan bersiap berangkat bekerja, Ia masih mengingat janjinya kepada Sarah untuk tetap bersemangat bekerja dan mencari Klien baru. Suara kemercik guyuran air terdengar hingga ruang tengah dimana Sarah terbaring tidur diatas sofa. sedikit demi sedikit matanya mulai terbuka karena telinganya yang mendengar berisiknya suara gemercik air dari kamar mandi. " Hah.. aku bisa sampai tertidur disini, Mas Reyhan sudah mandi sedangkan aku belum menyiapkan makanan dan kopi untuk mas Reyhan" Suara suara dalam hati Sarah akhirnya memaksa tubuh Sarah bangkit dari sofa dan menuju dapur. " Eh udah bangun sayang?" Ucap Reyhan saat keluar dari kamar mandi. Reyhan bertelanjang d**a dan hanya menggunakan handuk yang membalut bagian bawah tubuhnya. Entah kenapa nafsu birahi Sarah kembali memuncak melihat pemandangan itu, mungkin karena malam itu Sarah hanya bermain-main dengan jemarinya untuk melepaskan gairahnya saat melakukan video call dengan Dewa. " Ganti baju mas.. biar aku masak sebentar, aku belum sempat memasak yang rumit, aku buatkan mie instan saja ya mas?" Ucap Sarah pada suaminya. " Iya sayang tidak apa-apa, aku juga belum terlalu lapar, yang penting kopi hitamnya ya Sayang.." Jawab Reyhan sembari mengancingkan kancing kemejanya. Reyhan berjalan menuju teras untuk menyalakan motor tuanya, karena motor itu butuh waktu untuk bisa menyala di pagi hari. Sementara itu Sarah sedang sibuk di dapur memasak mie instant untuk suaminya. Tak lama kemudian masakan itu telah selesai dipersiapkan, Sarah menyiapkan mangkuk dan sendok diatas meja makan. " Mas makan dulu mas... mie nya sudah siap" Seru Sarah ke arah Reyhan yang berada di teras dan belum juga berhasil menyalakan motornya. Reyhanpun meninggalkan motornya dan masuk menuju meja makan untuk menyantap sarapan yang sudah dipersiapkan oleh Istrinya. " Motornya belum bisa nyala mas? " Tanya Sarah pada suaminya sambil menyendokkan mie rebus ke mangkuk kosong yang ada dihadapan Reyhan. " Belum sayang.. ngambeg kali tuh motor" Kata Reyhan sambil mulai meniup makanannya yang masih panas dan berasap. " Ya iyalah ngambeg, cuman dinaikin aja tapi ga dikasih perawatan " Ucap Sarah sembari menuangkan air putih di gelas Reyhan. " Kamu ga usah menyindir begitu aku sedang masa sulit jadi butuh dukungan" Jawab Reyhan dengan raut muka kesal. Sedangkan Sarah baru sadar bahwa ucapannya menyinggung suaminya padahal maksudnya bukan tentang kehidupan rumah tangganya tetapi benar-benar tentang motor suaminya itu. " Eh mas.. kok kamu tanggapannya begitu, aku bicara soal motor mas, sungguh.. aku sama sekali tidak menyindir kamu" Ucap Sarah. " Kamu tidak usah bersilat lidah aku tau apa yang ada di pikiranmu" Ucap Reyhan dengan nada marah. " Lho mas kok marah-marah? Sungguh mas aku sama sekali tidak seperti yang mas pikirkan, mas hanya salah memahami ucapanku" Sarah mencoba menjelaskan dan membuat suaminya mengerti. " Ya sudah aku tidak akan menaiki kamu hingga aku berhasil memenuhi kewajibanku memberikan kamu materi" Ucap Reyhan dengan nada tinggi sambil melepaskan sendoknya dan beranjak meninggalkan meja makan. " Mas kok ga dihabiskan makannya?" Ucap Sarah. " Nafsu makanku sudah hilang" Jawab Reyhan. " Mas aku ga mau cek cok pagi pagi ya mas.." kata Sarah yang mulai ikut terbawa emosi akibat reaksi suaminya. " Ya sudah aku berangkat.." Kata Reyhan sambil menuntun Motornya yang tidak mau menyala seolah ingin segera enyah dari hadapan istrinya. Sedangkan Sarah merasa sangat kesal dan tidak dihargai oleh suaminya. Kemarahan itu seakan akan mulai membakar hati Sarah. Ia meraih ponselnya dan mengirim chat pada suaminya yang pergi begitu saja tidak seperti biasanya. " Mas.. mas ada uang untuk ke bengkel tidak? aku transfer ya untuk perbaiki motor mas, maaf kalau mas tersinggung, tapi sungguh mas aku sama sekali tidak bermaksud mencela mas" Isi chat w******p Sarah pada suaminya. tidak ada balasan sedikitpun dari Reyhan tetapi Sarah berfikir untuk tetap mentransfer dana ke suaminya agar suaminya itu tidak mengalami kesulitan akibat motornya yang mogok. Bukti transfer m-banking pun Sarah kirim ke suaminya. Walaupun chat Sarah kepada suaminya tidak ditanggapi, namun setidaknya Sarah sudah merasa lega karena telah mentransfer dana ke rekening suaminya, jadi ia tidak lagi kawatir jika suaminya membutuhkan uang untuk memperbaiki sepeda motor. Sarah kembali konsentrasi dengan pekerjaannya, Ia mulai mulai menghubungi beberapa hotel di bandung untuk memastikan ketersediaan kamar walaupu peserta gathering tidak lebih dari 25 orang namun Sarah memastikan semuanya mendapatkan pelayanan terbaik. " Pagi mas Dewa, Hotel sudah siap dan sudah saya booking sesuai dengan konsep yang saya buat, rencananya besok saya akan ke bandung untuk memastikan tempat kegiatan outdoornya, sekalian melihat kelayakan hotelnya" Chat w******p Sarah kepada Dewa. " Ok terima kasih Sarah.. saya percayakan sepenuhnya ke kamu, oh iya kamu ke Bandung naik apa? jangan bilang kamu mau jalan kaki ya hahaha.." Canda Dewa menjawab chat dari Sarah. " Hmmm.. kebiasaan deh Mas Dewa bercanda terus, ya ngga lah mas, saya naik travel dan dibandung saya sewa mobil" Ucap Sarah via chat w******p. " Gimana kalau bareng aku aja? aku ada rencana meeting juga di Bandung besok? " Tawaran dari Dewa kepada Sarah. " Hmmm.. kok kebetulan sekali ya? tapi tidak usah repot repot mas, saya kan dibayar untuk melakukan semua ini" Jawab Sarah menolak tawaran dari Dewa. " Sepertinya kamu alergi ya sama aku, sampai tidak mau bareng sama aku" Ucap Dewa " Tuh kan bisa aja cara maksanya hmmm.. memang gitu kalau Sultan ga bisa ditolak" Jawab Sarah. " Ok deal ya berarti, mau dijemput dimana dan jam berapa? " Tanya Dewa " Aku tunggu di ATM kemarin saja ya mas pukul 9 pagi, tapi beneran ini mas tidak merepotkan? " Jawab Sarah " Iya beneran dong aku kan juga mau lihat tempat yang kamu pesan, sesuai seleraku atau tidak" Kata Dewa " Lho katanya meeting mas kok malah lihat tempat? " Tanya Sarah. " Iya.. meeting sama kamu maksudnya.. hahahaha" Ucap Dewa dengan candaan. " Ih mas ini ga jelas banget deh" Ucap Sarah " Iya nih makin ga jelas setelah deket sama kamu" Jawab Dewa. " Ok deh mas, Sultan selalu benar deh" Ucap Sarah " Eh Sarah boleh tanya tidak? " Kata Dewa " Boleh mas, mau tanya apa? " Kata Sarah " Kamu kok belum punya anak, kamu KB atau gimana? " Tanya Dewa " Iya mas, aku dan mas Reyhan sementara menunda kehamilan dulu sampai kondisi ekonomi kami membaik" Jawab Sarah " Wah Asik dong" Kata Dewa " Kok asik maksudnya?" Jawab Sarah " Iya dong asik, bebas keluar di dalam hahahaha" Kata Dewa dengan candaannya. " Ih mas malu ih ngobrolnya pribadi banget" Jawab Sarah. " Ga usah malu ah.. kan udah saling lihat polosnya semalam hahaha" Canda Dewa " Ih mas jangan diingetin ih.. aku malu banget kalau inget kejadian semalam" Ucap Sarah " Jujur body kamu selera aku banget terutama pantatmu yang berisi bikin aku gemes pengen nepuk hahaha" Ucap Dewa " Hmmm.. tadinya aku sih jaim ya mas, tapi mas sudah bablas terus ngobrolnya, ya udah deh.. memang sih kata orang pantatku gemesin, tapi kalau kata suamiku yang lebih bikin ketagihan Mrs. V ku selalu rapet hehehe" Kata Sarah " Aduh.. kamu ini bikin aku ga kuat deh, Ya udah see you tommorow ya" Kata Dewa Sarah kembali ke pekerjaannya menyiapkan segala sssuatu kebutuhan untuk acara gathering perusahaan Dewa. Entah kenapa Bibirnya terus tersenyum senyum mengingat Dewa, Pria putih bermata biru itu seolah olah mengisi penuh ruang pikiran Sarah, entah kagum atau apa Sarahpun bingung menanggapi perasaannya sendiri. Hingga Sarah lupa bahwa suaminya ssdang kesal kepadanya. Pagi itu seperti biasa, Sarah menyiapkan sarapan untuk suaminya sebelum suaminya berangkat kerja. " Mas.. aku sudah masak untuk kamu makan malam nanti ya, Sudah ada di meja makan, takutnya aku pulang kemaleman" Ucap Sarah sambil melayani suaminya di meja makan. " Memangnya kamu naik apa?" Tanya Reyhan. Sarah berfikir tidak mungkin dia mengatakan yang sebenarnya itu sama saja membuat suaminya cemburu, lagipula Sarah juga merahasiakan bahwa Dewa adalah Klien yang sedang menggunakan jasanya. " Mungkin naik Bus mas kalau kemalaman, atau travel, apa saja lah ga usah difikirkan aku bisa mengaturnya" Kata Sarah " Eh jangan dong sayang, udah kalau kemaleman kamu nginep saja di hotel sampai pagi, baru kamu pulang pagi harinya, aku ga mau kamu bahaya ya perjalanan malam-malam" Kata Reyhan " Tapi nanti mas bagaimana dirumah sendiri dong? , besok pagi sarapan mas gimana?" Jawab Sarah " Sudahlah sayang aku bukan bayi yang ga bisa ngurus sarapanku sendiri, lagipula aku kan bisa pesan online" Kata Reyhan. " Ya sudah deh kalau mas maunya begitu" Jawab Sarah. Reyhan beranjak dari meja makan, berdiri dan mencium kening istrinya. " Hati hati ya disana, jangan lupa kasih kabar, Mas berangkat dulu ya, hari ini akan ada klien baru yang ingin bertemu mas" Kata Reyhan. " Iya mas, eh kunci rumah sudah bawa? " Tanya Sarah " Sudah sayang.." Jawab Reyhan sambil berlalu menuju teras rumah dan segera berangkat mengendarai motornya. Sedangkan Sarah mulai berdandan dan bersiap siap berangkat karena ia tidak ingin sampai mas Dewa yang menunggu. Sarah segera berjalan menuju ATM, langkah kakinya bergerak cepat karena khawatir mas Dewa sudah datang dan menunggunya. dan Akhirnya tibalah Sarah di parkiran sebuah mini market dimana ternyata Mobil Mercy Warna Hitam milik Dewa sudah terparkir disitu. " Mas.. maaf ya, menunggu lama ya? maaf mas aku tadi mengurus suami sebentar " Ucap Sarah dengan perasaan tidak enak karena telah membuat Dewa menunggu. " Sudah ga apa apa, masuk cepet" Jawab Dewa sambil mulai memegang setirnya. Akhirnya mereka berdua melaju meninggalkan tempat itu untuk menuju kota Bandung. " Mau ngebut atau santai? " Tanya Dewa " Hmmm saya kan numpang mas.. bagaimana mas Dewa aja" Jawab Sarah sambil malu-malu melihat ke arah keluar jendela. Sarah merasa canggung duduk di samping Dewa apalagi dalam perjalanan jauh ke Bandung. " Mas ada acara apa ke Bandung? " Tanya Sarah untuk memecah kesunyian. " Acara nganterin kamu" Jawab Dewa sambil senyum-senyum. " Mas Dewa bercanda terus ah" Reaksi Sarah sambil mencubit lengan Dewa dengan manja. " Eh maaf mas.. reflek" Kata Sarah sambil menahan rasa malu karena reflek tangannya mencubit lengan Dewa. " Ga apa apa" Jawab Dewa sambil tangannya memegang tangan Sarah, tapi Sarah melepaskan sentuhan tangan Dewa , Sarah merasa canggung dan serba salah, " Aku harus bisa menaklukkan Sarah" Kata Dewa dalam hati. Dewa terus berusaha melakukan pendekatan, tangan kirinya diarahkan merangkul bahu Sarah, Namun Sarah melepaskannya " Apa sih ini, mas Dewa aneh sekali" kata Sarah dalam hati " Kita makan siang dimana ini? " Tanya Dewa " Di rest Area mungkin ya? " Jawab Sarah Dewa tampak mencuri-curi pandang pada wanita yang ada di sebelahnya. Perjalanan sudah berlangsung 1 jam dan tampaknya keduanya merasa lapar, akhirnya mereka memutuskan untuk mampir sejenak di rest Area karena mereka akan menempuh perjalanan panjang via tol. Mereka berdua akhirnya turun dari mobil menuju sebuah restaurant masakan Jawa yang berada di dalam Rest Area. Suasana Restaurant tampak tidak begitu ramai karena hari itu memang bukan weekend. Dewa tampak duduk dan berbincang dengan karyawannya via telepon, sedangkan Sarah sedang memilih milih menu makanan. " Mas Dewa mau makan apa?" Tanya Sarah Jari telunjuk Dewa menunjuk pada menu makanan yang disodorkan olah Sarah sebagai isyarat. Kemudian Sarah menulis menu pesanan pada secarik kertas yang telah disediakan dan memberikannya pada pelayan. Sarah tampak diam, matanya tertuju pada pria yang duduk di hadapannya, ia memandangi mata biru pria berdarah setengah bule itu, Tak bisa dipungkiri ketampanan Dewa membuat Sarah tak mampu mengendalikan pandangannya. Sambil terus berbicara dalam telepon tiba-tiba tangan kiri Dewa memegang tangan Sarah yang tidak jauh dari jangkauan. Sarah merasa canggung sedikit demi sedikit dengan lembut Sarah menarik tangannya agar terlepas dari sentuhan tangan Dewa. Hingga akhirnya makananpun tiba di meja mereka dan Dewa mengakhiri panggilan teleponnya. Mereka berdua tampak lahap menyantap makan itu, mengkin perjalanan yang jauh sedikit menyita energi mereka berdua. Setelah selesai makan, mereka kembali ke dalam mobil dan melanjutkan perjalanan ke Bandung. Sarah tampaknya sedikit mengantuk hingga akhirnya tertidur dalam perjalanan. Dewa tampak mencuri curi pandangan kepada wanita yang duduk di sampingnya itu. " Perempuan ini benar-benar membuatku gila, aku harus bisa menaklukkannya" sesekali Dewa menyentuh pipi Sarah yang tampak tertidur lelap. Mobil itu dipaju semakin cepat dan tak lama kemudian mereka telah memasuki Kota Bandung sedangkan waktu menunjukkan Pukul 1 siang, Rencana pertama mereka adalah menuju hotel yang akan dibooking yang berada di kawasan atas kota Bandung, setelah menempuh perjalanan dalam kota selama 15 menit akhirnya sampailah mereka berdua di hotel itu. Dewa memarkirkan mobilnya dan dipandu oleh beberapa petugas hotel, akhirnya mobil itu terparkir tidak jauh dari lobby. " Ini mau aku yang kerja apa kamu yang kerja?" Ucap Dewa sambil menepuk pundak Sarah, Sarah yang masih lelap tertidurpun seketika terjaga. " Lho.. udah sampai.. eh maaf maaf mas.. aku ketiduran, maaf ya mas? " Ucap Sarah sambil merapikan dandanannya. " Ya sudah aku keluar dulu, sebatang dulu ya" Ucap dewa memberikan isyarat bahwa ia ingin merokok sebentar. " Mas mau ikut masuk atau bagaimana? " Tanya Sarah " Saya diluar saja nyonya, saya kan cuma supir" Jawab Dewa dengan nada canda. " Mas rencananya malam ini saya menginap, karena saya dilarang pulang malam, mungkin saya akan buka kamar disini, mas kalau mau lanjut kegiatan silahkan ya mas saya besok pulang sendiri tidak masalah, Tapi jika mas ingin menginap juga biar sekalian saya bukakan satu kamar lagi" Tanya Sarah pada Dewa. " Masa berangkat diantar pulang tak diantar kayak jelangkung aja hahaha" Ucap Dewa. " Oh.. mas mau stay juga, ya sudah bisar saya pesankan 2 kamar kalau begitu" Ucap Sarah sambil membuka buka tasnya mencari sesuatu. " Satu kamar aja kali.." Kata Dewa " Hah.. gimana mas? " Tanya Sarah " Iya Satu kamar saja kali, kamarnya kan besar " Jawab Dewa. Sarah sejenak terdiam dan pikirannya melayang layang mengartikan maksud dari Dewa " Kok mas Dewa minta satu kamar saja, apa tidak salah dengar ya aku ini" Ucap Sarah, tapi Sarah akhirnya berfikir mungkin Dewa hanya ingin menghemat budget saja, Akhirnya pikiran positif Sarah membuatnya segera masuk ke dalam hotel dan menemui marketing Hotel itu. " Selamat Siang ada yang bisa dibantu? " Salam dari Resepsionis Hotel itu " Saya mau bertemu Ananda marketing disini, saya sudah buat janji, Saya Sarah dari Jakarta" Jawab Sarah. " Baik ibu, Sebentar saya panggilkan, Silahkan Ibu duduk dulu" Kata Resepsionis mempersilahkan Sarah duduk. Tidak lama kemudian keluarlah seorang wanita yang tidak terlalu tinggi, langsing, dengan wajah cantik khas orang sunda menghampiri. " Ibu Sarah ya.." Kata Ananda " Iya.." Jawab Sarah Mereka berdua bersalaman dan akhirnya Ananda menjelaskan kepada Sarah dengan bantuan brosur brosur tentang hotel itu, Perbincangan meliputi sekitar fasilitas kamar, kolam renang, dan Halaman Luas yang bisa manampung parkir Bus. Tampaknya semua sesuai dengan harapan Sarah, Akhirnya Sarah memutuskan untuk membooking Hotel itu di tanggal acara Gathering, Pertimbangan Sarah Hotel itu ada di daerah Lembang yang notabene daerah Wisata dan tempat diadakannya acara gathering itu. " Sudah masuk ya transfernya" Ucap Sarah menunjukkan bukti transfer melalui M banking di ponselnya. " Baik bu mohon ditunggu sebentar saya konfirmasi dulu dengan bagian keuangan" Jawab Ananda. Akhirnya urusan Sarah mengurus hotel telah selesai. Sarah juga tidak lupa membooking satu kamar untuk malam itu. " Sudah beres mas urusan hotel dan konsumsi, saya tinggal urus lokasi gathering dan rangkaian acara saja" Kata Sarah saat menghampiri Dewa yang sedang duduk di teras Lobby hotel itu. " Oh.. bagus deh, terus kamu mau ke tempat gatheringnya sekarang?" Tanya Dewa sambil mematikan rokoknya. " Tidak perlu sih mas bisa saya urus via chat saja, nanti mereka akan kirim ke saya konsep acara dan jadwalnya" Jawab Sarah Waktu sudah menunjukkan pukul 3 sore saat itu. " Capek juga ya ternyata nyetir Jakarta Bandung" Kata Dewa. mendengar ucapan Dewa itu Sarah merasa bersalah. " Mas capek ya? Maaf ya mas, tau begitu mas tidak perlu antar saya, jadi merasa ga enak deh saya, Oh iya mas mending istirahat saja dulu tidur sebentar gitu mas, Kamar sudah saya booking" Kata Sarah " Oh gitu.. boleh deh" Jawab Dewa akhirnya mereka berdua menuju kamar di hotel itu yang letaknya berada di lantai 2. Sarah membuka kamar dan mereka berdua masuk ke ruangan itu, Kamar yang cukup besar dengan pemandangan dan balkon menghadap hamparan sungai dan persawahan, Ranjang King Size yang cukup luas, Kamar mandi dengan shower dan bathup. Sarah sibuk melihat lihat setiap sudut kamar, tetapi dia tiba tiba terkejut saat membalikkan badan. Dilihatnya Dewa sudah bertelanjang d**a, Badannya yang atletis dengan d**a bidang dan perut six pack membuat Sarah serba salah sekaligus berfikir kotor. " Mas kok tidak pakai baju" kata Sarah sambil menundukkan kepalanya seolah olah tidak melihat Dewa. " Aku tidak bawa baju ganti karena kupikir tidak menginap, jadi baju kusimpan dulu supaya tidak kotor" Jawab Dewa. Sarah terdiam di sudut kamar seolah bingung dengan apa yang harus ia lakukan saat ia berada dalam satu ruangan dengan pria tampan itu. " hah.. bagaimana ini Sarah, kamu ini bagaimana bisa terjebak dalam situasi ini" Ucapan Sarah dalam hati. Dalam diam dan penuh kebingungan tiba tiba Dewa datang menghampiri Sarah. Jarak mereka semakin dekat dan Dewa mendekatkan wajahnya ke arah wajah Sarah, Sarah hanya terdiam menutup mata, tiba-tiba kedua bibir mereka bersentuhan, Dewa menjulurkan lidahnya hingga menembus ke dalam bibir Sarah, Sarah hanya pasrah dan diam. kedua tangan Dewa mulai melingkari pinggul Sarah dan kedua telapak tangannya meremas p****t Sarah yang berisi. Sarah pun mulai tidak tahan dan akhirnya membuka matanya dan membalas ciuman bibir Dewa. kedua telapak tangan sarah bertumpu di d**a Dewa yang berotot, Sarah mulai menciumi leher Dewa semakin lama turun ke arah d**a Dewa,. " Esssh...layani aku sayang..." Ucap Dewa penuh gairah sambil menarik hijab Sarah sampai terlepas. Sarahpun melepas kemejanya hingga ia terlihat hanya menggunakan Bra warna Hitam. " Mas serius ingin aku layani? " Ucap Sarah sambil membuka resleting Celana Dewa " Iya sayang.. aku mencintaimu oh..essh.." Desah Dewa merasakan sentuhan jemari Sarah. " Mas.. ogughc.. " Sarah mulai mengulum Mr. P Dewa yang menegang dan keras " Oh..ssst... terus sayang.. enak sekali..eashh.." Suara Dewa mendesis menikmati kuluman Sarah di Mr. P nya. Sarah terus mengulum Mr. P Dewa hingga semakin menegang dan memanjang, Dan Sarah takjub karena Mr. P Dewa ternyata sebesar 28 cm, juga begitu tebal hingga tidak mampu tenggelam di mulut Sarah sepenuhnya. " Hmmm.. Sarah berapa aku harus gaji kamu jika kamu menjadi istri simpananku? .. eshhh.. ah.." Tanya Dewa sambil menahan kenikmatan. Sarahpun sejenak menghentikan kulumannya. " Mas serius?.." Tanya Sarah " Iya.. eshhss.. oh yes.." Jawab Dewa sambil menikmati kocokan jemari sarah di Mr. P nya. " Jujur tanpa dibayarpun aku senang melayani mas Dewa, aku suka sama mas Dewa, tapi jika mas menawarkan aku uang, aku terima berapapun mas Dewa kasih" Jawab Sarah sambil melanjutkan kuluman mulutnya di Mr. P Dewa. " Aku boleh sodok Mrs. V mu kapan saja aku mau? Oh.. essth...shit.." Tanya Dewa. " Iya mas silahkan, selama situasinya memungkinkan dan suamiku tidak tau" Jawab Sarah. Dewa melepas celananya yang masih menggantung dan mengambil posisi berbaring di Ranjang. " lepaskan seluruh pakaianmu" Ucap Dewa memerintahkan Sarah Sarahpun melakukan apa yang diperintahkan Dewa, Sarah melepas jelana Jeans nya, celana dalamnya serta Bra yang ia pakai. " Spermaku tampaknya sudah memberontak sejak dari Jakarta, Mungkin ini tidak akan lama, Tapi aku ingin kita lanjutkan lagi malam ini sepuasnya" Ucap Dewa. Sarah mulai merangkak diatas tubuh Dewa dan mulai menduduki dan memasukkan Mr. P Dewa ke Mrs. V nya. " Oh...ackh... sst.. mas aku belum pernah merasakan yang sebesar ini Oh.." Ucap Sarah sambil menggoyangkan pantatnya naik turun memompa Mr. P Dewa. Mukaut Sarah mulai menyerang dan menciumi bibir Dewa, sedangkan Dewa meremasi p******a Sarah yang menggantung tapi tidak terlalu besar. Semakin lama pompaan pinggul Sarah semakin cepat hingga akhirnya secara bersamaan mereka berdua mencapai Klimaks, Sarahpun membiarkan cairan hangat yang keluar dari Mr. P Dewa membasahi Lubang Rahimnya, ia jatuhkan tubuhnya di dalam pelukan Dewa, wajah Sarah tampak begitu bahagia setelah mendapatkan kepuasan. Kedua tubuh itu terkapar, Sarah menyandarkan wajahnya di d**a Dewa, Sarah baru saja merasakan kenikmatan yang berbeda yang selama ini tidak ia rasakan, pelukan yang lembut dari Dewa yang sesekali menjatuhkan kecupan di dahinya. Dalam hati Sarah sesungguhnya tidak percaya apa yang terjadi padanya, baru kali ini ia menyerahkan tubuhnya untuk dinikmati laki-laki lain selain suaminya. Tetapi di sisi lain ia merasakan kenikmatan yang luar biasa dan rasanya tidak mampu ia lewatkan. Dewa Seorang Pria Tampan, Kaya, Romantis, seolah tidak ada kekurangan sedikitpun di mata Sarah. " Bagaimana sayang? kamu ingin aku tetap disini atau aku pergi? " Tanya Dewa sambil membelai rambut Sarah yang menaruh kepala di d**a Dewa. " Hmmm.. Mas.. jangan kemana mana ya.. aku ingin menikmati malam ini sama Mas.." Jawab Sarah dengan wajah tersenyum. " Tolong ambilkan HP ku sayang.." Pinta Dewa kepada Sarah karena ponsel Dewa berada di samping ranjang dekat dengan Sarah. Sarahpun meraih ponsel Dewa dan memberikannya pada Dewa. Tak lama kemudian Dewa menunjukkan layar ponselnya kepada Sarah. " Uang belanja bulan ini sayang.. aku sudah transfer 30 juta" Kata Dewa. " Hah.. mas kok serius sih? " Tanya Sarah sembari terkejut. " Iya kan kamu sekarang istri simpananku, Ingat ya.. kapan saja aku mau, kamu harus melayaniku" Ucap Dewa. " Iya mas.. tapi janji juga ya lihat situasi" Jawab Sarah sambil mengelus pipi Dewa. " Kita berendam di bathup yuk sayang" Ajak Dewa. " Berdua? " Jawab Sarah " Iyalah berdua" Kata Dewa " Ga sempit mas?.. aku kan gemuk" Ucap Sarah " Kamu ga gendut sayang, kamu montok, seksi" Jawab Dewa sambil mengecup kening Sarah. Akhirnya mereka berdua menghabiskan sore itu dalam rendaman air hangat di bathup, Hingga akhirnya matahari mulai tenggelam, Sarah dengan berbalut handuk keluar dari kamar mandi dan membuatkan kopi untuk Dewa. " Mas kopinya manis apa tidak? " Tanya Sarah pada Dewa yang tampak masih malas dan masih tetap berada di dalam Bathup. " Sedang saja cantik.." Jawaban Dewa membuat Sarah tersipu-sipu dan semakin tergila-gila pada Dewa. Pria itu benar-benar seperti yang Sarah impi-impikan. Tampan, Kaya, Romantis, dan mampu memuaskan Sarah di Ranjang. " Mas kita mau keluar makan atau kita pesan saja ya? " Tanya Sarah " Aku ikut saja keinginanmu sayang" Jawab Dewa. " Apa kita pergi keluar saja kali ya mas? sambil jalan-jalan lihat Bandung" Kata Sarah. " Boleh sih.. tapi tidak perlu malam malam ya pulangnya" Kata Dewa " memangnya kenapa mas? " Tanya Sarah sambil mengaduk kopi di cangkir. " Ya sayang waktunya, aku ingin puas puasin bercinta sama kamu" Jawab Dewa " Ih.. mas nakal ya.. memangnya ga capek apa mas? " Kata Sarah. " Ga ada capek sayang kalau untuk menikmati kecantikan kamu" Jawab Dewa. Sarahpun mulai memakai pakaian dan berdandan, karena malam itu mereka berdua berencana berkencan keluar Hotel, untuk menikmati malam di kota Bandung. Setelah selesai makan, belanja pakaian dan perhiasan, Sarah dan Dewa kembali ke Hotel. Waktu menunjukkan pukul 10 malam, tak mau buang waktu begitu Sarah menutup pintu kamar, Dewa langsung menyergap dan mencium bibir Sarah "uhmm.. mas sabar mas.. aku bersih bersih dulu" kata Sarah sambil berusaha melepaskan diri dari dekapan Dewa. " Hmm.. aku sudah tidak tahan sayang" Jawab Dewa. Dewa tampak tidak mau melepaskan Sarah dan terus menghujamkan ciuman di bibir Sarah, sambil tangannya meremas remas p******a Sarah yang masih terbungkus kemeja. Namun Sarah akhirnya melepaskan diri dan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, Sedankan Dewa duduk di sofa bertelanjang d**a seolah-olah tidak sabar menunggu Sarah keluar dari kamar mandi. Tak lama kemudian Sarah keluar dari kamar mandi dengan berbalut handuk, Mata Dewa tampaknya tak mau berhenti memandang pada Sarah, Sarahpun menghampiri Dewa yang duduk di sofa, Sarah mencondongkan wajahnya mendekati wajah Dewa, Bibir mereka berdua berpautan dalam ciuman yang panas, Sarah membuka resleting celana Dewa dan menurunkannya, tangan kanan sarah menelusup ke dalam celana dama Dewa dan menggenggam batang Dew a yang sudah mengeras, Sambil Bibirnya terus mengulum bibir Dewa dan berpautan. Dewa melepaskan handuk yang membungkus tubuh Sarah, tangannya meremas dan memainkan kedua p******a Sarah " Eshh.. ah...mas suka?" Tanya Sarah " Iya sayang.. oh..eshhh.." Jawab Dewa dengan mata terpejam menikmati sentuhan sentuhan Sarah " Hmmm.. tampan sekali kamu mas.. oh..eshhtt.." Ucap Sarah sambil mencium bibir Dewa. Dewa segera berdiri dan melepaskan celana dalamnya, Sarahpun langsung memahami, Sarah mulai berjongkok wajahnya menghadap ke Batang besar Dewa yang telah mengeras, Jemari Sarah mulai menyentuh dan menggenggamnya tak lama kemudian Sarah mulai membuka mulutnya dan memasukkan batang besar itu berlahan ke dalam mulutnya, Batang besar itu memenuhi mulut Sarah, panjangnya terkadang mendobrak tenggorokkan Sarah hingga Sarah terasa ingin muntah, kedua tangan Dewa meraih kepala Sarah dan mendorong maju mundur. "Oughrrgh.. ourghrggrr.. oughrr" Suara keluar dari mulut Sarah yang dijejali batang besar dan panjang milik Dewa. Lima menit sudah batang besar itu menghajar mulut Sarah hingga air liur sarah bercucuran menetes ke karpet. Dewa meraih tubuh Sarah dan menggendongnya, Ditaruhlah Sarah diatas Ranjang yang dilapisi selimut warna putih, Dalam keadaan terbaring Sarah membuka lebar kedua pahanya, Dewa mulai mendekatkan wajahnya ke arah lubang kenikmatan Sarah, Dijulurkan lidah Dewa menjilat menyentuh dinding lubang kenikmatan Sarah. " Ah..oh.. Mas Dewa..nikmat sekali mas.. oh.." Ucap Sarah mendesah sambil kedua tangannya menarik kepala Dewa. Dewa pun terus memainkan lidahnya sampai menelusup masuk ke lubang kenikmatan Sarah yang mulai basah. dua jari Dewa juga ditusukkan masuk ke lubang kenikmatan itu, sambil lidahnya terus menjilati dinding lubang kenikmatan Sarah. Dewa terus memainkan Sarah hingga Sarah mengelinjang tak karuan. " Mas sudah mas.. masukin mas.." Pinta Sarah sambil matanya berkedip-kedip menahan kenikmatan. Dewa terus menjilati lubang kenikmatan Sarah sambil sesekali tangannya meraih gunung kembar milik sarah dan meremasinya.. " Mas.. ah.. masukin mas.." Ucap Sarah memohon mohon. " Kamu ingin aku menyetubuhimu? " Tanya Dewa sambil mulai berdiri. " Iya mas.. aku mau" Ucap Sarah sambil menahan nafsunya yang sudah tak tertahan. Dewa mulai membalikkan tubuh Sarah dan membimbing Sarah untuk menungging membelakanginya. Sedangkan Dewa tetap berdiri diatas lantai dan menggeserkan Sarah hingga ke pinggir ranjang, Diarahkanlah batang besar Dewa itu ke arah lubang kenikmatan milik Sarah, Ujung batang itu sudah menyentuh dinding lubang kenikmatan Sarah, Berlahan Dewa mendorong batang besarnya masuk ke dalam lubang kenikmatan Sarah ssdangkan kedua tangan Dewa meremas kuat kedua belahan p****t Sarah yang cukup tebal. " Acchk.. pelan-pelan mas besar sekali rasanya penuh sekali.. uughhggfftt.." Rintih Sarah menahan rasa perih bercampur nikmat. Akhirnya Dewa berhasil memasukkan batang besarnya hingga mendobrak ujung rahim Sarah, Dewa mulai menggoyangkan pinggulnya maju mundur dan berirama. " Oh.. Oh.. Yah.. yah.. oh.. my .. god.. oh... oh... yah.." Sarah tak mampu menahan kenikmatan surga dunia itu hingga mulutnya berteriak teriak begitu kencang hingga suaranya terdengar menembus dinding dinding kamar itu. Sedangkan Dewa semakin cepat memompa sambil sesekali menepuk p****t Sarah dengan begitu keras terdengar " Plak.. Plak.." p****t sarah terlihat membekas warna merah akibat tamparan tangan Dewa di p****t Sarah. Sarahpun berkali kali mendapatkan klimaks akibat pompaan dari Dewa di lubang kenikmatannya. " Ackhh.. aku keluar mas.. oh.." Rintih Sarah. Setelah delapan kali Sarah mendapatkan klimaks di posisi itu, Dewa sejenak menghentikan permainannya dan berpindah posisi. Dewa membaringkan diri di ranjang dan meminta Sarah menaikinya. Sarahpun segera menduduki batang besar Dewa yang berdiri tegak. " Ah..ah.. oh.. mas... enak sekali.. aku keluar berkali kali..Oh.. yes.." Jerit Sarah sambil menggoyangkan pinggulnya naik turun memompa batang besar milik Dewa. Saat Sarah sedang asyik menunggangi tubuh Dewa tiba-tiba ponsel Sarah pun berbunyi, Terlihat panggilan masuk dari suaminya, Namun Sarah mengabaikannya dan terus melanjutkan permainannya, Ponsel itu terus berbunyi akhirnya Sarah meraihnya dan memberikan isyarat pada Dewa untuk diam, Walaupun sambil menerima telepon, Sarah juga tidak ingin menghentikan pinggulnya bergoyang memompa batang besar Dewa. " asshh.. ah Iya mas.." Ucap Sarah menerima telepon dari suaminya. " Kamu kenapa Sayang?" Tanya Reyhan penasaran mendengar suara Sarah yang aneh. " Ga apa apa mas.. oh..esshh..." Jawab Sarah. " Kok merintih rintih?" Tanya Reyhan. " ussh...oh.. esshh iya mas.. ini lagi sakit gigi oh.. eshhh..oh.." Ucap Sarah sambil mempercepat goyangannya. " Hah.. kamu sakit? periksa deh.. cari dokter disitu daripada kamu ga tahan sakitnya" Kata Dewa dengan khawatir. " Oh..oh..oh..essh... esh... ahhh... Aku keluar asshh..." Rintih Sarah mendapatkan Klimaks " Keluar gimana? " Tanya Reyhan " Iya mas mau keluar ke dokter gigi lah.." Jawab Sarah sambil menikmati sisa sisa klimaksnya. " Ya sudah kamu urus dulu deh buruan berobat, jangan lupa kasih kabar ya" Kata Reyhan. " Iya mas.." Jawab Sarah sambil langsung menutup telponnya dan melemparkannya kembali ke sisinya. " Dasar laki-laki loyo mengganggu saja" Ucap Sarah dengan nada kesal sambil kembali menggoyangkan pinggulnya memompa batang besar Dewa yang begitu perkasa dan masih berdiri tegak walaupun telah membuat Sarah klimaks puluhan kali. " Ughh.. yes.. gimana mas..? enak tidak Lubangku.. oh... essh... yes.." tanya Sarah pada Dewa sambil tubuhnya berguncang guncang memompa Batang besar Dewa. " Oh.. enak sayang" Jawab dewa sambil meremasi kedua gunung kembar Sarah yang menggantung. "Oh.. iya mas... lubang ini untuk kamu mas, essh... oh.. pakai aku kapanpun kamu mau mas..oh.. yeaa.. setubuhi aku sesukamu, sepenuhnya untuk kamu mas.. suamiku biar dapat sisanya saja.. oh.. wahhh.. fuck.." Ucap Sarah yang telah merancau dan telah bangun sisi liarnya akibat nikmatnya batang besar milik Dewa. " oh.. yes.. sayangnya tetap saja bukan aku yang mendapatkan keperawananmu..oh.." Ucap Dewa sambil menikmati goyangan Sarah. " Oh.. yes.. terus mas ingin aku bagaimana mas? Oh... essh.. yes.. fuck.. aku keluar lagi.. ohh...esshhhhh hmmm" Desah Sarah yang lagi lagi mendapatkan klimaks. Begitu Pula Dewapun mendapatkan ereksinya. Akhirnya mereka berpangut berpelukan, tubuh Sarah berada diatas tubuh Dewa. " Terima kasih ya mas.. aku puas sekali" Ucap Sarah sambil memegang dagu Dewa. " Iya Sayang aku juga puas, kamu memang luar biasa" Ucap Dewa. " Mas butuh berapa lama lagi untuk On lagi mas? Aku mau lagi hehehe" Ucap Sarah sambil tertawa. " Tunggu satu jam lagi ya sayang" Jawab Dewa. Akhirnya malam itu Sarah dan Dewa menghabiskan waktu dengan bercinta sampai pagi, Sarah pun terkesima dengan keperkasaan Dewa yang luar biasa.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD