Kebohongan & Pengkhianatan

2544 Words
Setelah kejadian di Bandung, dan setelah project Gatheringnya selesai, Sarah telah melewati permasalahan ekonomi, Bahkan Sarah terus-terusan mendapatkan suntikan Dana dari Dewa, Hal ini membuat Sarah berfikir bahwa tidak mungkin ia terus mengharap bantuan dari Dewa, Sarah mulai mencoba membuka usaha kecil-kecilan dengan berjualan online, Ia mulai memberdayakan bakat memasaknya terutama dalam membuat kue, Hal itu Sarah lakukan supaya Suaminya tidak mencurigainya bagaimana ia mendapatkan uang yang terus bertambah, Maka dibukalah sebuah Usaha baru Sarah yang bermerek dagang Sarang Cake. Berawal hanya iseng-iseng saja tetapi tanpa diduga produk buatan Sarah banyak digemari masyarakat, awalnya Sarah hanya memasak kue jika ada pembelian Online melalui media sosial saja, Tetapi karena permintaan yang terus meningkat akhirnya Sarah memutuskan untuk memproduksi produk buatannya secara rutin, dengan dibantu dua karyawan, Sarah telah sibuk dengan aktivitasnya di dapur komersilnya. " Sayang.. aku berangkat dulu" Ucap Reyhan pada Sarah di pagi itu sambil mengambil sepotong kue buatan Sarah yang diletakkan di meja makan. " Eh.. itu kuenya mau dikirim.. mas gimana sih? " Ucap Sarah menegur suaminya. " Ah.. cuman sepotong aja, nanti buat lagi lah" Jawaban Reyhan sambil berlalu begitu saja. Tak lama kemudian saat Sarah masih sibuk dengan peralatan dapurnya, tiba-tiba terdengar suara notifikasi whatsaap dari ponsel Sarah. " Sayang.. aku lagi pengen.. making love yuk.." Chat dari Dewa " Ish... mas ini aku lagi sibuk bikin kue ini lho" Jawab Sarah " Ah tinggal aja sebentar sayang kita check in short time yuk" Ucap Dewa dalam chat " Ih mas ini.. iya iya sebentar ya aku kasih tugas karyawanku dulu, nanti aku ijin keluar belanja, mas mau tunggu dimana? " Jawab Sarah " Di Ruko depan perumahan ya" Ucap Dewa " Ya udah sebentar aku siap-siap dulu" Jawab Sarah sambil mengakhiri chat nya. " Rin.. kamu tolong beresin semua pesanan ya, aku mau keluar belanja bahan baku dulu" ucap Sarah pada Ririn salah satu karyawannya. " baik bu, Ibu lama tidak ya? " Tanya Ririn. " Ya sekitar 2 sampai 3 jam deh, Udah ga usah pakai tunggu saya, begitu kue selesai langsung kirim" Jawab Sarah. " Baik Bu" Kata Ririn sambil memeriksa kue di dalam oven. Akhirnya Sarah segera meninggalkan rumah dan mengorder ojek online ketempat dimana Dewa telah menunggunya. Ojek onlinepun telah tiba dan Sarah segera berangkat. Sampailah Sarah di dipen Ruko dimana ia telah melihat mobil Dewa terparkir di depan toko es krim. Sarah segera turun dari motor ojek online yang mengantarnya dan menghampiri mobil Dewa. Tanpa berlama-lama Sarah membuka pintu mobil Dewa dan masuk ke dalam mobil itu. " Sudah lama mas menunggu? " Tanya Sarah sambil menaruh tasnya di dashboard mobil. " Sebentar sih.. cuman menunggu kamu sedetik saja rasanua berjam jam" Jawab Dewa sambil menggombal. Sarah tersenyum-senyum mendengar ucapan Dewa. " Kemana kita?" Tanya Sarah sambil mengelus pipi Dewa. " Kita cari hotel lah Sayang yang dekat saja" Jawab Dewa. " Ih mas ini ga sabar aja" Ucap Sarah. Mobil itu akhirnya melaju menuju sebuah hotel yang letaknya tidak jauh dari tempat itu. Setelah memarkir mobil di basement hotel, mereka berduapun keluar dari mobil. Sarah membiarkan Dewa naik ke lobby terlebih dahulu untuk reservasi, dan Sarah sengaja memperlambat diri supaya tidak tampak jika mereka berdua datang bersama, Sarah khawatir jika ia bertemu dengan orang yang ia kenal di hotel itu. Setelah Dewa selesai Reservasi Sarahpun mengikuti langkah Dewa namun seolah-olah tidak saling mengenal. Mereka berdua memasuki Lift dan menuju ke lantai 8 Bangunan Hotel itu. Mereka berdua keluar dari lift dan menuju kamar yang telah direservasi. Begitu masuk di dalam kamar, Dewa langsung menarik pinggang Sarah ke pelukannya, Dewa langsung menghujamkan ciuman ke bibir Sarah, dan Sarahpun membalasnya, kedua bibir mereka berpautan, tangan Sarah berinisiatif membuka satu per satu kancing kemeja yamg dikenakan oleh Dewa, Sarah tangan sarah memgelus bidang d**a Dewa yang kekar dan ssdikit berbulu halus. Dewa pun seakan tak mau kalah, Dewa melapaskan hijab yang dipakai oleh Sarah. " Ah.. pelan-pelan mas.. ini hijab ada jarum pentulnya" Ucap Sarah karena jarum yang ada di hijabnya sedikit menggores lehernya, Sarahpun akhirnya melepaskan sendiri seluruh pakaiannya dan mulai berjongkok di bawah Dewa yang sedang berdiri. Sarah membuka celana Dewa dan menurunkannya, Sarah mulai mengelus batang besar dewa yang masih terbungkus celana dalam. dan tak lama kemudian tampak isi celana dalam itu membesar dan mengeras, Sarah mengeluarkannya dan menggenggam batang itu, Sarah mulai memgulum batang besar milik Dewa yang sudah tampak berdiri tegak. " Essh.. ah.. sayang enak sakali sayang.." Rintih Dewa menahan kenikmatan. Dewa menekan kepala Sarah dengan kedua tangannya agar batang besarnya masuk lebih dalam lagi ke dalam mulut Sarah hingga menyodok tenggorokan. Sarah sedikit terburu-buru karena ia hanya punya waktu sedikit untuk melayani Dewa. " Ayo mas.. jangan lama-lama aku harus kembali ke rumah sebelum mas Reyhan pulang" Ucap Sarah sambil mengambil posisi membelakangi Dewa dan kedua tangannya bertumpu di sandaran sofa. Dewa pun segera mengarahkan batang panjangnya menembus lubang kenikmatan Sarah. " Achk.. sssttt.. mas.. enak banget" Ucap Sarah sambil memejamkan mata menikmati sodokan batang besar Dewa di lubang kenikmatannya. Dewa mulai mengguncang tubuh sarah dengan pompaan yang semakin lama semakin cepat hingga Sarah meronta-ronta menahan nikmat. Tak lama kemudian Sarah mencapai klimaksnya " Ah.. assth.. oh yes.. mas aku keluar oughh.." Rintih Sarah menikmati klimaks, sedangkan Dewa tetap tidak berhenti menggoyangkan pinggulnya. Tak lama kemudia Dewapun mencapai ereksinya. " Oh.. essh.. oh... ah.." Desah Dewa yang mendapatkan puncak kenikmatan sambil tangannya menjambak rambut Sarah ke belakang. Dewa mencabut batang besarnya dari lubang kenikmatan Sarah, dan Sarahpun segera menuju kamar mandi untuk membersihkan diri karena ia harus segera kembali ke rumah. Dewa membaringkan diri di ranjang seolah merasa lega hasratnya telah terlampiaskan. Tak lama kemudian Sarah telah selesai mandi dan mulai berpakaian di depan kaca rias. " Mas.. aku naik taksi online saja ya, Mas istirahat dulu disini tidak apa-apa, aku buru-buru mas.." Ucap Sarah sambil mulai memakai hijabnya. " Kenapa sih terburu buru sekali? " Tanya Dewa sambil menyalakan sebatang rokok. " Ih mas ini ya.. aku ini kan istri orang mas.. nanti deh kalau weekend aku cari alasan supaya kita bisa main sampai puas" Ucap Sarah yang sudah selesai berdandan. " Ya sudah hati-hati sayang" Ucap Dewa saat Sarah sudah membuka pintu untuk meninggalkan kamar itu. Sarah melangkah menuju lobby, Sambil sibuk dengan ponselnya untuk memesan taksi online. Dan tak lama kemudian Taksi online sudah tiba dan Sarah segera meninggalkan tempat itu dan kembali ke rumah. Setelah sampai di rumah, Sarah kembali memeriksa pekerjaan karyawannya untuk memastikan semua pesanan telah rampung dan terpenuhi. Terdengar suara motor Reyhan di teras rumah, Sarah mengetahui bahwa itu adalah Reyhan suaminya, Sarah segera menuju dapur untuk menyiapkan kopi untuk suaminya. " Rame pesanannya Sayang? " Tanya Reyhan sambil duduk di ruang tengah. " Lumayan mas.. ini sudah mulai kuwalahan" Jawab Sarah. " Sayang.. aku ada berita bagus" Ucap Reyhan. " Berita apa mas? " Tanya Sarah. " Iya sayang jadi gini, ada yang ingin berinvestasi di bisnis travelku, jadi ingat tidak waktu kamu aku ajak acara reuni dulu? ada teman kuliahku bernama Dewa, itu yang keturunan bule, ingat kan? " Tanya Reyhan. " Hah.. mas Dewa..? " Ucap Sarah dengan nada terkejut. " Lho kok kamu gitu banget reaksinya? kamu ga suka? " Tanya Reyhan " Oh.. ini mas kaget saja mungkin saking senangnya" Jawab Sarah sambil otaknya berfikir, ada apa dengan Dewa sampai dia mau menginvestasikan modal ke usaha suaminya yang jelas-jelas macet. " Jadi begini selain berinvestasi dia juga akan mengajarkanku mengembangkan bisnis, misalnya seperti mulai membuat paket-paket wisata luar negeri, Thailand, Singapore, Turki, dan banyak lagi, jadi kemungkinan aku akan segera ke thailand untuk MOU kerjasama dengan hotel hotel yang ada disana, Kamu ga apa apa kan sayang? atau mau ikut? " Ucap Reyhan " Oh bagus itu mas, mas aja deh yang jalan, kan mas tau sendiri usahaku juga lagi rame banget" Jawab Sarah sambil memikirkan apa sebenarnya maksud dan tujuan Dewa membantu suaminya. Tapi ternyata otak cerdas Sarah dengan mudah dapat membaca tujuan Dewa, Baginya Dewa hanya berusaha membuat suaminya pergi ke luar negeri agar Dewa dapat lebih puas menghabiskan waktu bercinta dengannya. " Hmmm.. ada ada saja cara mas Dewa ini" kata terlontar di dalam hati Sarah mengiringi wajah Sarah yang tampak senyum-senyum kecil Malam mulai tiba rasanya tubuh Sarah mulai letih, karena selain bekerja, ia juga menemui Dewa dan melayani pria itu, Hari belum terlalu malam, Sarah sudah terbaring di ranjang dan tertidur pulas, Reyhan tampak mendekati Sarah dan mencium kening Sarah, Sarah tetap terlelap dalam tidurnya. Tampaknya Reyhan ingin mengajak Sarah bercinta namun tidak tega melihat Sarah yang keletiham. Akhirnya Reyhan pun memutuskan untuk tidur. " Mas.. bangun sudah pagi" Ucap Sarah membangunkan suaminya yang masib tertidur pulas di pagi itu. " Mmmhhmm bentar Sayang.." Jawab Reyhan dengan malas. Sarahpun membiarkan Reyhan dan segera keluar dari kamar untuk melakukan aktivitas kesehariannya, memasak, menyiapkan kopi, dan mempersiapkan pekerjaannya memproduksi kue. Tak lama kemudian Reyhan keluar dari kamar dengan handuk di lehernya. " Sayang aku hari ini akan pergi ke notaris untuk menanda tangani kontrak kerja sama bagi hasil dengan Dewa." Ucap Reyhan sambil menuju kamar mandi. " Iya mas, semoga sukses ya" Jawab Sarah sambil tetap sibuk dengab urusan dapurnya. Sarah diam diam mengirim chat kepada Dewa. " Mas.. hmmm.. ada rencana apa sama mas Reyhan? " Ucap Sarah dalam chatnya kepada Dewa. Tetapi tampaknya tidak ada balasan dari Dewa, Sarah berfikir mungkin Dewa sedang sibuk atau sedang menyetir. Reyhan tampak sudah segar setelah mandi, Seperti biasa reyhan bersiap-siap untuk berangkat bekerja. Tidak seperti biasanya Reyhan sedikit lebih rapi, mungkin karena Reyhan akan pergi ke notaris untuk urusan kontrak kerja sama. Setelah menyantap sarapan dan meneguk secangkir kopi, Reyhan segera meninggalkan rumah dan mengendarai motornya. Sarahpun mulai mempersiapkan bahan bahan membuat kue, sambil menunggu dua karyawannya datang. Tak lama kemudian kedua karyawan Sarah yaitu Ririn dan Lusi datang. " Eh Rin jangan lupa cek pesanan ya, Lusi kamu mulai belajar resep dari Ririn ya, Jangan sampai telat ya pesanan hari ini banyak" Perintah Sarah pada kedua karyawannya. Saat sedang sibuk-sibuknya di dapur tak lama kemudian notifikasi w******p Sarahpun berbunyi. Sarah segera melap tangannya dan melihat ponselnya. " Sayang kontrak kerjasamanya sudah selesai dan uang investasinya sudah masuk ke rekeningku" Chat dari Reyhan. " Syukurlah mas.. semangat ya mas.." Jawab Sarah. " Tapi sayang karena investasinya cukup besar, aku diwajibkan membuka beberapa cabang di luar kota dan merekrut karyawan, sepertinya aku akan sibuk sekali sayang" Ucap Reyhan dalam chatnya. " Ya tidak apa-apa mas.. kan juga untuk kemajuan kamu" Jawab Sarah. Tampaknya Reyhan sudah mulai sibuk, dalam satu minggu Reyhan bisa dua sampai tiga kali keluar kota, Cabang sudah dibuka di lima tempat dalam pulau jawa. Selain cabang yang mulai banyak, Reyhan juga mendapat bantuan dari Dewa berupa rekomendasi kepada seluruh relasi Dewa. Hal itu membuat Reyhan mau tidak mau kuwalahan menangani order, tetapi karena Rdyhan adalah tipikal pria yang rajin dan pekerja keras, maka semua itu menjadi tantangan dan kesenangan tersendiri. " Mas.. sudah makan? " Ucap Sarah pada Reyhan yang sedang berada di Surabaya yaitu salah satu cabang travelnya yang baru saja dibuka. " Sudah sayang.. tadi makan siang dengan klien, Oh iya sayang tadi dewa telpon aku, katanya dia butuh rekomendasi makanan dan menu untuk acara kantornya, kamu kan produksi makanan dan kamu ahlinya, toling kamu bantu Dewa ya sayang." Ucap Reyhan dalam chat itu. " Ih.. mas ini aku kan juga sibuk mas.. pesanan banyak" Jawab Sarah " Tolonglah sayang.. kamu tau sendiri kan seberapa banyak Dewa telah membantu aku, tolong sayang.. kali ini saja please.." Ucap Reyhan sedikit memaksa. " Ya sudah deh.. terus aku harus bagaimana? " Tanya Sarah. " Ya sudah kamu temui Dewa sebentar kamu ajak dia ke tempat tempat catering yang menu makananannya enak" Ucap Reyhan. " Kenapa dia tidak suruh orang saja sih mas? " Tanya Sarah. " Ya aku ga tau sayang, bagaimanapun tolong kamu bantu deh.. ya please.. aku banyak hutang budi sama dia" Ucap Reyhan dalam chat itu. " Iya Iya deh ya sudah kasih aku nomor teleponnya" Ucap Sarah yang berpura-pura belum memiliki nomor ponsel Dewa. Tak lama kemudia Reyhan mengirimkan no kontak Dewa kepada Sarah. Sarahpun berfikir dan tersenyum-senyum menanggapi semua itu, peristiwa-peristiwa terjadi begitu sempurna dalam rancangan Dewa, Sarah semakin kagum kepada Dewa, Pria itu dia anggap sosok yang sangat cerdas walaupun semua rencana itu hanya untuk mewujudkan perbuatan kotor mereka berdua, melancarkan perselingkuhan mereka, tapi Sarah sudah terlanjur tergila-gila pada pria tampan itu, Hatinya tak terasa sudah mulai terbagi, bahkan Dewa telah merebut perhatian Sarah lebih besar daripada ke suaminya sendiri. Saking larutnya Sarah berimajinasi sampai sampai tak terasa kue yang sedang ia masak gosong karena Sarah salah mengatur suhu Ovennya. " Eh.. bau apa ini? " Ucap Ririn Sarahpun tersadar " Hah.. eh iya.. gosong.. Rin kuenya aduh..." Ucap Sarah sambil memgambil lap dan mengeluarkan kue yang gosong dari dalam Oven. " Kok bisa gosong ya bu? " Tanya Lusi sambil membantu Sarah mengeluarkan kue yang gosong itu satu per satu. " Ibu Salah atur suhunya bu, suhunya terlalu tinggi" Ucap Ririn. " Hah.. iya ya? aduh gimana sih aku ini kok jadi pikun begini" Ucap Sarah sambil menepuk dahinya, sedangkan Ririn dan Lusi hanya tersenyum senyum melihat bos nya yang sedang panik itu. " Tolong buat lagi yang sama ya, tampaknya otakku butuh istirahat ini" Perintah Sarah pada kedua karyawannya. Sarahpun meninggalkan dapur dan udk di sofa untuk beristirahat. " Mas.. Dewa.. sedang sibuk ya?" Sarah mengirimkan chat kepada Dewa. " Ga kok.. kenapa Sarah?" Jawab Dewa. " Iya mas lagi pusing aku, masak kue gosong semua" Ucap Sarah " lho kok bisa sih? " Tanya Dewa " Iya mas.. mikirin kamu jadi ngalamun, salah atur suhu oven deh aku" Jawab Sarah. " Hahahaha.. kangen ya? " Ucap Dewa menggoda Sarah. " Hmm.. mas ini tau aja sih.. iya mas sudah seminggu lebih tidak ketemu, ya soalnya aku kan juga menstruasi mas, kalaupun ketemu mas juga aku ga bisa dipakai juga hahaha" Ucap Sarah " Hmmm.. kalau sekarang masih mens? " Tanya Dewa " Ga sih mas.. sudah selesai, kenapa? mas mau pakai?" Goda Sarah. " Hahaha kucing ditawarin ikan mana bisa nolak" Jawab Dewa dengan canda. " Iya mas.. kamu kucingnya suka nyolong ikan di meja makan tetangga wkwkwkwk" Jawab Sarah. " Ya sudah terus mau gimana? " Tanya Dewa " Mau healing ah.. berendam di bathup yang ada mawarnya, rilex.., enak kali ya mas? " Ucap Sarah. " Ya sudah aku booking president suite ya" Ucap Dewa. " Ih.. buat kapan mas? " Tanya Sarah " Besok gimana? Reyhan masih di Surabaya kan?" Tanya Dewa. " Boleh.. mas.. ih ga sabar aku pengen healing tanpa gangguan aktivitas sehari hari" Ucap Sarah Sarahpun mengakhiri chat dan kembali ke dapur dengan semangat, hatinya merasa senang karena telah membuat janji bertemu dengan Dewa, Seluruh pekerjaan ia segera selesaikan. Dan Sarahpun tidak lupa memberikan arahan kepada kedua karyawannya agar melakukan pekerjaan dengan baik esok hari. Sarah mengatakan bahwa ia akan ada urusan bisnis esok hari, dan msnyerahkan semua urusan produksi dan pengiriman kepada kedua karyawanya. " Besok Ibu ada urusan diluar, kamu berdua urus pesanan ssperti biasa ya, kerja yang bagus jangan main hp terus" Ucap Sarah pada kedua karyawannya. " Siap bu.. asal ada bonusnya hehehe" Jawab Ririn dengan nada bercanda. " Bukan cuman bonus Rin.. ada oleh-olehnya juga, tapi janji ya semua beres dan ga ada masalah" Ucap Sarah. Sarahpun merasa lega setelah memastikan semuanya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD