Serasa Honey Moon

4893 Words
Pagi itu Sarah sudah mengemasi pakaiannya, ia akan pergi selama dua hari yaitu jumat siang hingga minggu sore, tampaknya ia sudah jatuh cinta pada pria itu, Dewa telah membuat Sarah dimabuk kepayang, memang tak bisa dipungkiri mudah bagi Dewa untuk membuat setiap wanita jatuh cinta, tak terkecuali dengan wanita yang telah bersuami sekalipun, Dewa pria yang tampan dengan wajah Bule nya, atletis, kaya, dan romantis, membuat setiap wanita ingin selalu dekat dengannya, tapi kadang Sarah berfikir kenapa Dewa memilihnya untuk dijadikan simpanan. Sarah merasa tidak cantik, tidak langsing, tidak tinggi, dan tertutup hijab entah apakah memang selera Dewa atau Dewa yang terobsesi dengan istri orang. tapi yang jelas Sarah tidak ingin mengelak dari kenikmatan yang diberikan oleh Dewa baik dari sisi materi maupun kepuasan di ranjang. Walaupun Sarah juga tidak tau kemana mereka akan membawa hubungan rahasia itu. Sarah sudah berdandan rapi, make up nya sedikit jauh lebih sensual daripada biasanya, Dengan hati yang berbunga-bunga Sarah berangkat menuju hotel dimana Sarah dan Dewa membuat janji. Taksi Online membawa Sarah dengan laju yang sedikit cepat tetapi tetap saja terhalang oleh kemacetan kota Jakarta, Sarah menghabiskan waktu di perjalanan dengan menghubungi Dewa via chat w******p. " Mas aku sudah otw ya.. kamu dimana? " Tanya Sarah " Aku sudah sampai hotel dan sedang selesaikan administrasi kamar" Jawab Dewa " Hmmm.. mas masuk kamar dulu saja nanti aku menyusul" Ucap Sarah " Aku tunggu saja di loby sayang, nanti kamu ga bisa masuk, kan pakai kartu akses lift nya" Jawab Dewa " Oh iya ya.. aku lupa" Ucap Sarah. Sarah meminta supir taksi untuk sedikit lebih cepat, tampaknya Sarah sudah tidak sabar menikmati kebersamaannya dengan Dewa. Taksi pun menambah kecepatannya dan beberapa menit kemudian sampailah Sarah di hotel yang dituju. Sarah menginjakkan kaki di loby dan matanya melihat sekeliling mencari dimana Dewa duduk. Akhirnya Sarah menemukan pria itu yang sedang membaca majalah di sofa Lobby. " Mas Dewa.. sudah lama menunggunya mas? " Sapa Sarah sembari duduk di samping Dewa " Ayo langsung naik saja" Ajak Dewa sambil berdiri dan menarik tangan Sarah yang baru saja duduk. Sarahpun akhirnya kembali berdiri dan berjalan berdampingan dengan Dewa menuju Lift. Setelah lift terbuka mereka berdua masuk dan menuju ke lantai 8 yaitu lantai tertinggi di Hotel itu merupakan lantai president suite yang terdapat akses langsung ke kolam renang. " Sayang kita berenang dulu yuk" Ucap Dewa di dalam lift sambil tangannya merangkul pundak Sarah. " Tapi aku tidak bawa baju renang mas" Jawab Sarah. " Ga perlu sayang kamu telanjang aja hahaha" Ucap Dewa dengan nada bercanda. " Ih.. mas ini serius tau.." Ucap Sarah sambil mencubit hidung Dewa. " Tenang sayang.. aku sudah siapkan" Ucap Dewa sambil mengelus elus kepala Sarah. Lonceng Lift berbunyi tanda telah sampai di Lantai yang dituju, Sarah dan Dewa keluar dari lift dan menuju kamar yang telah dipesan. Beberapa saat setelah masuk ke dalam kamar, Dewa duduk di sofa ruang tamu sambil menyalakan televisi, sedangkan Sarah berkeliling melihat setiap sudut kamar yang cukup luas itu. " Wah kamarnya luas sekali dan lengkap, begini ternyata rasanya president suite, ih.. norak sekali sih kamu Sarah" Ucap Sarah dalam hati berbicara pada dirinya sendiri. " Sarah.. ayo jadi tidak kita berenang" Ucap Dewa meneriaki Sarah. " Kan aku tidak bawa pakaian renang mas.." Jawab Sarah " Sini dulu deh" Kata Dewa meminta Sarah menghampirinya. Sarahpun melangkahkan kaki menuju sofa dimana Dewa sedang duduk dan menonton televisi. " Ada apa mas..? " Tanya Sarah sambil berdiri di hadapan Dewa. Dewa memberikan sepotong lipatan kain berwarna hitam, dan ternyata itu adalah bikini. " Hah.. mas yang benar saja mas, aku pakai ini? " Tanya Sarah terkejut. " Iya.. memangnya kenapa? " Ucap Dewa. " Ih.. malu mas ini seksi banget" Jawab Sarah. " Kenapa malu? kan pakainya di kolam renang, kalau pakainya di mall baru malu hahahaha" Ucap Dewa sambil tertawa terbahak-bahak. " Ih mas.. aku kan tidak terbiasa pakai pakaian terbuka begini" Jawab Sarah " Sudahlah.. ayo kita ke kolam" Ucap Dewa sambil segera menarik tangan Sarah. Mereka berdua keluar dari kamar itu dan menuju kolam renang yang terletak di rooftop atau lantai paling atas. Sesampainya di kolam Dewa langsung menuju ke ruang ganti untuk berganti pakaian renang. " Aku ganti dulu ya" Ucap Dewa kepada Sarah " Mas serius ini aku harus pakai? " Tanya Sarah dengan nada panik. " Iya sayang kamu pakai, kita kan mau berenang" Jawab Dewa sambil meninggalkan Sarah menuju ke ruang ganti. " Aduh.. Sarah.. apa-apaan ini? masa kamu pakai bikini sih malu tau" kata-kata Sarah dalam hati berbicara pada dirinya sendiri. Sarah merada ragu-ragu namun karena Dewa meminta Sarah maka Sarah akhirnya yakin dan percaya diri menggunakan bikini itu. Dewa sudah keluar dari ruang ganti dan segera menceburkan diri ke kolam renang, setelah beberapa kali berenang melintasi kolam Dewa mencari cari dimana Sarah, matanya terus tertuju ke arah pintu ruang ganti wanita, Sampai akhirnya munculah Sarah dengan mengenakan bikini yang ia berikan, tampak di wajah Sarah menahan malu saat melangkah mendekati kolam, bagian bawah Sarah masih dililit handuk mungkin karena Sarah masih merasa malu, Dewa pun tersenyum-senyum melihat tingkah Sarah. " Kenapa? " Tanya Dewa sambil tersenyum melihat Sarah yang mengambil posisi duduk di kursi santai. " Mas nih.. malu tau.." Jawab Sarah sambil dengan wajah panik bercampur malu. Sarah masih merasa ragu dengan apa yang ia kenakan, walaupun sebenarnya banyak juga wanita di kolam itu yang mengenakan pakaian renang sejenis itu. Dewa segera naik dari kolam dan menghampiri Sarah. " Tidak apa-apa lah biasa saja" Ucap Dewa sambil mengulurkan tangan pada Sarah. Akhirnya Sarahpun berdiri dan melepas handuk yang melilit bagian perut ke bawahnya dan segera menceburkan diri ke kolam agar tidak terlihat. Begitu pula dengan Dewa yang segera menyusul Sarah, Siang itu Sarah dan Dewa bercanda gurau di kolam renang, Dewa mengajarkan Sarah cara berenang yang baik, Karena Sarah memang tidak mahir berenang, Dewa mengangkat perut Sarah dan meminta Sarah mengepakkan kedua kakinya. " ayo terus.. kamu bisa" Ucap Dewa Sarahpun tampak serius menikmati apa yang diajarkan oleh Dewa, sedikit demi sedikit Sarah mencoba mempeaktekkan apa yang diajarkan oleh Dewa. Bagi Sarah itu sangat menyenangkan seolah-olah ia kembali ke masa pacaran, Mendapatkan perhatian dari pria, berbagi cerita dan bersenda gurau, waktu serasa berjalan begitu cepat. " Sudah yuk.. nanti badanmu gosong" Ucap Dewa mengajak Sarah menyudahi acara berenang di siang itu. Sarah segera naik dari kolam, namun kali ini Sarah sudah tampak terbiasa dan percaya diri dengan apa yang dipakainya, Bahkan Sarah tampak bangga saat beberapa pria di kolam itu matanya tertuju pada tubuh Sarah, Tampaknya para pria itu mencuri-curi pandang pada p****t Sarah yang tampak padat dan berisi, Dewa pun segera menyusul Sarah naik dari kolam, keduanya masing-masing menuju ke ruang ganti untuk berganti pakaian. " Ganti baju setelah ini kita ke kafe hotel ya kita makan dulu" Ucap Dewa sambil lalu menuju ke ruang ganti pria. Setelah beberapa Saat mereka berdua tampak sudah keluar dari kamar ganti, Ada yang berbeda dengan Sarah saat itu, Sarah tampak tidak menggunakan hijabnya dan mengurai rambutnya yang masih basah, Pakaian yang Sarah pakaipun tampak berbeda, Sarah menggunakan tanktop warna putih, dengan bawahan celana jeans panjang yang membentuk tubuh. Dewa tampak terkesima melihat penampilan Sarah. " Kamu cantik sekali Sarah" Ucap Dewa sambil merangkul pundak Sarah dan membimbingnya berjalan meninggalkan lokasi kolam renang. " Hmm.. cantikan juga istri mas kali.." Jawab Sarah. " Ah kamu ini, jika saja aku bertemu kamu sejak dulu, pasti aku akan kejar kamu sampai dapat" Ucap Dewa. " Masa sih mas.. gombal ya hayo.." Jawab Sarah sambil mencubit hidung Dewa. Mereka berdua berjalan menuju lift dan hendak turun ke lantai bawah untuk menikmati makan dan minum. " Kamu lapar tidak? " Tanya Dewa pada Sarah sambil menekan tombol lift. " Belum sih mas, tapi kalau mau makan ayo aja" Jawab Sarah. "Mau makan di cafe atau di kamar?" Tanya Dewa. " Gimana kalau di kamar aja mas? Aku takut kalau ada yang melihat kita, siapa tau kenalan kamu atau kenalanku gitu" Jawab Sarah. Dewa pun merubah tujuan Liftnya jadi ke lantai kamar mereka. " Ya sudah kalau begitu" Ucap Dewa sambil menekan tombol Lift. lift sudah terlanjur turun hingga ke ground floor dan akhirnya mereka memutuskan kembali naik ke lantai 8, pintu lift terbuka tiga orang wanita berpakaian spg masuk ke dalam lift, salah satu wanita itu tampak mencuri-curi pandang kepada Dewa. " Hmmm.. pesona mas Dewa memang tidak bisa dianggap enteng, itu cewek matanya melototin mas Dewa melulu" Ucap Sarah dalam hati. " Eh Sarah.. ingat.. kamu hanya sekedar bersenang-senang, buang jauh-jauh rasa cemburumu itu" Kata-kata itu bergeming di kepala Sarah. Sarah sendiri merasa ragu, apakah ia sedang cemburu ataukah hanya sekedar merasa kesal dengan tingkah perempuan yang memandang Dewa dengan mata liarnya itu. Sampailah mereka di lantai 8, Sarah dan Dewa keluar dari Lift dan menuju kamar mereka. Setelah masuk ke dalam kamar Dewa menjatuhkan tubuhnya ke sofa dan mengambil daftar menu makanan. " Sarah.. kamu mau makan apa? " Tanya Dewa " Mas aja pilih dulu, aku mau mandi sebentar tadi mandinya kurang bersih karena buru-buru, Sambil mau berendam air hangat juga hehehe" Jawab Sarah " Ya sudah aku yang pilihkan saja ya" Tanya Dewa pada Sarah yang tampak sedang menuju kamar mandi. " Iya deh boleh, memangnya Mas Dewa tau seleraku? " Ucap Sarah " Seleramu itu ya aku wkwkwkwk" Jawab Dewa dengan nada bercanda. " Ishh..." Reaksi Sarah sambil lalu dan memasuki kamar mandi. Sarah terkagum-kagum melihat kamar mandi itu, Luas, bersih, mewah, harum, tampak di dalam bathup ada serpihan mawar berwarna merah, Benar-benar seperti yang Sarah mimpi-mimpikan, Sarah menyalakan keran bathup untuk mengisinya dengan air hangat. Sarah mulai melepas pakaiannya dan menenggelamkan tubuhnya ke dalam air mawar yang hangat dan harum di dalam bathup. Sarah mulai memanjakan diri dan tubuhnya dalam rendaman air bunga yang hangat itu sambil sesekali tangannya menggosok bagian-bagian tubuhnya. Tak lama kemudian pintu kamar mandi terbuka, Dan tampak Dewa bertelanjang d**a dan hanya berbalut selembar handuk di bagian bawah. " Boleh dong ikut mandi" Ucap Dewa. " Sini mas.. biar aku bersihkan tubuhmu" Jawab Sarah. Dewa mulai masuk ke dalam Bathup yang ukurannya cukup luas itu, Dewa mulai bersandar dan menikmati hangatnya air yang merendam tubuhnya. Sarah mulai maju mendekati Dewa dan mencium bibir Dewa. Tangan Sarah bertumpu pada d**a Dewa, Dewapun membalas ciuman bibir Sarah, kedua tangan Dewa melingkar di pinggang Sarah. Keduanya larut dalam kemesraan di dalam rendaman air hangat penuh bunga mawar. Tampaknya Sarah tidak ingin melepaskan bibirnya dari bibir Dewa, matanya kadang terpejam menikmati rasa yang ia alami saat itu. Tak lama kemudian Sarah melepaskan bibirnya dari bibir Dewa dan membalikan tubuhnya bersandar di tubuh Dewa. " Kamu senang Sarah? " Tanya Dewa " Aku tidak pernah sesenang ini selama hidupku mas.., terima kasih ya mas" Ucap Sarah sambil memberikan kecupan di bibir Dewa. Dewa meraih botol wine yang tersedia di sisi bathup dan membuka tutup botolnya. kemudian ia meraih dua buah gelas yang juga tersedia di sisi bathup, Dituangkanlah oleh Dewa, Wine berwarna merah muda itu ke dalam kedua gelas. " Mari kita rayakan Sarah" Ucap Dewa sambil memberikan salah satu gelas yang sudah dituangi wine oleh Dewa. " Mas aku kan tidak biasa minum" Ucap Sarah. " Kali ini saja, untuk merayakan hari ini" Jawab Dewa Akhirnya Sarah mengambil Gelas itu dan mencicipinya " Ish.. rasanya aneh mas" Ucap Sarah " Coba lagi nanti pasti enak lama lama" Jawab Dewa Sarah mengikuti apa yang diucapkan Dewa, Setelah Itu mereka berdua menaruh gelas di sisi bathup Dewa meraih pinggang Sarah dan mendekatkan wajahnya ke wajah Sarah. Bibir dewa mulai menyentuh bibir Sarah dan kembali lagi mereka berdua berciuman bibir tapi lebih panas dari yang sebelumnya, tangan Dewa mulai menyentuh p******a Sarah dan meremasinya dengan lembut, Sedangkan jemari Sarah juga mulai meraba d**a Dewa yang ditumbuhi bulu bulu lembut. Dewa mulai menciumi bagian leher hingga ke pundak Sarah " Esshh.. mas.. aku jatuh cinta padamu" Ucap Sarah sambil kepalanya mendanga dan matanya terpejam saat dewa memainkan bibirnya menciumi leher hingga daun telinga Sarah. Dewa mulai berdiri di dalam Bathup dan mengarahkan batang besar miliknya itu ke hadapan Sarah. Sarah meraih batang besar itu dan menggengamnya, Ia mendekatkan mulutnya ke arah batang besar itu dan berlahan ia buka mulutnya, Batang besar itu ia kulum dengan berlahan-lahan, mulai dari ujungnya hingga lama lama ia memasukkan penuh ke dalam mulutnya, walaupun ia tidak sanggup memasukkan semuanya karena terlalu besar dan panjang. " Essh.. ah.. enak sekali " Ucap Dewa sambil menjambak rambut basah Sarah dan menariknya hingga kepala Sarah maju. " Oougghrgghh.." Suara mulut Sarah saat batang besar milik Dewa mendobrak kerongkongan Sarah. "Oh... yes..hmm.. enak sekali" Ucap Dewa. Sarah terus memainkan batang besar milik dewa, sesekali ia meludahinya dan menggunakan genggamannya untuk mengocok batang besar itu. Batang besar milik Dewa itu terasa sudah sangat keras dan kaku, Dewa membimbing Sarah untuk menyandarkan tangan di dinding bathup dan memposisikan diri membelakangi Dewa, Dewa mulai memgarahkan batang besar miliknya itu ke arah Lubang kenikmatan milik Sarah. Tak lama kemudian Blesshh... batang besar milik Dewa mendobrak masuk ke dalam lubang kenikmatan Sarah. " Ahck.. ssshh.. oh.. mas.. besar sekali mass..usshhh" Sarah sedikit terkejut saat batang besar dewa itu tiba-tiba masuk ke dalam Lubang kenikmatannya. Dewa pun mulai menggoyangkan pinggulnya maju mundur secara teratur agar batang besarnya memberikan pompaan ke lubang kenikmatan Sarah. " Oh.. Sarah.. enak sekali lubangmu.. pantatmu begitu tebal menjepit membuat ini semakin nikmat" Ucap Dewa sambil terus memompa batang besarnya. " ah ah ah.. esshh.. ah.. Iya mas.. punyamu juga enak sekali mas.. aku sepertinya mulai kecanduan" Ucap Sarah " Kamu suka Sarah? Mau aku genjot setiap hari hah? ackk.." Ucap Dewa sambil mulai mempercepat pompaannya dan menarik rambut Sarah ke belakang hingga kepala Sarah terdanga ke atas. " Achhkk.. ach..essh... iya mas lubang ini buat kamu mas.. bebas mas mau apain aja oh oh.. yes.." Ucap Sarah sambil ia mendapatkan klimaks nya. Dewa pun mencabut batang besarnya dari lubang kenikmatan sarah dan menggendong tubuh Sarah lalu kembali memasukkan batang besarnya ke dalam lubang kenikmatan Sarah. Sarah memeluk erat tubuh Dewa dan bertahan dalam gendongan Dewa, Sedangkan dewa mulai melontar-lontarkan tubuh Sarah ke atas dan naik turun hingga berkali kali terpaksa ujung lubang kenikmatan Sarah terdobrak dengan keras hingga Sarah berteriak-teriak. " Ah.. ah.. ahckh.. ssttt auw.. " Teriakan Sarah karena lubang kenikmatannya terdobrak dengan begitu keras Sarah mendapatkan klimaks hingga berkali-kali saat Dewa memperlakukannya seperti itu. Tubuh Sarah terus mengejang sampai akhirnya Dewa membawa Sarah ke Ranjang dan manaruhnya, Dewa kembali memasukkan batang besarnya ke lubang kenikmatan Sarah dalam posisi Sarah terbaring di ranjang, Tak mau berhenti sampai disitu Dewa mulai memompa batang besarnya dengan ritme yang lebih cepat sampai akhirnya Dewa mendapatkan klimaksnya, cairan hangat dirasakan Sarah mengalir di dalam lubang kenikmatannya, Dewa sejenak menahan tubuhnya dan akhirnya mencabut batang besarnya dari lubang kenikmatan Sarah. Kedua tubuh itu basah kuyup dengan keringat, Dewa segera menuju kamar mandi untuk mengguyur tubuhnya yang bermandikan keringat, Sedangkan Sarah tampak terkapar lemas di atas ranjang. Sarah merasakan kenikmatan yang tiada tara telah diberikan Dewa kepadanya. Sampai akhirnya terdengar ketukan pintu kamar, Sarah segera beranjak dari Ranjang dan membalut tubuhnya dengan handuk, Sarah membukakan pintu itu dan ternyata Makanan yang dipesan Dewa telah datang. " Makanannya sudah siap bu" Ucap petugas hotel yang canggung karena Sarah hanya berbalut Handuk. " masuk mas.. taruh saja di meja" Ucap Sarah. Petugas hotel itu segera masuk dan menata makanan dan minuman itu di meja, sedangkan Sarah merogoh tasnya untuk menyiapkan selembar uang lima puluh ribu rupiah untuk diberikan kepada petugas itu sebagai tips. "Ini mas buat mas, makasih ya" Ucap Sarah pada petugas itu dan Sarah segera menutup pintu kembali. " Mas mandinya jangan lama-lama ini makanannya sudah datang" Ucap Sarah " Iya sebentar" jawab Dewa. Dewa pun keluar dari kamar mandi dan Sarah bergantian masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Sarah mengguyur tubuhnya di bawah semlrotan shower air hangat, tubuhnya terasa segar setelah mendapatkan kepuasan dari Dewa. Percikan air yang mengguyur tubuh Sarah, ia rasakan seolah menggugurkan setiap kejenuhan hidupnya, walaupun di sisi lain Sarah tak mampu memungkiri dosa besar yang telah ia perbuat, Namun pesona Dewa dengan segala kelebihannya tak mampu dilewatkan begitu saja oleh Sarah, Hubungan yang tidak jelas arahnya pun ia abaikan demi mendapatkan setitik kenikmatan hidup yang telah lama ia nanti-nantikan. Sarah telah menyelesaikan mandinya, dengan mengenakan kimono, ia keluar dari kamar mandi dan menghampiri Dewa yang sudah menantinya untuk bersama-sama menyantap hidangan yang sudah tersedia. " Ayo makan dulu Sarah" Ucap Dewa sambil meraih piring hidangannya. " Iya mas.. pesannya banyak banget siapa yang mau makan mas? " Tanya Sarah. " Ya kamu makan yang banyak lah" Ucap Dewa. " Ih ga mau nanti tambah gendut" Jawab Sarah sambil tersenyum. Mereka berdua menyantap makanan itu, sambil menikmati pemandangan kota dari atas gedung lewat dinding kaca hotel yang mereka tempati. " Bagaimana bisnismu Sarah? " Tanya Dewa sambil mengunyah makanannya. " Ya biasa mas.. rame sih.. cuman namanya kemampuanku baru dua karyawan jadi ya masih segitu aja" Jawab Sarah sambil menuangkan air putih untuk Dewa. " Kenapa tidak buka toko saja sambil tambah karyawan? " Tanya Dewa. " Iya sih mas pengen, cuman belum berani, dan masih mikirin modalnya" Jawab Sarah. " Bagus kalau kamu bikin konsep seperti kafe kue, Kamu sediakan kue dan macam macam jenis minuman, Kamu cari tempat yang strategis dan asik buat nongkrong, kayaknya bakalan rame deh" Ujar Dewa. " Iya sih mas, maunya begitu tapi kan itu butuh modal besar" Jawab Sarah. " Ya kamu kam istri simpananku, tinggal kami sebut aja kebutuhannya berapa" Ucap Dewa. " Aku sudah banyak merepotkan mas Dewa, Mas Dewa juga sudah bantu usaha suamiku, aku ga mau terlalu banyak berhutang budi" Jawab Sarah. " Ya kamu berhutang budi kan kamu bayar nyicil pakai body hahahaha" Ucap Dewa dengan nada bercanda. " Ah mas ini kalau ngomong bikin aku malu" Jawab Sarah. Dewa telah selesai menyantap hidangannya, dan melangkah ke arah wastafel untuk mencuci tangannya. " Malam ini kita mau ngedate kemana? " Tanya Dewa sambil membasuh tangannya. " Saya ikut saja mas Dewa maunya gimana" Jawab Sarah. " Kita Clubing aja yuk, dugem dikit biar kepala ga puyeng" Ucap Dewa. " Aku sih ga pernah ya mas ketempat semacam itu, Lagian nanti orang tertawakan penampilanku yang kuno" Jawab Sarah. " Ya penampilan gampang, kita ngemall dulu belanja baju" Ucap Dewa. " Hehehe asik.. dibelanjain kan? " Tanya Sarah " Iya lah sayang.. memangnya aku kelihatan ga modal ya? " Ucap Dewa. " Hehehe.. ngga dong cakep.." Ucap Sarah sambil mengecup pipi Dewa. Sore itu Sarahpun bersiap-siap untuk mengunjungi mall bersama Dewa, Mereka berdua keluar dari kamar dan melangkahkan kaki menuju parkiran Hotel yang letaknya di lantai basement. Keduanya memasuki Lift dan segera turun menuju basement. Sarah sedikit menjaga jarak berdirinya dari Dewa karena ia khawatir jika ada seseorang yang mengenal mereka melihat mereka sedang berduaan. Liftpun akhirnya telah tiba di lantai basement. Mereka berdua melangkah menuju Mobil Dewa yang terparkir tidak jauh dari lokasi lift. Dewa memacu mobilnya menuju sebuah mall di kawasan selatan Jakarta, Hari itu situasi jalan sangat padat kerena bertepatan dengan jam pulang kerja dan weekend. Setelah beberapa menit di jalan akhirnya mereka berdua sampai di mall yang mereka tuju, Sarah kali ini sudah percaya diri bepergian tanpa hijabnya, bahkan Sarah menggunakan tanktop dan celana jeans. Sarah hanya ingin agar Dewa tidak malu saat berdampingan dengannya di muka umum. Mereka berdua sibuk memilih pakaian yang akan mereka beli di mall itu, " Sarah.. ini bagus nih.." Ucap Dewa sambil menunjukkan sebuah Lingerie. " Ih mas Dewa.. kita kan cari baju buat nanti hangout bukan buat tidur" Jawab Sarah. Sarahpun memilih beberapa pakaian dan membawanya ke kasir, Dewa segera mengikuti dan membayar seluruh belanjaan Sarah. " Sarah.. pakai saja sekalian, kan ini sudah hampir malam, kita langsung hangout aja" Ucap Dewa. " Gitu ya mas.. ya sudah deh" Ucap Sarah sembari menuju ke kamar ganti. Berbelanjapun telah selesai, Sarah dan Dewa meninggalkan mall dan memacu mobil menuju sebuah trmpat hiburan malam. Sampailah mobil itu di sebuah bangunan gedung yang berhiaskan lampu warna warni, Dewa segera memarkirkan mobilnya walaupun butuh waktu agak lama untuk mendapatkan tempat parkir yang kosong. Tapi akhirnya mereka berdua keluar dari mobil dan menuju pintu utama gedung itu. Tampak beberapa petugas keamanan berada di depan pintu. " Sudah Reservasi pak? " Tanya salah satu petugas keamanan. " Sudah.. jawab dewa sambil menunjukkan bukti Reservasi yang tersimpan di ponselnya. kemudia petugas mempersilahkan mereka masuk dan salah satu petugas menunjukkan pada mereka tempat yang bisa mereka pakai sesuai dengan Reservasi. Sarah tampak asing dengan segala pemandangan di tempat itu. Lampu sorot yang berwarna warni menyinari ruangan yang cukup redup itu diiringi suara musik yang begitu keras, Sarah sebenarnya tidak biasa dengan suasana seperti itu, matanya memandang pada orang-orang yang asyik tampak mabuk. Sedangkan Dewa tampak menikmati minumannya. " Sarah ayo minum.." ucap Dewa. " Maaf mas aku nonton saja sudah pusing apalagi minum" Jawab Sarah. Dewa tampaknya memahami bahwa Sarah tidak menyukai tempat itu. " Mau balik ke hotel aja? " Tanya Dewa. " Bagaimana mas saja, kalau mas masih betah disini aku temani" Jawab Sarah. " Ya sudah kita balik saja, kamu sepertinya tersiksa disini " Ucap Dewa sambil berdiri dan menggandeng tangan Sarah, mereka berdua melangkah melewati keramaian orang yang sedang asyik berdugem menuju ke pintu keluar tempat itu. " Maaf ya sayang aku tidak tau kalau kamu tidak senang tempat seperti ini" Ucap Dewa sambil berjalan menuju mobilnya. " Tidak apa mas" Jawab Sarah yang tampak menyesal karena seharusnya dia bisa memahami kesenangan Dewa. Merekapun masuk ke Hotel dan melaju kembali ke Hotel. Sesampainya di dalam kamar Dewa langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri karena di club aroma asap rokok betebaran dimana mana. Sedangkan Sarah duduk di sofa menatap daftar menu makanan, Sarah memesan makan malam untuk mereka berdua. " Sarah.. kamu sudah pesan makan? " Tanya Dewa saat keluar dari kamar mandi hanya berbalut handuk. " Sudah mas.. aku pesankan juga untuk kamu" Jawab Sarah. Dewa menuju ke meja Rias tempat ia menaruh dompetnya, Dewa hendak menyiapkan uang untuk membayar makanan yang dipesan Sarah. " Mas aku mau mandi berendam sebentar boleh? " Tanya Sarah " Boleh lah.. sana kamu mandi yang wangi supaya nanti aku enak ciuminnya" Jawab Dewa. " Ishhh mas ink apaan sih" Ucap Sarah sambil lalu ke arah kamar mandi. Dewa tampak meraih ponselnya dan menelpon seseorang. " Ma.. aku ada acara keluar kota jadi tidak pulang ya" Ucap Dewa dalam panggilan telepon. " Papa weekend kok masih kerja sih pa.." Tanya Ana Istri Dewa. " Iya ma.. musti entertaint klien ini" Jawab Dewa. " jangan mabuk-mabukan jangan main perempuan ya, awas lho.." Ucap Ana. " Mana berani sih ma.. aku hehehe" Jawab Dewa. Akhirnya Dewa mengakhiri panggilan telepon itu. Setelah beberapa saat Sarah keluar dari kamar mandi dengan berbalut handuk, sedangkan dewa masih asyik menonton TV, mereka berdua sama sama belum berpakaian hanya berbalut handuk, Sarah mengambil kimono di lemari dan mengenakannya karena Sarah tau sebentar lagi pintunya akan diketuk petugas hotel yang mengantarkan makanan untuk mereka berdua. " Makanannya belum datang mas? " Tanya Sarah sambil mengikat tali pinggang kimononya. " Belum tuh.. kenapa sudah lapar ya? " Ucap Dewa. " Ngga sih mas.. kasihan kamu belum makan malam" Jawab Sarah sambil duduk di samping Dewa dan menyandarkan kepalanya ke bahu Dewa. Sarah merasa sangat nyaman dekat dengan pria itu, Rasanya ia ingin sekali menghentikan waktu agar bisa lebih lama menikmati waktu bersama Dewa. Dewa pun mengelus kepala Sarah yang rambutnya masih sedikit basah setelah berendam. " Kamu senang hari ini?" Tanya Dewa " Senang sekali mas.. aku tidak bisa ungkapkan dengan kata-kata" Jawab Sarah. " Mas.. apa kita akan terus seperti ini? " Tanya Sarah sambil menatap wajah pria tampan itu. " kamu ingin seperti apa? " Jawab Dewa. " Aku tidak berani punya keinginan mas, kita sama-sama sudah menikah dan itu complicated" Ucap Sarah dengan wajah sedih. " Sudah jangan sedih, kita bisa terus begini selama yang kamu mau" Ucap Dewa menenangkan Sarah. Tak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu. " Tuh makanan sudah datang" Ucap Dewa. Sarahpun segera melangkah menuju pintu kamar dan membuka pintu " Selamat malam bu, pesanan makanan atas nama Ibu Sarah" Ucap pelayan Hotel " Oh iya.. silahkan taruh di meja mas" Ucap Sarah mempersilahkan pelayan itu masuk. Pelayan itu kemudian menaruh makanan yang dipesan diatas meja dan memberikan bill kepada Sarah. " Sarah ini uangnya" Teriak Dewa " Sudah mas.. ini aku ada" Jawab Sarah sambil memberikan uang kepada pelayan hotel itu. " Kembaliannya ambil saja mas" Ucap Sarah saat mengantarkan pelayan itu keluar dari kamar. Setelah menutup pintu, Sarahpun segera menyiapkan makan untuk Dewa. " Mas ini lho makan dulu, nanti kamu sakit lho" Ucap Sarah " Iya.." Kata Dewa sambil datang menghampiri Sarah di Sofa. Merekapun makan berdua menikmati hidangan malam mereka, Hidangan yang tersedia tampaknya sudah cukup mengisi perut mereka berdua, waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Sarah mulai meninggalkan Sofa dan menuju ke Ranjang. " Kemana? " Tanya Dewa yang masih terduduk di sofa. " Ke Ranjang lah mas.. mas mau ikut? ayo mas aku layani kamu" Jawab Sarah sambil tersenyum. Dewapun segera beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri Sarah, Tiba-tiba Dewa mengangkat tubuh Sarah dan membawanya ke atas Ranjang. Sarah terlentang di Ranjang sedangkan Dewa ada diatasnya, Dewa mendekatkan wajahnya ke wajah Sarah, mereka berdua saling beradu pandang dengan jarak yang sangat dekat, Dewa berlahan-lahan mendekatkan bibirnya ke bibir Sarah, Saat kedua bibir itu bertemu, Sarah tampak memejamkan mata dan menikmati ciuman dari Dewa, Sarah mulai membalas ciuman Dewa, lidah mereka saling beradu satu sama lain.Dewa menarik tali pengikat pinggang kimono Sarah, terbuka sudah kimono yang dikenakan Sarah, Dewa mulai mengarahkan kecupannya ke arah leher sarah sedikit demi sedikit ciuman itu semakin turun hingga berada di belahan gunung kembar Sarah.. " Esstthhh.. ah.. mas.." Ucap Sarah sambil matanya menatap ke arah kepala Dewa, dan tangan Sarah membelai belai rambut Dewa. Dewa mulai memainkan tangannya meremas salah satu gunung kembar milik Sarah, sambil lidahnya menjilati ujung gung kembar Sarah yang lainnya. " Acchsss... Mas.. oh.." Sarah mendesah dan tubuhnya mulai menggelinjang. Sarah tampaknya tidak ingin pasif tangannya mendorong d**a Dewa sampai Dewa akhirnya terguling terlentang di ranjang. Sarah beralih mengambil kendali, Ia melepaskan kimono dan melemparnya ke Lantai, Sarah mendekatkan wajahnya ke d**a Dewa, Lidahnya bermain main menjilati d**a Dewa yang ditumbuhi bulu bulu lembut, Sesekali Sarah mengecup dan menggigit kulit d**a Dewa hingga kemerahan. Sedikit demi sedikit kecupan Sarah semakin turun hingga ke area perut Dewa, Sarah membuka balutan handuk yang menutupi batang besar Dewa yang mulai mengeras. Tangan Sarah mulai menggenggam batang besar itu dan mulutnya mulai mengulum ujung batang besar itu, Sarah mulai memasukkan batang besar milik Dewa itu ke dalam mulutnya, Sarah memainkan mulutnya naik turun. " Ah.. ssst.. oh.. enak sekali sayang" Ucap Dewa mendesah. Sarah semakin lama semakin cepat menaik turunkan mulutnya di batang besar Dewa. Sampai batang besar itu semakin tegak berdiri. Sarahpun mulai bergerak menaiki tubuh Dewa, Ia mulai menduduki tubuh Dewa dan mengarahkan batang besar Dewa ke arah lubang kenikmatannya, sedikit demi sedikit Sarah mulai menekan batang besar itu hingga masuk ke liang kenikmatannya. " Issh..oh.. usshh...mas.. besar sekali.. aku suka" Ucap Sarah mendesah Saat batang besar itu masuk dan menabrak ujung lubang kenikmatannya. Sarah mulai menggoyang pinggulnya naik turun memainkan lubang kenikmatannya di batang besar milik Dewa. " Ah.. sshhh sayang.. terus.. oh.. enak sekali" Desah Dewa. " Oh.. sshhh.. enak kan mas rapet ohh..sshhh. punya istri mas begini ngga? " Ucap Sarah sambil terus menggoyangkan pinggulnya. " Oh.. iya sayang lubang kamu memang tidak ada duanya sayang ssh.. oh.. kamu suka sayang batangku oh.. essshhh" Ucap Dewa mendesah. " Iya Sayang.. aku suka sekali batang bule, besar, panjang, mentok, aku puas sama kamu mas.. essh.. oh.. yes.. oh.." Ucap Sarah yang tiba tiba tubuhnya mengejang mendapatkan klimaksnya. Dewa mengubah posisi, ia segera turun dari ranjang dan memposisikan diri di belakang Sarah. Sarahpun langsung mengerti dan memposisikan menungging membelakangi Dewa, Dewa mengarahkan batang besarnya itu ke arah lubang kenikmatan milik Sarah yang basah kuyup. " ah.. sssh.. oh mas.." Desah Sarah saat batang besar Dewa menusuk memasuki liang kenikmatannya. Dewa segera memaju mundurkan pinggulnya memompa liang kenikamatan milik Sarah. Sesekali pria itu menepuk keras p****t Sarah hingga memerah. " Oh.. ssshhh enak sekali lubangmu oh... gimana kamu suka hah.." Ucap Dewa sambil semakin keras menyodokkan batang besarnya ke l**************n Sarah. " Ah..ah.. essh.. oh.. acch.. terus mas.. enak aku suka oh.." Desah Sarah yang terguncang tubuhnya dihentak sodokan batang besar Dewa. " Oh esst...hmmm sshhh.. dasar lubang nakal oh.. sssh.." Desah Dewa sambil terus menyodokkan batang besarnya. " Assh... oh.. suamiku maaf mas.. lubangku sudah dihajar temanmu sendiri mas.. oh..essh.. aku tidak bisa menolak mas.. oh..ini jauh lebih nikmat dari punyamu mas.. oh..sssh... aku keluar.. ah..yes.." Desah Sarah kembali mendapatkan klimaks. Dewa tetap pada posisi yang sama selama puluhan menit staminanya mampu membuat Sarah merasakan klimaks hingga berkali-kali, bahkan kaki Sarah sudah mulai gemetar tidak mampu lagi bertumpu dan akhirnya rubuh, Dewa sudah hampir mencapai klimaksnya, Ia mencabut batang besarnya itu dan menyemprotkan cairannya ke punggung Sarah. " Ah..assh.. oh.. yes.." Desah Dewa saat mencapai klimaksnya. Dewa segera mengambil tisu dan membersihkan punggung Sarah. Seadangkan Sarah tampak tak mampu lagi bergerak hanya diam di posisinya. " Terima Kasih mas.. kamu sudah membuatku sangat puas" Ucap Sarah. Dewapun menghampiri wajah Sarah dan mengecup bibirnya kemudian pergi menuju kamar mandi. Malam itu tidak sampai disitu, Setelah beberapa jam kemudian Dewa masih mampu menyetubuhi Sarah hingga pukul 2 dini hari, dan kemudian keduanya pun terlelap tidur dalam pelukan.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD