Pelampiasan Hasrat

1559 Words
Setelah berjam-jam mengemudi Sarah akhirnya telah sampai di kota Solo, Sedangkan Dewa telah lebih dahulu sampai karena ia menggunakan pesawat. Dewa telah menuju kota Solo terlebih Dahulu dan telah berdiam diri di sebuah hotel bintang empat di kota itu. " Aku sudah sampai sayang.." Ucap Dewa dalam chat kepada Sarah. " Kamu dimana mas? " Tanya Sarah. " Aku di hotel tidak jauh dari bandara, Gimana sayang kapan kita ketemu? " Ucap Dewa pada Sarah pada chat itu. Sarah segera memacu mobilnya menuju hotel dimana Dewa sudah berada di tempat itu. Sarah tampak sedikit kelelahan karena telah menyetir berjam-jam menuju kota itu. Walaupun dalam keadaan lelah tetapi hati Sarah berbunga-bunga karena dapat dengan leluasa melakukan pertemuan dengan Dewa di kota itu. Mobilnya telah sampai di sebuah hotel bintang 4 di kawasan tak jauh dari bandara, Mobil mercy itu memasuki tempat parkir yang letaknya tepat di depan hotel. Sarah menghentikan mobilnya setelah mobil itu terparkir, Sarah mengambil ponselnya yang ia letakkan di jok sebelah, Ia mencoba menghubungi Dewa terlebih dahulu. " Mas aku sudah di parkiran" Ucap Sarah dalam panggilan telepon. " Hey.. sayang.. aku ada di kamar, bawaan kamu banyak tidak? perlu aku bantu bawa keatas? " Jawab Dewa. " Cuman koper saja sih mas, tapi kalau mas mau turun boleh deh, hehehe" Ucap Sarah. Tak lama kemudian Dewa pun melangkahkan kakinya menuju lift untuk turun menemui Sarah, Sedangkan Sarah masih berada di dalam mobilnya yang masih menyala sambil mendinginkan diri di depan AC mobilnya karena hari itu cuaca sangat panas. Tak lama kemudian Sarah melihat seorang pria dengan kaos dan bercelana pendek berjalan menghampiri mobil Sarah, Pria itu Dewa pria yang membuat Sarah tergila-gila. Wajah Sarah tersenyum melihat pria yang ia kagumi sedang berjalan ke arah mobilnya. " Eh sayang, kok ga turun sih nungguin apa? " Tanya Dewa di depan jendela mobil Sarah. " Nungguin petugas hotel ganteng yang mau bawain koperku " Ucap Sarah dengan bercanda. " Dasar.. kamu.." Reaksi Dewa sambil mencubit hidung Sarah. Sarah menekan tombol bagasi san kemudian bagasi mobilnyapun terbuka. Dewa langsung menuju ke arah bagasi untuk menurunkan koper Sarah. mereka berdua pun melangkah memasuki gedung hotel itu untuk menuju kamar yang telah ditempati Dewa. Tidak seperti biasanya Sarah yang biasanya sembunyi-sembunyi saat berjalan bersama Dewa, maka saat itu Sarah tampak lebih percaya diri dengan menggandeng lengan Dewa yang menarik koper beroda milik Sarah. Mereka berduapun melangkahkan kaki melewati lobby hotel, terlihat beberapa pegawai hotel yang memberikan sapa salam kepada mereka berdua, langkah kaki mereka mulai mendekati lift, sejenak dalam beberapa saat mereka berdua berdiri menunggu pintu lift terbuka, hingga akhirnya terdengar bunyi lonceng pertanda pintu lift akan terbuka. Mereka berdua memasuki lift yang di dalamnya ada seorang laki-laki berseragam hotel. " Selamat siang Bapak ibu, Silahkan " Ucap pegawai hotel itu dengan ramah sambil menunjukkan ibu jari mengarah pada tombol pilihan lantai di lift itu. Lift mulai bergerak ke atas hingga akhirnya tiba di lantai tujuh dimana Dewa mendapatkan kamar Nomor 705, Langkah kaki mereka berdua tampak seirama berjalan menyusuri lorong hotel itu hingga akhirnya terhenti di depan pintu kamar 705, Dewa segera mengeluarkan kartu aksesnya dan pintu kamar terbuka, mereka berdua masuk dan menutup pintu kamar itu, secara tiba-tiba Sarah langsung melingkarkan kedua tangannya ke pinggang Dewa hingga mereka berhadap-hadapan, sejenak Sarah tampak menatap wajah tampan Laki-laki itu. Berlahan Dewa melepaskan koper yang diseretnya dan mendekatkan wajahnya ke wajah Sarah dengan tatapan tajam dan bibir yang sedikit tersenyum. " Kamu kangen ya sayang? " Ucap Dewa sambil ujung hidungnya menyentuh kening Sarah. " Iya mas.. banget" Jawab Sarah yang masih terpukau melihat ketampanan pria itu. Dewa segera menyentuhkan bibirnya ke bibir Sarah dengan lembut, dan Sarahpun tampak membalasnya dengan memainkan lidahnya menyapu bibir Dewa. Sarah menaruh kedua telapak tangannya di d**a Dewa dan secara tiba-tiba mendorong Dewa hingga tersandar di tembok. " Hmmm.. sudah tidak sabar ya? " Tanya Dewa sambil memegang pinggang Sarah dengan kedua tangannya. Sarah kembali mendekatkan bibirnya ke arah bibir Dewa dan menciuminya dengan penuh gairah, saat itu Sarah tampak lebih mendominasi sedangkan Dewa hanya melayani saja perlakuan Sarah terhadapnya, jemari sarah meraih ujung bawah kaos yang dikenakan Dewa dan menariknya ke atas agar terlepas dari tubuh kekar lelaki itu. Kaos Dewa terlepas dari tubuhnya dan terjatuh di lantai, sedangkan tubuh Sarah terus mendorong tubuh Dewa seolah tidak ingin membiarkan tubuh pria itu lepas dari kendali Sarah. sedangkan Dewa tampaknya juga tidak mampu lagi menahan gairahnya yang telah memuncak, Dewa segera memegang kedua bahu Sarah dan membimbing tubuh Sarah mendekati Ranjang, Sarah terjatuh berbaring di ranjang satu demi satu Sarah melepaskan sendiri pakaiannya hingga tersisa bra dan celana dalam, mereka berdua masih terus berciuman mesra hingga Sarah membantu Dewa melepaskan pakaian laki-laki itu. Terlepas sudah pakaian Dewa, Sarah mendekatkan wajahnya ke arah senjata Dewa yang sudah tampak mengeras, jemarinya mulai menyentuh batang besar itu dan sedikit demi sedikit Sarah memainkannya, lidahnya mulai menyentuh batanng besar dan panjang itu kemudian dihisapnya hingga sebagian masuk ke dalam mulut Sarah, Dewa menggelinjang hebat merasakan apa yang dilakukan Sarah kepadanya, Sesaat tampaknya batang besar itu sudah terlalu kaku dan keras, Dewa mulai mengarahkan kecupannya ke arah leher sarah sedikit demi sedikit ciuman itu semakin turun hingga berada di belahan gunung kembar Sarah.. " Esstthhh.. ah.. enak mas.." Ucap Sarah sambil matanya menatap ke arah kepala Dewa, dan tangan Sarah membelai belai rambut Dewa. Dewa mulai memainkan tangannya meremas salah satu gunung kembar milik Sarah, sambil lidahnya menjilati ujung gung kembar Sarah yang lainnya. " Acchsss... Mas.. oh.." Sarah mendesah dan tubuhnya mulai menggelinjang. bergantian Sarah mendekatkan wajahnya ke d**a Dewa, Lidahnya bermain main menjilati d**a Dewa yang ditumbuhi bulu bulu lembut, Sesekali Sarah mengecup d**a Dewa hingga kemerahan. " Ah.. ssst.. oh.. enak sekali sayang" Ucap Dewa mendesah. Sarahpun mulai bergerak menaiki tubuh Dewa, Ia mulai menduduki tubuh Dewa dan mengarahkan batang besar Dewa ke arah lubang kenikmatannya, sedikit demi sedikit Sarah mulai menekan batang besar itu hingga masuk ke liang kenikmatannya. " Issh..oh.. usshh...mas.. besar sekali.. aku suka" Ucap Sarah mendesah Saat batang besar itu masuk dan menabrak ujung lubang kenikmatannya. Sarah mulai menggoyang pinggulnya naik turun memainkan lubang kenikmatannya di batang besar milik Dewa. " Ah.. sshhh sayang.. terus.. oh.. enak sekali" Desah Dewa. " Oh.. sshhh.. mas suka? ohh..sshhh. punya istri mas seenak ini ngga? " Ucap Sarah sambil terus menggoyangkan pinggulnya. " Oh.. sayang kamu memang tidak ada duanya sayang ssh.. oh.. kamu suka sayang batangku oh.. essshhh" Ucap Dewa mendesah. " Iya Sayang.. aku suka sekali batang mas, besar, panjang, mentok, aku puas sama kamu mas.. essh.. oh.. yes.. oh.." Ucap Sarah yang tiba tiba tubuhnya mengejang mendapatkan klimaksnya. Dewa mengubah posisi, ia segera turun dari ranjang dan memposisikan diri di belakang Sarah. Sarahpun langsung mengerti dan memposisikan menungging membelakangi Dewa, Dewa mengarahkan batang besarnya itu ke arah lubang kenikmatan milik Sarah yang basah kuyup. " ah.. sssh.. oh mas.." Desah Sarah saat batang besar Dewa menusuk memasuki liang kenikmatannya. Dewa segera memaju mundurkan pinggulnya memompa liang kenikamatan milik Sarah. Sesekali pria itu menepuk keras p****t Sarah hingga memerah. " Oh.. ssshhh enak sekali lubangmu oh... gimana kamu suka hah.." Ucap Dewa sambil semakin keras menyodokkan batang besarnya ke l**************n Sarah. " Ah..ah.. essh.. oh.. acch.. terus mas.. enak aku suka oh.." Desah Sarah yang terguncang tubuhnya dihentak sodokan batang besar Dewa. " Oh esst...hmmm sshhh.. dasar lubang nakal oh.. sssh.." Desah Dewa sambil terus menyodokkan batang besarnya. " oh..sssh... aku keluar.. ah..yes.." Desah Sarah " Sayang apa kamu mencintaiku? " Tanya Dewa sambil terus menghujam lubang Sarah dengan senjatanya. " Iya Mas.. oh..oh.. sstt.." Jawab Sarah Tak lama kemudian Dewa membimbing Sarah ke posisi menaikan bagian belakangnya, Dewa mengambil botol pelumas di meja rias. " Kamu ngapain mas? " tanya Sarah penasaran. " Aku akan meminta bukti cintamu sayang" Jawab Dewa sambil melumasi bagian belakang Sarah. " Maksudnya ? " Tanya Sarah " Aku tidak pernah mendapatkan keperawananmu, maka aku akan ambil keperawananmu bagian belakang" Ucap Dewa. " Mas.. aku belum pernah mas..jangan mas.." Ucap Sarah dengan rasa ketakutan. " Kalau kamu tidak mau, maka aku tidak akan mau lagi bercinta denganmu " Ancam Dewa pada Sarah. " Ya sudah mas terserah kamu saja, tapi pelan pelan ya.." Ucap Sarah. Dewa sedikit demi sedikit menusukkan batang kerasnya ke bagian belakang Sarah. " Acckhhh sakit mas.. achkk" Rintih Sarah saat batang besar itu memasuki lubang belakang Sarah. Dewa mulai memompa senjatanya dan mengabaikan Sarah yang kesakitan. " Ahhk.. akhirnya aku merasakan keperawananmu sayang.. oh...esshh..Reyhan.. lihatlah aku mendapatkan apa yang tidak pernah kamu dapatkan dari istrimu " Ucap Dewa sambil menikmati tubuh Sarah yang kesakitan. Tampaknya Dewa tidak lama menusukkan senjatanya ke lubang belakang Sarah, karena tujuan Dewa hanya sekedar ingin mendapatkan sesuatu yang Sarah tidak pernah berikan ke suaminya. Dewa mencabut batang besarnya dan memasukkannya ke lubang kenikmatan Sarah. selama beberapa jam Dewa mampu membuat Sarah merasakan klimaks hingga berkali-kali, bahkan hari itu Dewa dan Sarah bermain berkali kali, Di Ranjang, di bathup kamar mandi, di sofa, berbagai variasi mereka lakukan untuk memuaskan nafsu mereka. " Ah.. kemarikan mulutmu sayang.. aku mau keluar ach..." Ucap Dewa meminta Sarah jongkok di depan sejatanya. dan akhirnya cairan kenikmatan Dewa menyemprot wajah Sarah, dan sisa-sisanya dimasukkan ke dalam mulat Sarah. Sarah tampak tak punya tenaga lagi dan langsung menjatuhkan diri ke ranjang, sedangkan duduk di sofa dan menyalakan sebatang rokok. Hari ini mereka berdua memuaskan diri dalam kenersamaan tanpa rasa takut karena sedang berada di luar kota.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD