Rencana Pertemuan di Luar Kota

2313 Words
Setelah pertemuan rahasia Sarah dan Dewa di Hotel, Sarah tampak semakin yakin bahwa Dewa telah takluk dalam pelukan Sarah, walaupun tanpa ia sadari bahwa sesungguhnya ia sedang melakukan hubungan yang sia-sia dan tanpa arah tujuan, Dewa tidak mungkin menikahi Sarah yang telah bersuami begitu pula dengan Sarah, hubungan itu terus terjalin secara rahasia dan hanya mengandalkan hasrat dan hawa nafsu semata. Tampaknya waktu berlalu begitu cepat tanpa terasa, masa-masa sulit dalam hal ekonomi seolah-olah sudah terlupakan dalam rumah tangga Sarah dan Reyhan. semua itu tidak luput dari bantuan-bantuan yang diberikan Dewa, walaupun secara tifak langsung, Sarah akhirnya harus merelakan diri untuk membantu Dewa menyalurkan hasrat, tetapi Sarah tidak dapat memungkiri bahwa Sarah cenderung merasa menikmati daripada terpaksa. kaki Sarah yang biasanya berjalan kaki ataupun menggunakan ojek, Kini ia memiliki sebuah mobil mewah terparkir di garasi rumahnya. Siang itu Reyhan telah kembali dari luar kota, Reyhan terpaksa memarkirkan mobilnya di luar karena di garasi telah terparkir sebuah mobil mewah milik Sarah, Melihat mobil itu Reyhan terkejut, dalam hatinya bertanya-tanya bagaimana mungkin istrinya mampu membeli mobil semewah itu, tetapi bagaimanapun juga ia merasa senang melihat keberhasilan istrinya. "Sarah.. aku pulang.." Ucap Reyhan waktu memasuki rumah, Wajahnya tampak letih dan ia segera menaruh tas kerjanya di ruang tamu. " Mas sudah pulang?.." Ucap Sarah keluar dari kamar dan segera menghampiri suaminya di ruang tamu. " Wah mobil kamu mewah sekali, pasti mahal ya? " Tanya Reyhan sambil duduk dan membuka kaos kakinya. Sebenarnya Sarah agak ragu-ragu menjawab pertanyaan Reyhan, karena Sarah tetap kawatir jika suaminya merasa curiga. " Ya Mahal sih mas, tapi aku suka jadi ya aku beli, kebetulan bisnisku juga maju jadi aku pikir tidak ada salahnya aku ingin menikmati hasilnya" Jawab Sarah. " Ya sudah kalau begitu, hanya saja sebaiknya tidak perlu terlalu mewah, lebih baik kamu banyak menyisihkan uang untuk mengembangkan usahamu" Ucap Reyhan sambil mulai menyandarkan punggungnya di sofa ruang tamu. " Iya mas.. aku mengerti kok" Jawab Sarah. Reyhan segera meninggalkan ruang tamu untuk segera mandi membersihkan diri, sedangkan Sarah beranjak menuju dapur untuk menyiapkan kopi dan memanaskan makanan untuk suaminya. Reyhan tampak begitu lelah setelah bertugas ke luar kota, tidak kalah dengan Sarah bisnis Reyhan juga maju sangat pesat setelah Dewa menginvestasikan Dana ke usaha Reyhan. Hal itu berdampak pada kesibukan Reyhan yang semakin padat, tampaknya masalah kesulitan ekonomi telah benar-benar terlewati di keluarga Reyhan dan Sarah. Setelah mandi Reyhan duduk di meja makan untuk menyantap masakan Sarah. " Kamu yang masak? " Tanya Reyhan. " Iya lah mas siapa lagi? " Jawab Sarah. " Kirain beli" Ucap Reyhan. " Ngapain beli, aku udah biasa masak" Jawab Sarah " Ya kan sekarang kamu sudah kaya raya siapa tau udah malas masak" Ucap Reyhan sambil menyendok nasi. " Mas ini kenapa sih? apa gara-gara aku beli mobil? " Tanya Sarah sambil berdiri di belakang Reyhan dan tangannya memijat mijat bahu Reyhan. " Kamu ga berfikir untuk punya anak? oranh tuaku sudah terus menanyakan kapan akan punya cucu" Tanya Reyhan dengan raut wajah sedikit kesal. " Mas kita kan sudah sepakat untuk menunda dulu" Jawab Sarah. Reyhan hanya diam sambil mengunyah makanannya, sedangkan Sarah mulai tampak canggung karena Reyhan membahas masalah anak. Sebenarnya tidak ada kendala bagi Sarah dan Reyhan untuk memiliki anak, Namun memang Sarah merasa belum siap jika nantinya harus disibukkan mengurus anak, ia masih ingin mengembangkan bisnisnya sampai benar-benar maju. Setelah selesai makan Reyhan langsung menuju ke kamar karena ia merasa sangat lelah. " Aku tidur dulu, capek banget" Ucap Reyhan sambil beranjak menuju kamar, sedangkan Sarah duduk di meja makan sambil memikirkan ucapan suaminya mengenai anak. Saat Sarah larut dalam pikirannya tiba-tiba notifikasi chat berbunyi. " Hmm..kangen banget sama kamu" Ucap Dewa dalam chat itu. " Mas Dewa ih.. jam segini chat, nanti istrinya marah lho" Jawab Sarah. " Kapan cek in lagi yuk.. lagi kepengen banget nih.." Ucap Dewa " Ih mas ini kan baru aja kemarin, lagian mas kan ada istri kenapa ga sama istri aka sih mas?.." Jawab Sarah. " Jangan lupa kamu sudah janji kapan saja aku mau, kamu akan melayani" Ucap Dewa. " Iya.. iya mas.. tapi lihat situasi dulu dong.." Jawab Sarah. " Ok yang penting kamu jadwalkan beberapa hari ini ya.. jangan lama-lama" Ucap Dewa. " Iya mas.. aku atur waktunya, udah dulu dong mas chat nya, ga enak kalau kelihatan Mas Reyhan" Pinta Sarah pada Dewa. " Ok deh.. sampai ketemu cantik.." Ucap Dewa mengakhiri chat. Tiba-tiba Sarah jadi berfikir bahwa ia sedang menjalin hubungan rahasia dengan Dewa dan Sarah benar-benar tak mampu memungkiri bahwa ia begitu menikmatinya. Ia berfikir bagaimana jika ia harus memiliki anak dan mengandung, maka perutnya akan membesar dan ia akan berhenti melayani Dewa di ranjang, sedangkan ia benar-benar tidak ingin itu terjadi, tetapi di sisi lain, suaminya tampaknya sudah mulai serius menanyakan perkara anak, bahkan Sarah tidak pernah melihat raut wajah suaminya yang tampak kecewa seperti malam itu. Sarah begitu mengenali suaminya, biasanya jika Reyhan masih banyak berbicara berarti masih ada harapan untuk saling berkomunikasi, sedangkan jika suaminya itu sudah mulai lebih banyak diam, maka kekecewaannya sudah sangat mendalam. Pagi hari seperti biasa Sarah menyiapkan sarapan untuk suaminya sebelum berangkat bekerja. Kesibukannya sebagai ibu rumah tangga dan wanita karir membuat Sarah berfikir untuk mempekerjakan pembantu untuk menjaga rumah dan melakukan pekerjaan rumah tangga, pagi itu Sarah berencana membicarakan dengan suaminya saat menyantap sarapan pagi. " Mas aku boleh bicara? " Ucap Sarah sambil menuangkan nasi ke piring suaminya. " Bicara saja, memangnya aku pernah melarang kamu bicara? " Jawab Reyhan sambil menuang lauk di piringnya. " Gini mas, karena aku sibuk, dan kamu juga sama, bagaimana kalau kita mempekerjakan pembantu di rumah? " Tanya Sarah dengan rasa canggung karena selama ini Sarah yang selalu mengurus urusan rumah tangga. " Kalau kamu merasa perlu ya lakukan saja asal jangan sampai kita terlalu berat untuk mengeluarkan gaji pembantu" Ucap Reyhan. " Tidak mas, masalah gaji biar saja aku yang bayar, lagipula ini seharusnya menjadi kewajibanku untuk mengurus rumah" Jawab Sarah dengan wajah gembira karena Reyhan menyetujui permintaannya. Akhirnya pagi itu mereka berdua meninggalkan rumah untuk melakukan kegiatan masing-masing. Sarah memacu mobilnya menuju ke tempat teman lamanya yang berjanji mencarikannya pembantu, hari itu Sarah sengaja tidak datang ke toko, Sarah telah menyerahkan semua urusan toko hari itu kepada para pegawainya. Mobil yang dikendarai Sarah telah sampai di rumah Erika teman lama Sarah saat duduk di bangku SMA. Sarah melangkahkan kaki setelah turun dari mobil dan menghampiri sebuah rumah dengan pagar warna hijau yang tampak rimbun dengan berbagai macam tanaman dan bunga. Sarah menekan tombol bel yang terpasang di dekat pintu pagar. " Iya sebentar.." Terdengar suara dari dalam rumah itu. tidak lama kemudian tampak seorang wanita yang sebaya dengan Sarah berpakaian daster warna hijau, dengan dandanan ala ibu rumah tangga. Wanita itu adalah Erika. " Hai Sar.. ayo masuk" Kata Erika sambil membuka pintu pagar. " Gimana kabarnya kamu?" Tanya Sarah sambil berpelukan dan cium pipi kanan kiri teman lamanya itu. " Yah gini gini aja Sar namanya juga ibu rumah tangga" Jawab Erika. Mereka berduapun masuk ke dalam ruang tamu, " Mau minum apa? " Tanya Erika " Udah Er.. jangan repot-repot" Jawab Sarah. " Denger-denger dari teman-teman sekarang kamu pengusaha sukses ya? " Tanya Erika. " Ah nggak juga, biasalah kecil-kecilan" Jawab Erika. " Iya kecil kecilan aja bawa mercy gimana gedenya? hahaha" Canda Erika. " Bisa aja kamu" Saut Sarah. " Seperti yang aku sampaikan kemarin, aku lagi butuh pembantu Er.. kamu bisa carikan nggak? " Tanya Sarah. " Ya bisa sih.. cuman harus ambil dari kampung di Jawa" Jawab Erika. " Ya udah Er.. tolongin dong, nanti ada uang ongkosnya lah" Ucap Sarah. "Ah gampang itu mah kayak sama siapa saja kamu ini" Jawab Erika. Akhirnya siang itu Sarah dan Erika banyak berbincang-bincang tentang kegiatan masing-masing, Erika memang sering sekali mencarikan pembantu teman-temannya karena suaminya yang berasal dari tegal jawa tengah memang berasal dari daerah pelosok yang banyak sekali warganya berprofesi sebagai pembantu di ibukota. Setelah puas berbincang-bincang dengan Erika akhirnya Sarahpun berpamitan pulang, Hari itu setelah dari rumah Erika Sarah langsung menuju ke Rumah dan memasak untuk suaminya, hari itu ia sengaja tidak ke toko dan focus untuk melayani suaminya di rumah, karena ia merasa suaminya sedang merasa kesal dengannya. Sarah memasak opor ayam yang menjadi masakan favorit suaminya, setalah selesai memasak dan membereskan rumah, Sarah mengabari suaminya agar tidak pulang terlambat karena ia telah menyediakan masakan khusus untuk suaminya. " Mas nanti pulangnya jangan telat ya, aku masak buat kamu nih" Ucap Sarah dalam chat. " Wih.. tumben kamu.. ada angin apa ini? " Tanya Reyhan dalam chat " Ya kamu kan sudah capek kerja, sekali sekali ga apa apa dong mau bikin kamu seneng" Jawab Sarah " Iya deh.. makasih ya.." Ucap Reyhan. " Iya mas.. jangan lupa lho ya, jangan telat" Ucap Sarah " Iya istriku yang paling cantik.." Jawab Reyhan mengakhiri chat itu. Sore itu pukul lima petang, Reyhan sudah terdengar suara mobil Reyhan di depan rumah, seperti janjinya, Reyhan pulang lebih cepat sore itu. Sarahpun menghampiri suaminya dan menggiringnya ke meja makan dimana macam-macam lauk pauk dan sayur yang Sarah masak sudah rapi tersaji di meja makan. Reyhan tampaknya sudah tidak sabar untuk menikmati makanan yang disajikan oleh Sarah. Dan akhir-akhir waktu itu sejak Sarah mulai menjalankan bisnis, Sarah memang tidak pernah memasak masakan kesukaan Reyhan. Dengan lahapnya Reyhan melalap makanan yang tersaji di atas meja dan beberapa kali Reyhan tampak menambah nadi dan lauk. " Mas lapar banget ya? " Ucap Sarah sambil tersenyum gembira melihat suaminya yang lahap menyantap masakan buatannya. " Mas aku sepertinya sudah dapat pembantu rumah tangga" Ucap Sarah di selah selah Reyhan yabg sedang makan. " Hmmm.. ya sudah kapan dia mulai kerja? " Jawab Reyhan sambil menyendok nasi di piringnya. " Aku harus jemput dulu ke Jawa mungkin besok akan aku urus" Ucap Sarah. " Tapi aku tidak bisa tinggalin kantor soalnya banyak klien yang datang" Ucap Reyhan. " Tidak apa-apa mas, mas kerja saja biar aku yang jemput" Jawab Sarah. " Kamu berani nyetir luar kota? " Tanya Reyhan dengan mengerlingkan alisnya. " Berani lah mas, aku sudah tiap hari bawa mobil" Jawab Sarah meyakinkan Reyhan. " Serius kamu? apa kamu sewa supir aja beberapa hari? " Ucap Reyhan. " Ngga perlu mas, mas ngga usah kawatir aku bisa kok" Jawab Sarah. " Ya sudah kalau begitu hati-hati ya" Ucap Reyhan. " Iya mas makasih ya" Jawab Sarah dengan hati lega. Malam itu Sarah begitu gembira dan ingin sekali menyenangkan suaminya, Sarah tidak seperti biasanya, ia berdandan cantik malam itu. " Mau kemana sayang? " Tanya Reyhan pada Sarah yang sedang duduk di depan meja rias dan merapikan rambutnya. " Ngga kemana mana kok mas, kenapa? " Jawab Sarah sambil melihat kepada suaminya yang berdiri di depan pintu kamar. " Kok tumben kamu dandan malam-malam" Tanya Reyhan kepada Sarah dengan perasaan penasaran karena tidak sepertu biasanya Sarah berdandan di malam hari kecuali jika hendak berpergian. Sarahpun beranjak dari meja riasnya dan menghampiri suaminya, tiba-tiba Sarah mendekatkan wajahnya ke wajah suaminya, tangannya ia lingkarkan di leher suaminya, Reyhanpun melingkarkan kedua tangannya di pinggang Sarah. " Kamu kenapa sayang? tumben" Tanya Reyhan. " Ngga apa-apa kok, mas kan suamiku, ya aku wajar dong mau menyenangkan mas" Ucap Sarah yang kemudian secara tiba-tiba mengecup bibir suaminya. Reyhan segera membalas ciuman Sarah sambil selangkah demi selangkah mendorong mundur tubuh Sarah hingga akhirnya Sarah terbaring di Ranjang. Reyhan mulai merangkak diatas tubuh Sarah sambil mulai membuka kaos yang ia kenakan hingga Reyhan akhirnya bertelanjang d**a, Sedangkan mulutnya tampak kembali menciumi bibir Sarah seolah tak ingin sedikitpun terlepas. dan malam itu Sarah melayani suaminya di ranjang dengan penuh ketulusan, walaupun Sarah tetap merasa suaminya tidak akan mampu seperti Dewa dalam urusan Ranjang, namun setidaknya Sarah merasa hasratnya telah tersalurkan. Pagi itu Dewa masih tertidur sedangkan Sarah sudah menuju dapur untuk memasak sarapan. " Sayang masak apa? " Tanya Reyhan saat keluar dari kamar dengan wajah yang masih mengantuk. " Ini mas aku siapin makanan buat kamu sarapan dan nanti setelah pulang kerja, soalnya hari ini aku akan berangkat ke solo untuk jemput pembantu, Jadi mas nanti dimakan ya makanannya" Ucap Sarah sembari sibuk dengan penggorengan diatas kompor. " Kamu jadi mau jemput pembantu sendiri? " Tanya Reyhan sambil melangkah menuju kursi di meja makan. " Iya jadi mas, kan semalem aku sudah bilang" Jawab Sarah. " Ya sudah hati-hati jang lupa kasih kabar ya" Ucap Reyhan. Dan pagi itu setelah Reyhan sarapan dan berangkat ke kantor, Sarah segera memasukkan tasnya ke dalam bagasi mobil, karena ia mungkin akan menginap sehari di Solo. Sarah segera mengirim chat pada Dewa " Mas.. aku akan ke solo, kalau mas mau mas bisa menyusul kesana karena aku menginap satu hari" Ucap Sarah dalam chat. " Akhirnya ada kesempatan juga hehehe, aku sudah kangen banget" Jawab Dewa. " Mas mau nyusul? " Tanya Sarah " Iya dong, aku cari tiket pesawat sekarang" Ucap Dewa. Dewa tidak ingin melewatkan kesempatan emas untuk bersama-sama dengan Sarah, Dewa segera memesan tiket pesawat ke Solo dan akan bertemu dengan Sarah sesampainya di Solo. Sarah memacu mobilnya memasuki jalan tol, Sarah baru pertama kalinya melakukan perjalanan luar kota dengan mengendarai mobil, namun kesempatan untuk leluasa bertemu dengan Dewa seolah menjadikan semangatnya bergebu-gebu seolah tidak mengenal rasa lelah sedikitpun. Sarah sedang membawa mobilnya melaju menuju kota Solo, sesekali saat dalam perjalanan suaminya menelponnya untuk memastikan keadaan Sarah yang belum terbiasa menyetir hingga ke luar kota, " Sayang, sudah sampai mana? " Tanya Reyhan dalam panggilan telepon. " Iya mas, sudah mau masuk Jawa Tengah, sudah mas ga usah kawatir, aku baik-baik saja kok" Jawab Sarah. Reyhanpun mengakhiri panggilan telepon agar Sarah dapat berkonsentrasi dengan kemudinya. Dewa tampaknya sudah bersiap-siap menuju bandara, tiket pesawat Jakarta-Semarang telah ia pesan, Sarah dan Dewa akan bertemu di Semarang yang letaknya tidak begitu jauh dari kota Solo. " Cantik.. aku berangkat ke bandara ya" Ucap Dewa dalam Chat w******p kepada Sarah. Tetapi tampaknya Sarah tidak membalasnya karena sedang berkonsentrasi dengan kemudinya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD