Part 12. Marking You

2326 Words

Mentari pagi ini menyembul malu-malu dari sela-sela gorden tipis yang terpasang pada kaca besar sebagai pengganti dinding di sebuah kamar apartment mewah di pusat kota. Cahaya nya yang sedikit menyilaukan mata membuat sepasang mata yang sebelumnya masih tertutup itu mengernyitkan alis, pertanda tidurnya terusik. Mata coklat gelap itu mulai terbuka dan mengerjap beberapa kali. Dia tersenyum sambil menggeliat.   "Hoamm...." Mulutnya terbuka untuk menghirup udara sebanyak-banyaknya dengan tangan putih mulus yang menutupi mulutnya.   Tita mengerjap sebentar, dia melihat sekeliling kamar yang ia tempati, suasana kamar dengan warna monokrom hitam, putih dan abu-abu. Seingatnya kamar terakhir yang dia masuki sebelum tidur adalah kamar dengan warna yang hampir seluruhnya adalah putih dan krem.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD