Alfard melirik jam tangannya, tinggal 5 menit lagi dan dia akan sampai di sekolah Tita. Sepanjang jalan mendekati gerbang sekolah dilihatnya beberapa siswi sedang bersenda gurau. Al menggeleng-gelengkan kepala nya sambil mengetuk-ngetuk stir mobil sport nya dengan lambang kuda berdiri itu. Sekilas dia melirik siswi-siswi SMA dengan seragam dan tas backpack mereka, bayangan dia memeluk, mencium dan merengkuh gadis seumur itu membuatnya sedikit mual. Biasanya Al tak pernah menaruh hasrat sedikitpun pada gadis yang masih perlu tumbuh disana-sini seperti itu. Apalagi terobsesi memilikinya. Tapi ini Tita. Kecuali DIA. Entah apa yang Tuhan lakukan pada dirinya, pada pikirannya, pada hatinya, pada tubuhnya ketika ia bertemu dengan gadis kecil itu. Tita tumbuh menjadi gadis muda yang mampu mel

