RAHASIA DI KOPER SUAMIKU Bab 20 Aku salah tingkah mendapati tatapan Rahmad yang tak biasa. Apakah dia tahu? Kalau aku mengintip ponselnya. Beruntung benda pipih itu layarnya segera meredup. "Em, nggak ada apa-apa kok." jawabku mengulum senyum. "Mbak, kalau begitu saya pamit dulu ya, salam buat mamanya Embak." Rahmad meraih ponselnya yang tergelak di atas meja kaca. Lalu memasukannya ke dalam saku celana. "Heem, Mas. Hati-hati ya," Rahmad mengangguk dan segera pergi. Sepeninggalan pria itu. Lantas aku melenggang ke kamar untuk beristirahat. Entah mengapa nama di HP-nya Rahmad membuatku kepikiran terus-menerus. "Adikku In." siapa dia? Jangan-jangan Intan lagi. Ah, apa benar Rahmad itu ada hubungannya sama Intan. Dan mau menuntut balas padaku. Tapi waktu itu, Intan bilang, bahwa d

