Direnggut Oknum (01)

1544 Words

Aroma tajam tumis kangkung dan terasi yang terbakar uap wajan menguar, memenuhi ruang sempit warung kayuku yang mulai rapuh di pinggiran kota. Di bawah pendar lampu neon yang berkedip, warung ini adalah satu-satunya napas yang tersisa; sebuah harapan kecil yang kubangun dari sisa-sisa tabungan yang kukerahkan demi menyambung nyawa. Dahulu, seorang pria berwajah keras yang mengaku penguasa lahan meyakinkanku dengan nada rendah yang berwibawa, "Aman, Mbak Nunung. Tak akan ada yang berani menyentuh tempat ini." Namun, rasa aman itu kini terasa seperti fatamorgana yang menguap di antara peluh. Setiap malam, kepulanganku ke kontrakan sempit di gang buntu hanya disambut oleh kesunyian yang mencekam dan deru napas Mas Dadi yang berat. Suamiku, lelaki yang dulu gagah, kini hanya bisa terbaring p

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD