POV Davin *** Tubuhku sudah panas dingin seperti ini, tetapi Zara masih saja betah di kamar mandi. Huh! Lagi-lagi, dia beralasan. Aku menggeser pintunya setelah dia berdiam lima menit di dalam sana. Dia keluar dengan ketakutan. “Mau beralasan apa lagi?” “Enggak. Aku gak sedang beralasan,” jawabnya sambil tertunduk lesu. “Ayo!” Aku menarik tangannya dan langsung membawa ke pelukan. “Aku enggak bisa, Davin. Maaf!” Dia menolakku. Lagi. Aku menelisik wajahnya. Mencari tau alasan Zara menunda lagi keinginan ini. Tanpa berkata-kata, dia menarik tanganku dan memberikan sesuatu. “Apa ini?” Dia tak menjawab. Dengan kesal Zara duduk di tepi ranjang. Aku membuka plastik bekas ... bungkus pembalut? Sial! Aku membanting bungkus saat itu juga di hadapan Zara. Lalu, bergerak ke luar. Kutut

