Tangannya yang kokoh mencengkeram stir kemudi. Sambil sesekali melihat spion sebelah kanan. Jalur yang dilaluinya sore itu cukup padat, membuatnya jenuh. Sebab, harus rela berjalan merayap. Farhan sabar terjebak kemacetan. Sampai akhirnya mobil yang ia kendarai seorang diri memasuki rumah mewah dengan banyak tanaman bunga di bagian halaman. Perlahan menuruni mobil, lalu bergegas ke teras. Di sana sudah ada seorang pria yang menyambutnya. “Oh, Pak Farhan. Ada perlu dengan siapa?” tanya pria dengan pakaian khas sekuriti. Mereka sudah saling mengenal. Farhan kerap mampir ke rumah itu. “Saya sudah janjian dengan Bu Zara.” Sekuriti itu mempersilahkan masuk setelah memanggil seorang ART. Lalu Farhan diarahkan ke bagian samping dari rumah itu. Sejenak bergeming saat menatap punggung wanita
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


