Eric turun dari mobil Polisi dengan bersunggut-sunggut. Dia saat ini menggenakan stelan suit pengantin, tapi kedua tangan diborgol ke depan. Hatinya terus merutuki Nina, mengapa bisa untuk kesekian kali dikalahkan nona slengean itu. Salah dia sendiri, mengapa tidak mengasah kecerdasannya, tidak mengira ada orang lihai seperti Nina. Lantas dari mobil lain, Steven membantu Nina turun dari kereta besi itu, hendak didudukan ke kursi roda, tapi nona menolak. “Tidak, Steve-!” Nina tidak mau duduk di kursi roda, “Aku bisa jalan kok sampai ke ballroom.” “Nona,” Gandy cepat menyela sebelum Steven menukas, “Anda masih sakit, baiknya duduk manis di kursi roda, biar Saya yang membawa Anda ke ballroom.” Nina menggelengkan kepala, “Tidak, Gandy. Saya tidak mau memanjakan penyakit.” Dia tersenyum, di

