Bab 160

1539 Words

Vania Karena sedang datang bulan, aku malas untuk bangun pagi, dan ketika azan berkumandang pun aku hanya membangunkan Mas Bagas, setelah itu kembali tidur. Aku pikir Mas Bagas akan terus berada di sisiku hingga aku membuka mata, nyatanya tidak. Sekarang baru jam enam, tapi pakaian Mas Bagas yang biasa dipakai hari senin sudah tidak ada. Tidak hanya pakaian, sepatu, tas laptop, dan beberapa hal lainnya sudah tidak ada di tempatnya. Hal ini membuatku semakin yakin kalau perusahaannya sedang berada dalam masalah yang besar, hanya saja Mas Bagas tidak mau menceritakannya padaku. Sekarang di sisiku hanya ada Azka dan secarik kertas di samping dua mangkuk bubur yang sudah dingin. "Sayang, maaf kalau aku harus berangkat pagi-pagi. Jangan lupa sarapannya di makan, aku sudah memasaknya pagi-

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD