Bab 161

1224 Words

Vania "Tidak mau jawab?" Alex berjalan mendekat ke arahku dan duduk di depanku. "Aku tidak akan memaksa, tapi sebaiknya kamu ceritakan segala yang pernah terjadi di masa lalu agar dia tidak kecewa." "Mas Bagas tidak akan pernah kecewa dengan apa pun." Aku berucap yakin. "Tetap tidak ada yang bisa memprediksi. Dia juga hanya manusia biasa yang bisa marah dan kecewa, lalu pergi. Kalau kamu tidak ingin kehilangannya, segera katakan yang sebenarnya," pintanya kukuh dan aku membenarkan. Mas Bagas juga bisa lelah jika terus-menerus menghadapi sikapku yang seperti ini, karena dulu aku juga begitu. Aku tidak bisa memaksanya untuk tetap tinggal, tapi aku tidak ingin dia pergi dari hidupku. Kali aku bersungguh-sungguh mencintainya. Bahkan jika waktu bisa diputar kembali, aku akan mencintainya l

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD