Bab 108

1113 Words

Vania Entah kenapa perjalanan kali ini terasa lebih lama dari sebelumnya. Terjebak macet, dihalangi beberapa petugas kepolisian yang sedang melakukan operasi, dihentikan orang yang jualan. Bahkan sampai dicegat beberapa pengemis. Sebenarnya aku tidak masalah dengan apa pun yang terjadi di jalanan, anehnya kenapa harus hari ini? Padahal aku tidak sabar untuk menunjukkan kepada Mas Bagas tentang kembarannya itu dan pria yang duduk di sampingku juga terlihat sudah tidak sabar. "Hari ini banyak kendala, ya?" tanyanya dengan bibir yang masih dihiasi senyum. Aku hanya mengangguk dan membalasnya dengan senyuman tipis. Sebenarnya agak kesal, tapi mau bagaimana lagi. Mungkin ini salah satu ujian dari Allah yang harus kita lalui dengan sabar dan tabah. Lagi pula bisa jadi kehidupan orang-orang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD