Vania Segera aku bangkit dan menyiapkan sarapan hanya untuk kita berdua. Lalu kembali ke kamar untuk melaksanakan salat. Ada rasa debaran dalam d**a ketika melihat Mas Bagas sudah ada di atas sajadah. "Belum subuh, bukan, Mas?" tanyaku sambil menyimpan makanan di meja. "Belum, lima menit lagi. Aku baru mau berangkat ke masjid," jawabnya membuatku menjadi lebih tenang. Meski mata ini sudah sering melihatnya salat, begitu juga dengan telinga ini selalu mendengar dia mau ke masjid, tetap saja aku sangat bahagia seolah baru mendengarnya pertama kali. Dulu, kebiasannya sangat jauh dengan sekarang. Bahkan pas azan saja selalu mendengarkan musik dan kalau aku minta untuk salat, susahnya minta ampun. Malah nanti aku kena bentak dan dilempar beberapa benda yang berbahaya. Alhamdulillah, hiday

