Bab 156

1455 Words

Bagaksara "Untuk saat ini tidak ada hal yang besar, nanti kalau masalahnya sudah tidak terkendali, aku baru akan cerita," ucapku sambil memutar otak. "Kamu bilang apa, sih, Mas? Aku tanya apa, kamu jawab apa. Aku jadi enggak ngerti." Vania menyentuh tanganku dan memintaku untuk kembali menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Kalau aku mengatakan semuanya, aku takut dia panik, lalu ikut pulang denganku. Padahal, kondisi di sini masih membutuhkan dia. Jadi, aku ragu untuk mengatakan semuanya. Keadaan di sini baru selesai di atasi. Kalau Vania pergi denganku begitu saja ke rumah utama, bisa dipastikan orang-orang Arvad tidak akan bisa ditenangkan setelah terjadi hal seperti barusan. Ditambah pria tua itu juga belum mengambil tindakan apa pun, jadi aku takut dia akan meracuni pikiran oran

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD