Bab 157

1127 Words

Bagaksara "Bagas, makan dulu!" Emi dan Gion mendekat dengan nampan yang berisi makanan kesukaanku. "Enggak napsu." Aku menolak. Pokoknya kali ini aku tidak boleh melewatkan waktu sedikit pun, yang aku khawatirkan dia tiba-tiba siuman, tapi setelah melihatku kedua matanya kembali terpejam untuk pura-pura tidur. Aku tidak bisa membiarkan masalah kecil pun terjadi. Tidak akan pernah. "Aku yang akan ikut berjaga selama kamu makan." Gion berusaha mencari solusi. Aku menatapnya lekat, kenapa dia tahu dengan apa yang ada di pikiranku? "Boleh?" Dia kembali bertanya. "Aku tunggu satu jam lagi." Aku menolak dengan halus karena aku masih belum bisa percaya kalau apa yang akan dia lakukan sama dengan yang kulakukan. Dalam beberapa bulan ini Gion ataupun Emi memang berubah drastis, tapi tetap

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD