'Ataghfirullahaladzim, percaya diri sekali Tuan Aditya, bekal ini bukan untuk anda ... tapi untukku sendiri,' batin Azura, seraya memegang erat-erat bekal yang baru saja dia persiapkan. Di hadapannya masih berdiri Tuan Aditya yang menatapnya remeh. Padahal selama ini Azura selalu bertanya-tanya haruskah dia memperlakukan Tuan Aditya seperti suami yang sesungguhnya, seperti menyiapkan makanan juga mengurus segala keperluan pribadi tuan Aditya. Tapi pagi ini akhirnya Azura mendapatkan semua jawaban dari pertanyaan-pertanyaan itu. Ternyata dia tidak perlu melakukan apa-apa. Meski sewaktu-waktu tinggal bersama di rumah ini tapi Azura tidak perlu memperdulikan segala kebutuhan Tuan Aditya. Azura hanya perlu memikirkan tentang dirinya sendiri. Karena tidak pernah saling bicara dengan terbuka

