Part 22

1459 Words

Lima kali bulan purnama telah terlewati membuat Lisa semakin gundah. Musim telah berganti, namun Vian belum kembali. Pandangan Lisa menerawang jauh ke luar rumah, menatap rintik hujan yang mulai turun. “Saya harap esok hari akan terang dan saya bisa bertemu kamu, Vian,” kata Lisa sebelum menutup pintu rumah. Hawa dingin menusuk membuat Lisa mengusap lengannya mencari kehangatan. Awan mendung membuat sore lebih gelap dari biasanya. “Dia pasti pulang, kamu jangan khawatir,” ucap Riko menenangkan. Lisa mencoba tersenyum walau hatinya tidak bisa berbohong bahwa dia merindukan Vian. Berpisah dengan lelaki itu ternyata sangat menyiksa batinnya. Lisa duduk dengan lesu, pikirannya kembali terbayang sosok pria yang dicintai. “Saya tidak bisa tenang sebelum bertemu dengan Vian. Setidaknya saya b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD