To : Sugaadrian
Buah mangga dicampur cuka
Hallo Kak Suga ( ◜‿◝ )♡
Dari Dara :*
•••
Satu kata yang mewakili suasana sejak pagi hingga siang kali ini yaitu HEBOH.
Ya bagaimana tidak heboh, Dara menyakini bahwa print-an screenshoot percakapan singkat yang tertempel di mading yang pasti ambil oleh orang-orang yang ia kenal merupakan penguasa ekskul mading tahun ini.
Siapa lagi kalau bukan sahabatnya yang saat ini sedang menyatukan kedua telapak tangan di depan d**a, meminta maaf kepada Dara yang sedang menulis materi.
"Dara, udah dong jangan ngambek lagi. Maafin kita ya, hmm?" bujuk gadis berusia 17 tahun yang memiliki wajah sebulat telur, Alpiyya Syifa Salsabila.
"Pliss?" tambah Fuspita berpuppy eyes-nya.
Dara hanya melirik malas tanpa menjawab ucapan sahabatnya.
"Awalnya iseng-iseng aja kita mah, eh gue gak nyangka kalau pantunnya itu nyebar luas kayak virus," ucap Alpiyya menyengir tanpa bersalah.
Rana mengangguk menyetujui sembari tersenyum tipis, "Lo beneran suka sama Kak Suga?"
"Apaan, sih!" elak Dara sedikit gugup.
Belum sempat Rana bertanya lagi, teriakan seorang lelaki dari kejauhan yang sangat mereka kenal pun terdengar dibarengi dengan suara kaki berlari menghampiri meja kelas mereka. Siapa lagi kalau bukan Si Bucin Khalid.
"Pagi sayangku, manisku, cintaku, cantikku, bidadariku, permaisuriku," sapa Khalid riang. Tentunya membuat seluruh orang yang ada dikelas spontan muak dengan ucapan itu.
"Pagi Cinta," balas Fuspita.
Khalid memayunkan bibirnya tak sejutu dengan balasan Fuspita yang terdiri hanya dua kata. Lantas, pria dengan kejahilan di ujung batas normal tersebut bercakak pinggang dan berkata, "ayank kok singkat banget sih. Lagi gak semangat ya, Ayank."
Fuspita hanya menggeleng dan terkekeh singkat tanpa menjawab ucapan Khalid. Gadis itu memberi kode kepada pacarnya melalui mata ke arah Dara yang tidak tergelak sedari tadi. Khalid yang mengerti membalas kode Fuspita untuk meninggalkan mereka berdua mengobrol.
"O-oh, guys! Gimana kalau kita sarapan dulu? Sebelum masuk nih, gue laper bangettt," rengek Fuspita dengan menyeret lengan sahabat-sahabatnya untuk segera pergi dari kelas.
"Eh-eh, sekarang?" Rana dan Alpiyya yang ditarik hanya bisa pasrah dan mengikuti jalan laju Alpiyya.
Khalid tersenyum manis menatapi kepergian kekasihnya tersebut. Lalu ia berkata, "cie Dara yang di notice sama Suga!"
"Maksud lo?" tanya Dara bingung dengan menolehkan kepalanya menghadap Khalid.
"Em, kasih tau gak yaaa?" goda Khalid menahan tawanya.
Dara menyipitkan matanya curiga, "Gue gak yakin kalau yang nyebar screenshoot DM an gue sama Kak Suga mereka. Itu lo, 'kan? Ngaku!" tuding Dara tajam.
"Masa sich? Gimana coba gue bisa pake i********: lo buat DM Suga?" tanya Khalid pura-pura mengelak.
"Bokis! Apa guna pacar lo kalau gitu, hah?!" tanya Dara
Tanpa bisa menahannya lagi, Khalid tertawa terbahak-bahak sembari memeletkan bibirnya mengejek Dara. "Gue hanya bantu membukakan jalan bagi sobat gue yang udah jomlo sejak lahir. Yakali baru gitu aja lo mau nyerah?" tanyanya mengejek.
"Gak gitu juga caranya, Panjul! Yang tau itu cukup kita aja, jangan seluruh anak-anak sekolah tau juga! Gue masih punya muka biat dipajang," bentak Dara kesal.
"Ya terus mau gimana, Burung Dara? Lo kalau suka itu jangan diem-diem, kalau sakit lo sendiri yang ngerasain. Selama ini, lo suka sama dia, ngeliat dia deket sama cewek lain ... lo gak sakit hati emang?" tanya Khalid mengubah atmosfir suasana dan mimik wajahnya serius.
Dara menghela nafas panjang sembari merebahkan kepalanya di atas meja dengan gerakan lemas. "Enggak tau, mata gue udah buta. Semua yang dilakuin Suga gak akan ngebuat hati gue sakit, karena gue suka dia. Gue menerima semua yang dia lakuin termasuk deket sama cewek lain."
Khalid merapatkan bibirnya ragu, lalu ia berkata, "Dar lo tau 'kan, selama ini gue selalu ada dipihak lo. Baik lo ngelakuin hal salah ataupun benar, gue bakal selalu dukung lo."
Dara menatap Khalid serius, bingung dengan ucapan sahabat seperpopokannya itu. Lantas ia mengangguk menyetujui.
"Bahkan, kalau disuruh milih antara lo sama Mpuss gue dengan yakin masih milih lo, Dar." Ucapan Khalid yang belum selesai membuat pikiran dan hati Dara seketika gugup.
"Em, Nabil gak pernah bilang hal ini waktu ada gue. Tapi gue secara gak sengaja nguping pembicaraan Nabil kemarin," ucap Khalid.
"Ada apa, Lid?" tanya Dara ragu.
"Dar, apapun yang gue ucapin setelah ini ... lo jangan negatif thingking dulu ya?" tanya Khalid meyakini. Dara mengangguk menyetujui membuat Khalid menarik nafasnya dalam-dalam dan berkata dengan satu hembusan panjang.
"Dar, Suga itu udah punya pacar."
•••
"Kenapa lo, Lid?"
Khalid menoleh mendengarnya. Saat ini ia sedang berkumpul di kamar Suga untuk bermain PS, seharusnya mereka harus latihan rutin basket tetapi tertunda karena sang pelatih berhalangan hadir.
Nabil Anizar, kekasih Alpiyya yang merupakan anggota circle nya bersama dengan Suga. Nama circel mereka adalah SUNAD. Suga, Nabil, dan Khalid. Sangat abstrak emang, tetapi ide Khalid dan kekeuh an pria itu mau tak mau harus dipatuhi oleh Suga dan Nabil.
"Laper lo, Lid?" tanya Suga bingung.
Dikarenakan, Khalid adalah sumber suara di antara mereka bertiga yang memeriahkan perkumpulan circel Sunad. Jika Khalid diam, berarti ia sedang tidak baik-baik saja. Maka dari itu, Suga dan Nabil terus bertanya kepada sahabatnya tersebut.
"Gue mau tanya serius sama kalian," ucap Khalid serius.
Nabil terkekeh singkat dan menjawab, "gak! Jangan serius-serius banget napa Lid. Sumpah, gue gugup denger lo ngomong gitu."
Suga meliriknya, dengan bingung ia berkata, "kenapa Lid? Tanya aja."
Khalid yang merasakan suasana sunyi karena dirinya diam pun terkekeh singkat. Ia tersenyum kecut sembari ikut memainkan PS bersama sahabatnya. "Gimana hubungan lo sama Piyya, Bil?" tanyanya.
"Baik-baik aja," jawab Nabil.
"Kalau lo, Ga?" tanya Khalid berganti ke arah Suga.
"Hah? Kenapa gue?" Suga melirik Khalid bingung.
"Gue denger lo udah punya pacar, siapa?" Khalid menatap Suga dengan tatapan dingin. Pertama kalinya Khalid menatap seseorang seperti itu.
Suga yang menyadari tatapan itu pun menghentikan permainan nya. Ia menatap Khalid dan bertanya, "kata siapa gue ada pacar?"
Nabil menatap kedua pria yang ada di sampingnya itu dengan gugup. "Kalian kenapa dah?"
"Kalau lo gak ada pacar, lo mau gue comblangin sama Dara?" Khalid tanpa ragu berkata membuat Suga membelakkan matanya terkejut.
"D-dara?!"
"Iya, lo 'kan gak ada pacar. Gak papa 'kan kalau lo deket sama Dara? Lagian, sahabat gue itu suka sama lo dari lama," ucap Khalid gamblang.
Tetapi, mereka berdua yang mendengar tidak ada yang tahu jika itu adalah sebuah trik. Trik yang dimainkan Khalid agar Suga mengaku jika memiliki kekasih.
"Suga ad—"
"Ya, gue mau!"