"AYAH, DARA BAWA PULANG COWOK KE RUMAH." ••• Suga yang kikuk menundukkan kepalanya guna menghindari tatapan maut yang dilayangkan oleh Ayah Dara sejak pertama kali melihatnya. Dara sendiri pun sedang beradu tatap dengan ayahnya, bertelepathy mungkin? "Nak Suga nanti rencana mau lanjut ke mana?" tanya Bunda Dara yang bernama Arsy. "Belum ada rencana matang, Bu. Kepikiran sih mau ambil kedinasan," jawab Suga ramah dengan senyuman tentunya. "Oh bagus. Nilai rata-rata kamu berapa?" Ayah Dara yang bernama Arsen tersebut secara tiba-tiba bertanya. "Kenapa sih Yah udah kayak mau wawancara aja," serobot Dara menghentikan Suga yang sudah membuka mulutnya untuk menjawab. "Suka-suka ayah dong, mulut-mulut ayah. Suga aja diem aja kok kamu repot," cibir ayahnya. Dara mendengkus pelan

