"Tidak perlu berpura-pura di hadapanku walau hanya untuk membuatku bahagia. Aku merasa dikasihani!" ••• Sesuai janji Nabil, saat ini dia dan Alpiyya sedang nongkrong disebuah kedai kopi pilihan gadis itu. Sebenarnya, mereka ingin kencan disuatu cafe sembari menikmati alunan musik yang dinyanyikan band tetapi mata elang Alpiyya mengunci papan nama brand kopi kesukaannya tersebut dan meminta Nabil untuk stay di sana. "Pelan-pelan makanya," ucap Nabil sembari mengusap pipi Alpiyya yang belepotan menggunakan tisu. Dia menatap kekasihnya yang sangat antusias siang itu. Alpiyya menggulum senyumannya melihat betapa perhatian Nabil saat ini, jarang terjadi biasanya pemuda itu cuek sekali. "Hmm." "Enak banget emang latte nya, hm?" Nabil bertanya lembut melihat cara minum Alpiyya dan makan

