51

1689 Words

“Mas Linggar…” Suara Ayu pelan, hampir seperti bisikan yang dipaksa keluar dari tenggorokannya. Raden Arya yang baru saja keluar dari ruang sidang menegakkan badan. Matanya langsung menangkap pemandangan itu—Ayu yang berdiri begitu dekat dengan Linggar. Sesuatu di d**a Arya seperti diremas. Terlambat, semua sudah terlambat. Bisakah waktu diputar kembali? Ayu menoleh ke arah mantan suaminya. Sorot mata Arya… begitu penuh harap. Seakan satu kata dari Ayu bisa mengubah putusan hakim yang baru saja diketuk. Mata Arya yang sendu memohon agar dia bisa bicara, meski hanya semenit. Lalu Ayu kembali menatap Linggar. Pria itu masih berdiri tegap, tidak mendekat, tidak memaksa. Ia hanya menunggu. Menawarkan diam yang jauh lebih lantang dari ribuan kalimat manis. Ayu menarik napas gemetar. “Mas

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD