42

1540 Words

Istanbul, Turki — Kantor Kayhan Holding Gedung kaca setinggi langit itu memantulkan cahaya matahari pagi yang dingin. Di lantai 27, sebuah ruang pertemuan dengan jendela besar menghadap Selat Bosphorus tampak begitu mewah namun sederhana. Di sanalah Raden Linggar Emir Tanumaja berdiri, kedua tangan di saku celananya, menatap pemandangan Turki yang sudah seperti rumah kedua baginya. Tubuhnya menjulang tegap dalam setelan hitam yang rapi. Wajahnya yang merupakan perpaduan Jawa halus dan garis tegas khas Turki membuatnya tampak berbeda dari pengusaha Indonesia lain pada umumnya—dan ia tahu itu. Di belakangnya, Rajas—asisten pribadinya—sedang memeriksa dokumen kerja sama ekspansi perkebunan teh mereka. “Semua berkas sudah siap, Tuan Linggar,” ujar Rajas, menyerahkan map hitam. Linggar men

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD