Raden Arya duduk di tepi ranjang, memandangi Sekar yang terbaring manja di atas sprei berwarna lembut. Ruangan pendopo Arga dipenuhi aroma bunga melati yang menguar samar—aroma yang dulu selalu membuatnya tenang, kini entah mengapa justru menimbulkan rasa janggal. “Kamu sakit?” tanya Arya dengan nada rendah, menatap Sekar dari atas kepala hingga ke d**a yang hanya tertutup kain tipis. Terlihat bagian itu yang sedikit menyumbul. “Lalu kenapa harus pakai pakaian setipis ini, hm?” Sekar tersenyum kecil, lalu duduk perlahan dan menyandarkan tubuhnya ke d**a Arya. “Aku tidak apa-apa, Mas… Aku cuma kangen sama kamu.” Suaranya lembut, nyaris berbisik di telinga Arya, disertai jemari halus yang menyentuh rahangnya pelan. Arya menghela napas pendek, mengelus kepala wanita itu. “Maaf. Aku nggak s

