Langit masih gelap, belum sepenuhnya memberikan warna cerah di sana. ketika suara ayam jantan terdengar dari kejauhan. Udara masih lembap dan dingin, menembus celah jendela kamar mereka. Menerpa kulit mereka yang tak sepenuhnya tertutup selimut. Raden Ayu menggeliat pelan, namun tubuhnya langsung menegang karena rasa nyeri yang menusuk di pangkal pahanya. Wajahnya meringis kecil, dan tanpa sadar ia menarik selimut menutupi tubuhnya lebih rapat. Gerakan kecil itu membuat Arya yang masih terlentang di sisinya menoleh. Lelaki itu menatap istrinya lama, ada raut bersalah di balik tatapan teduhnya. Arya mendekat. Mengecup pundak istrinya. “Cah Ayu…” suaranya lembut, serak oleh kantuk. “Ada apa? Masih sakit?" Ayu menggeleng cepat, pipinya memanas. “Tidak apa, Raden. Saya hanya—” Ia terhent

