58

1389 Words

Raden Arya melangkah menjauh. Setelah menerima penolakan halus dari Raden Ayu, Arya benar-benar serasa ingin tenggelam. Dia memilih untuk segera pergi. Langkahnya berat. Bahunya turun. Punggung yang biasanya tegap kini seolah memikul beban yang tak kasatmata. Tangannya sudah menyentuh gagang pintu mobil ketika suara berat seseorang menghentikan pergerakannya. Arya tau suara siapa itu. Dirinya memilih tak langsung menoleh. “Raden Arya.” Suara itu benar-benar menghentikannya. Tidak ada nada keras atau nada menantang. Dan saat itu juga mampu membuat Arya menoleh. Namun sebelum itu, Arya menghembuskan napas panjang. Linggar berdiri beberapa langkah di belakangnya. Jaketnya rapi. Wajahnya tenang. Tatapan coklat madu itu lurus—bukan menekan, bukan merendahkan. “Bisa kita bicara?” ucap Lin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD