59

1453 Words

“Cah Ayu, mau ikut saya?” Suara Linggar terdengar pelan setelah Ayu selesai mengobati sudut bibirnya. Pria itu masih duduk manis, menatap Ayu dengan tatapan yang membuat siapa pun lupa caranya menolak dan bernapas. Tatapan lembut dan meneduhkan diwaktu yang sama. Ayu mengangkat wajahnya. Matanya yang langsung tertuju pada wajah tampan Linggar yang juga menatapnya. “Ikut ke mana, Mas?” Linggar tersenyum kecil. Bukan senyum menggoda—lebih ke senyum lelaki yang sudah punya rencana sejak awal. Berkata lembut, dan yakin jika nanti wanita dihadapannya akan tertarik. “Ke yayasan.” Alis Ayu terangkat. “Yayasan?” “Iya,” jawab Linggar tenang. “Yayasan keluarga Kita. Saya sudah lama tak main ke sana. Saya mau ke sana sebelum kembali ke Turki.” Mata Ayu seketika berbinar. “Oh—” Ia menepuk kenin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD