Tak ada satu pun yang mengetahui ke mana Raden Ayu pergi siang itu. Tidak Rendra, tidak para staf, terlebih lagi Raden Arya—yang mungkin masih sibuk menenangkan peliharaannya. Entah apa saja yang dilakukan dua orang itu di ruangannya. Mobil berhenti tepat di depan gerbang kayu besar Pendopo Arga, kediaman pertama Ayu dan Arya sebagai pasangan suami istri—tempat yang seharusnya menjadi ruang bahagia, tetapi justru menyimpan jejak jijik dan penghianatan. Tempat di mana seharusnya bisa mendekatkan hubungan antara Raden Arya dan juga Raden Ayu karena perjodohan mereka. Pintu mobil dibuka oleh Pak sopir. Pria paruh baya tersebut membungkukkan badan sedikit ke arah Ayu. Memberi jalan untuk nona mudanya masuk. “Raden Ayu, apa perlu saya menunggu di sini?” Ayu menatap bangunan pendopo yang

