24

3051 Words

Derit kursi di seberang meja berhasil membuat pandangannya beralih. Amara membuang napasnya perlahan, menatap Delana yang duduk angkuh dengan mimik datar. Apa pun yang perempuan itu katakan, Amara akan menguatkan diri untuk tidak terpancing. Gadis ini masuk dalam keluarga konglomerat terpandang. Ibunya memiliki bisnis ternama dalam brand lingerie dan produk dalaman yang terkenal eksklusif. Begitu juga dengan ayahnya yang memiliki bisnis mentereng untuk resort dan saham besar pada salah satu mall kenamaan. Delana Alya jelas bukan perempuan sembarangan. "Aku tahu sangat sibuk untuk perempuan gila kerja sepertimu datang dan mengisi undanganku untuk makan siang bersama. Apa ini waktu yang tepat untuk kita bicara." Amara menatap pada potongan daging bakar di atas piring dan mendesah pendek.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD