41

1502 Words

"Apakah ini alasan kau membencinya?" Rahang itu mengeras. Saat Amara menunduk menatap telapak tangannya sendiri dan menghela napas. "Menganggap penyakit mentalku adalah tabu, dia menyeretku pergi ke rumah sakit jiwa terdekat. Ibu memohon agar ayah tidak membawaku pergi. Dia berjanji akan mengurusku sampai keadaan membaik. Tapi semua sama. Berada jauh dari rumah membuat depresiku semakin buruk. Aku tidak tahu bagaimana rasanya tertekan sebelum itu terjadi. Penyakit itu membunuhku dari dalam. Keadaan tidak kunjung membaik. Dan semua semakin suram terlihat." "Ibu membuatku bergantung padanya. Di sisi lain aku marah padanya. Tetapi di sisi lain aku ingin terus bersamanya. Hanya aku yang ia punya," ketika kepala itu miring untuk menilai malam yang semakin larut. "Aku tidak mengerti. Mengapa c

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD