EPISODE 19

1242 Words

KHAYANA            Aku melirik jarum jam di sudut kamar ketika mendengar raungan mesin kendaraan yang rasanya asing, namun seperti berhenti di depan rumah. Hampir pukul dua dini hari.             Segera aku menurunkan kaki dari tempat tidur untuk mengintip melalui jendela. Namun belum sempat kulakukan, terdengar suara ketukan pintu utama. Jantungku mulai berpacu. Sheryl sedang tidak ada di rumah. Dia sedang pulang ke kampung halamannya karena ibunya sakit, jadi beberapa hari ini aku tinggal sendiri. Kuraih ponsel dan siap menghubungi nomor darurat. Pintu kembali diketuk, kali ini lebih keras. Aku buru-buru mengambil apapun yang bisa kugunakan untuk senjata pertahanan.             Dengan langkah hati-hati, aku mendekat ke arah pintu.             “Khayana, kamu di dalam?”            

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD