ROMEO Gue membanting setir segera setelah Khayana bicara dengan suara tersendat-sendat di telepon. Nggak terhitung berapa kali gue mengumpat saat lampu merah menyala dan menghambat laju mobil gue. Terus aja terngiang kalimat Khayana yang nggak terlalu jelas tadi. Khayana pujaan gue yang punya pengendalian diri di atas rata-rata itu terdengar kacau banget. Di sela-sela isakan yang mewarnai kata-katanya, cuma satu yang bisa gue tangkap : Dia butuh seseorang. Dan demi semua sumpah serapah dari mantan-mantan gue, demi Aprodhite sang dewi cinta… Dengan kegilaan gue ke elo yang sekarang ini, jangankan cuma ngebut di jalanan demi sampai ke rumah lo. Gue bahkan akan dengan senang hati masuk ke Tartarus kalau itu sama lo, Na! Sejak gue ngelihat lo berjalan di kantor gue den

