BAB 23

1781 Words

KHAYANA            Malam ini semua keluarga tengah berkumpul, sehingga Romeo memanfaatkan momen ini untuk memperkenalkanku dan mengumumkan rencana pernikahan kami.             “Jadi …, dia gadis yang sama dengan yang ada di pesta kemarin?” Tuan Syadiran, seseorang yang dipanggil Opa oleh Romeo, menjadi orang pertama yang bereaksi. Sementara anggota keluarga lain membisu.             Kiara yang juga ada di dalam ruangan belum berani berkomentar. Ia hanya memandangi wajah Romeo dan orang tuanya bergantian. Bisa terlihat kecemasan dari matanya. Tidak jauh dari mertuanya, Wulan Syadiran masih mengatupkan bibirnya rapat-rapat.             Detik kemudian, Tuan Syadiran tampak menghela napas berat. “Kalau gitu keputusannya ada di mama kamu,” ujarnya sembari mengangkat kedua tangan, tanda bahw

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD