15

1298 Words

Ada teori mengatakan, kalau cinta dan benci hanya tersekat sehelai benang tipis, yang kapanpun dapat dengan mudah diputuskan. • • • "Dari siapa, Nay?" Tanpa menyahuti Sera, Naya menggeleng. Tangannya masih belum bergerak memegang kertas itu. "Gue tau itu dari siapa," seruak Hellen dengan nada bicara serius. Mendengar itu, seketika Naya menoleh cepat ke arahnya. Melalui ekspresi seolah bertanya, 'Siapa?'. Suasana hening cukup lama. Baik Naya maupun Sera, keduanya sama-sama menatap Hellen dengan rasa penasaran yang tergurat jelas di wajah masing-masing. "Nanti, deh, Nay, gue kasih tahu." "Eh?" Jawaban Hellen dalam sedetik berhasil membuat dahi Naya berkerut bingung melihat gelagatnya. Namun setelah melihat sosok Nael yang ternyata entah sudah dari kapan berdiri di samping Sera, barul

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD