Ibadah qiyaam al-lail menjadi pembuka aktivitas seorang Alara. Saat orang lain masih terlelap dalam mimpi indahnya, gadis itu menghabiskan sepertiga malam terakhirnya dalam sujud panjangnya, merayu Tuhan yang Maha Penyayang. Setelah menyelesaikan ibadah sunnahnya, ia berdiri lalu membuka jendela kamarnya. Dari lantai sepuluh, ia melihat pemandangan kota yang masih lengang. Kaca jendela terlihat berembun karena hujan deras sempat turun tengah malam tadi. Aroma petrichor sangat terasa di indra penciumannya. Cukup lama ia melamun, hingga suara azan Subuh menyadarkannya. Ia kembali berwudhu tanpa menutup jendela kamarnya. Setelah itu, ia kembali memakai mukenanya lalu mengerjakan salat Subuh di kamar barunya. *** Selim terbangun karena aroma wangi yang tercium hingga ke kamarnya. Setelah m

