16. Perhatian Kecil

1030 Words

"Dia itu aneh atau memang punya kepribadian ganda?" monolog Alara. "Sebentar-sebentar lembut banget dan aku nyaris terbuai dengan itu, tapi sebentar-sebentar jadi ketus banget dan gak pengen dibantah. Ish, kenapa harus berurusan sama dia lagi sih?" ucapnya setengah berteriak. Alara menghela napas kasar. Wajahnya kini menoleh pada sang ibu yang masih betah dalam tidur panjangnya. "Ibu, cepat bangun, ya! Aku kangen sama Ibu. Aku kesepian karena gak ada yang omeli aku kayak biasanya," ucapnya lirih. Jemari lentik Alara menggenggam erat tangan Winda yang terasa begitu dingin. Tubuhnya begitu kurus karena hanya bergantung pada cairan infus. "Ibu harus sehat, ya. Aku bersedia jadi kaki untuk Ibu asal Ibu mau bangun dan kita kembali sama-sama lagi," ujarnya lagi. Kali ini air mata yang susah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD