"Mas, bangun!" Alara menggoyang tubuh Selim yang masih tidur. "Lima menit lagi, Sayang!" ucap Selim dengan suara beratnya. "Ck, Mas! Udah sepuluh kali kamu bilang gitu dan kamu masih belum bangun juga?" Alara menggelengkan kepala. Ini karena salah pria itu sendiri. Sudah kurang tidur semalam karena kegiatan rutin suami istri, setelah salat Subuh pun masih mau melakukannya. "Ya Allah, Mas!" Kini Alara berteriak tepat di telinga sang suami. Selim akhirnya bangun dari tidurnya, akan tetapi kesadarannya masih belum kembali karena matanya masih terpejam. Tiba-tiba Alara tersenyum jahil. Ia kembali menghampiri Selim dan duduk di pangkuannya lalu mendaratkan satu kecupan lembut di bibir pria itu. Namun, saat Alara hendak mundur, tangan pria itu menahan tengkuknya dan membuat ciuman itu sema

