Selim membangunkan Alara yang tertidur lelap selama perjalanan. Ia mencium punggung tangan yang ia genggam berkali-kali hingga sang istri tercinta terbangun. "Udah di mana, Mas?" tanya Alara dengan suara serak. "Udah di rumah," jawab Selim seraya melepas sabuk pengaman di pinggang Alara. "Eh, udah sampai aja!" "Kamu yang keenakan tidur, Sayang," kekeh Selim. "Yang bikin aku kurang tidur semalam, siapa?" cibir Alara. "Padahal kamu juga yang keenakan." "Mas!" Selim tertawa sembari membukakan pintu untuk Alara. Tas pakaian mereka sudah diambil oleh asisten rumah tangga. Mereka masuk ke rumah mewah itu dan langsung disambut oleh asisten rumah tangga lainnya. Selim memperkenalkan istrinya. "Mau makan, Sayang?" tawar Selim. Alara mengangguk. Selim membawanya ke ruang makan. Mereka mak

