Selim mengambil makanan yang ia pesan melalui jasa pelayanan kamar hotel. Tak berselang lama, Alara keluar dari kamar mandi dalam keadaan sudah berpakaian dengan rambut panjangnya yang dibungkus handuk. Beberapa kali ia mendengus kesal karena sudah dua kali ia mandi junub. "Makan dulu, Sayang!" perintah Selim. Alara mengangguk. Ia menghampiri Selim yang menata makanan di atas meja. "Kamu pesan apa, Mas?" tanya Alara. Namun, keningnya berkerut saat melihat apa yang tersedia di atas meja. "Daging semua?" Selim mengangguk sembari tersenyum. "Kenapa? Kamu gak suka?" "Suka sih, Mas, tapi kan gak daging semua juga kali!" ujar Alara. Selim terkekeh geli lalu mengecup singkat bibir Alara. "Soalnya tadi tenaga kita cukup terkuras. Kan habis ini lanjut lagi!" "Mas!" Selim tertawa seraya menc

