55. You're Mine, Alara

1035 Words

Sepasang pengantin baru itu menikmati waktu berdua di balkon kamar. Masih dengan mukena dan baju koko yang menutupi aurat mereka. Alara menikmati angin malam yang membelai wajahnya, sedangkan Selim justru tak berhenti menatap wajahnya. Tiba-tiba Alara menoleh, menatap wajah Selim yang salah tingkah. "Kenapa sih, Mas?" Alara tersenyum geli. "Lagi puas-puasin lihat wajah istriku. Gak boleh?" Selim mengangkat alisnya sebelah. "Kayak gak bisa besok-besok aja!" cibir Alara. "Aku sedang membayar waktu tiga bulan yang terlewat begitu saja tanpa memandangmu." Alara tertawa. "Kamu lebih lama gak pernah lihat aku saat kita belum saling kenal. Kenapa malah bilang tiga bulan?" "Selama tiga bulan itu, aku sadar kalau aku bodoh, tak menyadari perasaanku sendiri. Kamu yang tulus mencintaiku, tapi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD