Selim dibuat tercengang dengan kemampuan Alara yang bisa menyetir dengan baik. Tak ada suara dari mereka selama perjalanan, kecuali suara musik dari audio mobil. Sesekali Alara terdengar bersenandung jika ia mendengar lirik lagu yang ia hafal. "Kamu pernah pacaran?" tanya Selim tiba-tiba. Ia tak betah diam saja jika bersama Alara. Mata Alara memicing ke samping. "Untuk apa Anda bertanya begitu?" Selim mengedikkan bahunya. "Aku hanya ingin tahu saja." Alara kembali fokus mengemudi. "Belum pernah. Kenapa? Apa hal itu terdengar kolot?" Selim tertawa pelan. "Sebenarnya iya. Karena biasanya gadis seusiamu akan tertarik mencoba hal yang satu itu. Bahkan beberapa di antaranya ada yang sampai melepas keperawanannya di usia itu." "Saya masih ingat nasihat agama yang sampai saat ini masih saya

